Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » » Bertemu Presiden Bakomubin Sampaikan Pentingnya Merekatkan Persatuan Umat

Sebanyak 28 perwakilan DPP Badan Koordinasi  Muballigh se Indonesia (BAKOMUBIN) bertemu Presiden 28 Mereka di antaranya Wakil Ketua Majelis Syuro Nasional K.H. Anwar Sanusi, anggota Majelis Syuro Nasional Tatang M. Natsir Fathudin, Ketua Umum DPP Bakomubin Dedy Ismatullah, Sekjend Ustadz Abdurrahman Tardjo, Bendahara Umum haji Soetrisno Lukito, wakil ketua Umum KH Iswadi idris, Beberapa ketua bidang Ustadz yanuar Amnur dan Muhammad Harry Naldi, ustadzah Sitty Hikmawaty, Ustadzah Nung dan Ustadzah Neni dan pengurus lainnya. Hal ini seperti disampaikan oleh Media Center DPP Bakomubin, M Harry Naldi kepada bidiknusantara.com, Selasa (18/04).

Dalam kesempatan tersebut kami membahas persiapan launching SEJUTA MUBALLIGH BELA NEGARA dan Pentingnya merekatkan persatuan Ummat

"Persatuan umat sangat penting. Doa Nabi ada 3. Yang kesatu yang ditolak oleh Allah, 'Ya Allah bebaskan umatku dari bencana Nabi Nuh Alaihissalam", Allah menyetujuinya. 'Bebaskan umatku dari kelaparan', kata Allah, 'Aku bebaskan umat Muhammad ini'. Tapi, ketika Nabi meminta persatukan umatku, maka Allah tidak menerimanya. Ini berarti persatuan itu adalah perjuangan. Perjuangan seluruh sistem kehidupan kita. Apalagi di tengah kondisi dalam waktu dekat  akan melaksanakan Pilkada DKI Jakarta, persatuan dan kesatuan Ummat harus semakin di eratkan" ujar  Ketua Umum Badan Koordinasi Mubaligh Indonesia (Bakomubin) Prof Dr KH Dedy Ismatullah,SH Mhum.

Salah satu Upaya untuk merekatkan Persatuan ummat, adalah dengan membekali para Muballigh dengan pemahaman Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.ujar Kyai Deddy Ismatullah yang juga merupakan Guru Besar Pakar Hukum Tata Negara
"Kami akan mencetak satu juta Muballigh  bela negara," kata Dedy saat konferensi pers usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara.

Deddy  menyebutkan program tersebut perlu dipersiapkan mengingat kebutuhan sekitar lebih dari 200 juta umat Islam di seluruh Tanah Air. Dedy menilai belum semuanya disentuh dengan dakwah yang baik. "Kami pun ingin menata kualitas mubaligh di negara Republik ini," jelas Dedy.

Program sejuta Muballigh  bela negara juga sebagai bentuk pengabdian para mubaligh  terhadap bangsa dan negara melalui dakwah. Apalagi, metodologi dakwah ke depan menurut Dedy akan berbeda mengacu perkembangan sosial dan budaya masyarakat.

"Globalisasi akan menuntut mubalig itu bisa berpikir cepat melihat perkembangan budaya, melihat sistem sosial di negara kita. Dan yang kedua yang paling penting kami meletakkan persatuan umat. Persatuan umat sangat penting."tambahnya.

"Maka kami ingin mengabdi kepada bangsa dan negara ini dengan dakwah. Mungkin metodologi dakwah ke depan agak berbeda dengan pada hari ini, sebab perkembangan sosial budaya, apalagi globalisasi, akan menuntut seorang mubalig itu harus bisa berpikir cepat, melihat perkembangan budaya, melihat sistem sosial di negara kita,"tuturnya.

Dalam pertemuan ini, Presiden didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.


Presiden menjadwalkan akan hadir di Launching 1 juta Muballigh Bela Negara yang di laksanakan tanggal 2 mei 2017 di Jakarta.
Editor: Sumburi

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply