Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » » Desa Kalong II dijabat oleh Kaur Kesra Dadang Kurnia

Kaur Kesra Desa Kalong II, Dadang Kurnia
KAB.BOGOR-BidikNusantara
Dengan adanya undangan Pelatihan dari Dinas Pemberdayaan masyarakat dan Desa tentang pelatihan kontruksi infrastruktur perdesaan se-kabupaten bogor, Desa kalong II Kecamatan Leuwisadeng mendapat giliran pada hari kamis 20 April 2017, yang bertempat di Hotel Pramesthi puncak.

Yang diundang kepala dinas adalah kepala desa, bendahara desa, serta kaur ekbang, tapi karena kaur ekbang Desa kalong II yang sedang sakit sejak dari 6 bulan yang lalu, undangan pelatihan di gantikan oleh sekretaris desa, Mumun Sulaeman yang seharusnya memimpin dan menandatangani urusan surat menyurat.

Desa  kalong II hanya diisi oleh 4 orang staff, salah satunya adalah kepala urusan kesra, yaitu Dadang kurnia, ketika bidiknusantara.com tanyakan bagaimana jika ada masyarakat yang hendak mengurus terkait pelayanan ?

"Karena sekdes tidak ada mungkin di cancel, kebetulan hari ini tiadak ada masyarakat yang datang ke kantor desa untuk membuat surat" ujar Dadang kurnia menjawab pertanyaan tersebut, Jum'at (21/04).

Dadang Kurnia juga menjelaskan,  kebetulan hari itu tidak ada masyarakat yang datang mengurus surat-surat dan dikatakannya dirinya masuk kantor hanya 2 kali dalam seminggu.

"Kebetulan gak ada masyarakat yang datang dan kebetulan sepi, ini juga untung saya belum pulang. Biasanya saya hanya ngantor 2 kali dalam semiggu karena belakangan ini ada tugas lain diluar, yaitu mendampingi dan mengurus BPJS warga,"tutunya menjelaskan.

Menjawab pertanyaan bidiknusantara.com, sejak kapan rutinitas itu dilakukan yang dikatakan mendapingi warga mengurus BPJS, Dadang Kurnia menjelaskan bahwa aktivitas tersebut dilaksanakan sejak 4 bulan belakangan karena banyak warga yang sakit dan membutuhkan pendampingan.


"Sejak 4 bulan belakangan ini banyak warga yang sakit, karena kadernya sudah tua sehingga saya harus double kerja,  bukan hanya membawa pasien ke RSUD Leuwiliang bahkan tidak jarang harus dirawat kejakarta. 

Hal ini juga dilakukan karena keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang BPJS dalam hal kepengurusan dan penggunaannya dan cara memfungsikan pada saat dirumah sakit dari mulai kepengurusan hingga sampai di rawat kita terus dampingi,"paparnya.


Apakah kesadaran masyarakat untuk Membuat BPJS ? Dadang mengatakan, biasanya sudah dirawat dirumah sakit baru masyarakat sadar akan pentingnya pengurusan BPJS.

"Hal itupun harus keluarganya yang datang langsung kesana sehingga satu hari selesai, karena pasien sudah dirumah sakit,"urainya.

Dadang juga menjelaskan Perbedaan antara BPJS FBI dan non FBI, menurutnya tergantung dari Dinas Sosial yang mengeluarkan rekomendasi, biasanya dilihat dari data pekerjaan di KTP.


"Itu tergantung dari rekomendasi dari Dinas sosial, karena jika di KTP jenis pekerjaan nya Buruh harian Lepas  maka di nyatakan BPJS PBI yang dibiyayai oleh pemerintah, dan jika Jenis pekerjaannya Wiraswasta di KTP berarti Non PBI / mandiri,"ungkap Dadang menjelaskan.
Reporter Ilyas/Edi

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply