Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » » » Dianggap Gagal, DIPOKERSEN Meminta Pembangunan Patung Anti Narkoba Di kerjakan Ulang

Kondisi Pembangunan Patung Anti Narkoba Jalan Sholeh Iskandar (Tampak Depan)
BOGOR KOTA-BidikNusantara
Pemerintah Kota Bogor melalui Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bogor dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor bidang Pertamanan sedang melaksanakan pembangunan Patung Narkoba yang berada di simpang lampu merah atau Gate Tol BORR Jalan Shole Iskandar, namun dinilai pembangunan patung tersebut nilai tidak dikerjakan oleh ahlinya sehingga nilai estetika patung tersebut jauh dari harapan. Hal ini dikemukakan oleh Ketua DIPOKERSEN (Serika Seniman Gelanggang Remaja Bogor), Bob Buchari seperti disampaikan kepada bidiknusantara.com dalam menilai pembangunan patung Narkoba tersebut.

Menurut Bob Buchari,karena kegagalan penggarapan sebuah karya seni yang dikerjakan tidak oleh ahlinya maka Dipokersen akan meminta pihak yang terkait agar mengerjakan ulang patung tersebut sesuai dengan desain awal. Desaintersebut menurutnya yang menang dalam sayembara waktu di KNPI itu dari organisasi seniman yang dinaungi "DIPOKERSEN" oleh perancang desainya YANA WS.

"Tapi pada saat pelaksanaan teknis, biong yang mempekerjakan kuli bangunan biasa sehingga jauh dari nilai seni dan hasilnya pun seperti yang kita lihat saat ini,"katanya.

Disebutkannya, Yana WS memberikan pandangan terkait problema yang vterjadi pada sisi teknis pelaksanaan pembangunan proyek Patung Pemuda Anti Narkoba yang sedang berjalan. Di memamparkan bahwa akibat tidak terjalin komunikasi/dialog/konsultasi antara pihak pelaksana (Stakeholder DLH dan KNPI Kota Bogor dengan pihak perancang berdampak pada keraguan terhadap pembangunan patung tersebut.

Kondisi Pembangunan Patung Anti Narkoba Jalan Shole Iskandar (Tampak Samping)
Kaitan dengan hal tersebut Kata Bob Buchori, Yana Ws memberikan beberapa pandangan teknis antara lain : 1.kontruksi. Struktur rangka patung keseluruhan, mengingat posisi lokasi patung berdiri di lingkar getaran lalu lintas yang padat dengan vulume serta daya berat yang beragam,  2.Terkait dengan daya tahan, mengingat cara kerja menggunakan sistim "plestering" yang kerap berakibat terjadinya retakan pada awalnya, dan berubah menjadi patahan serta pengeroposan  bagian tertentu pada badan patung seperti halnya terjadi pada patung anti narkoba sebelumnya, 3. secara visual makna simbolik dari rancangan patung ini,sebagian besar tergambarkan pada bagian setumpu/base melingkar pada dinding luar setumpu. 

"Berbentuk siluet figur para korban narkoba dengan aplikasi tehnik tertentu,selanjutnya ilustrasi gambaran skema otak manusia yang rusak dan pasti terjadi pada setiap korban pemakai narkoba. Sangat diragukan upaya pencapaian makna diatas pada penggarapan patung tersebut,"jelasnya. 

poin ke-4 lanjutnya, kegagalan tehnik pembesaran, dari skala maket 1:20 ke skala 1:1. Akibat semata-mata proses pembesarannya hanya berdasarkan pandangan real semata terhadap maket, 5.Tidak diperhatikannya kenyamanan dan keamanan kerja. Sebagai upaya lazimnya penggarapan sebuah karya seni.

"Akibat terabaikannya 5 point utama yang membuahkan keraguan, disamping berbagai aspek teknis lainnya, maka kami berkeyakinan penggarapan patung pemuda anti narkoba gagal dan sangat tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan, khususnya bagi saya pribadi serta munculnya pandangn kolekif bersifat negatif dari masyarakat umum, pemerhati apresiator ruang publk secara lebih luas,"paparnya.

Dan hal lain lanjut Bob Buchri, patung tersebut memiliki kandungan simbol yang sangat unversal berupa ancaman yang harus ditangkal dan direnungi tingkat epidemik bahayanya.

"Jadi problem seluruh lapisan masyarakat, bahkan ancaman bangsa dan negara. Bukan milik KNPI semata, penggarapan sebuah karya seni lengkapnya penggarapan karya art obyek di ruang publik,"pungkasnya.
Reporter: Sumburi

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply