Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » Beginilah Tanggapan Camat Parungkuda Terkait Kemacetan Dan Hilangnya Trotoar

SUKABUMI-BidikNusantara
Terkait persoalan kemacetan di Jalan Raya Siliwangi Parungkuda, kini mendapat perhatian serius dari Komunitas Masyarakat Parungkuda (KMPP). Jalan yang membentang melewati jalan Nasional depan Stasion Parungkuda hingga pasar semi modern yang sedang di kebut pekerjaannya ini, diharapkan dapat diberlakukan menjadi Kawasan Tertib Berlalu Lintas (KTL).

Hal tersebut mengemuka karena sering terjadinya kemacetan di wilayah tersebut, menurut Salah satu anggota KMPP Luki Lukman Hakim mengatakan, Parungkuda merupakan salah satu kawasan yang rawan macet dan rawan pelanggaran sehingga perlu adanya solusi untuk memecah permasalahan tersebut, yakni KTL yang harus secepatnya di wujudkan. 

Menurut dia, dalam mewujudkan KTL dibutuhkan masukan dari semua pihak sebab banyak hal yang menjadi penyebab kemacetan serta solusinya.

 "Semua pihak mendukung, karena memang di sana terjadi masalah kemacetan dan pelanggaran ingin ada sebuah penyelesaian. Sehingga, ketika ada program seperti ini masyarakat mendukungnya," ujar Luki.

Dirinya pun menambahkan, untuk menuju KTL harus dipertimbangkan berbagai aspek seperti adanya penertiban pedagang kaki lima (PKL), parkir liar, muat barang sembarang hingga penertiban tempat ngetem angkutan umum yang sangat komplek terjadi di jalur tersebut setiap harinya. 

Tak kalah penting, dibutuhkannya sarana pendukung salah satunya rambu-rambu lalu lintas. " Ya harus secepatnya di tindak lanjuti, jangan seolah-olah hal tersebut di abaikan oleh pemerintah," jelasnya.

"Selain itu saya lihat di jalur Jalan Nasional depan Stasion Parungkuda hingga Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Parungkuda kini trotoar yang seharusnya di nikmati oleh para pejalan kaki kini sudah menjadi milik mutlak para pedagang kaki lima dengan membangun secara permanen bangunannya, tak hanya itu lahan ini menjadi terminal bayangan," imbuhnya.

Sementara itu menurut Camat Parungkuda, Aep Saefullah menuturkan, terdapat sejumlah kawasan yang memiliki permasalahan kemacetan dan pelanggaran lalu lintas, namun Parungkuda saya rasa belum dilakukan penertiban karena pasar utama belum selesai pembangunannya.

"Persoalan ini memang harus secepatnya di selesaikan demi kepentingan masyarakat, namun untuk solusi bagi para PKL yang berjualan di trotoar dan di bahu jalan nantinya akan kita relokasi ke pasar Parungkuda yang sekarang sedang di genjot pembangunannya," ujar Camat.

Lanjut dia, sebelumnya pihak kecamatan Parungkuda sudah melayangkan surat himbauan agar para pedagang tidak melanjutkan kegiatannya karena sudah mengganggu arus lalulintas dan mengambil hak para pejalan kaki.

"Secepatnya akan kita tertibkan dan akan di lakukan penataan ulang agar semuanya dapat lancar kembali minimal bisa sedikit mengurai kemacetan dan kembalinya hak para pengguna jalan," pungkasnya.
Reporter : Anry

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply