» » » » » » » » Warga Bogor Tolak Transportasi Busuk

Menyusul adanya aksi mogok angkutan Kota (Angkot) di wilayah Bogor dan sekitarnya menimbulkan reaksi dari banyak pihak, apa lagi dengan adanya peumpang yang di turunin paksa dari angkot yang masih nekat menarik penumpang oleh sejumlah sopir angkot hingga membuat terlantar penumpang sepanjang hari selasa, (21/03) merupakan lanjutan aksi pada hari senin (20/03) sebelumnya.

Berbagai kritikan muncul dari berbagai pihak, salah satunya Adi Prabowo warga Ciawi Kabupaten Bogor. Dia mengungkapkan bahwa menolak angkutan yang menzolimi masyarakat sebagai penumpang yang seharusnya mendapatkan hak layanan dari angkutan.

"Kita harus berani menolak transportasi yang merugikan penumpang baik online maupun konvensional. Apa lagi angkuta kota mereka demo dengan menurunkan penumpang itu lebih dzholim lagi, giliran BBM naik harganya ongkos naik dan penumpang setuju aja, giliran BBM turun harganya malah ongkos tidak turun penumpang tidak pernah protes,"ucapnya.

Dia juga menyebutkan, pada saat demo kemarin (Senin 39/03) oleh angkutan umum penumpang disuruh turun l, bahkan ibu-ibu hamil, pelajar, anak-anak sekolah dan lain-lain.

"Itu dzholim banget, kenapa tidak ada respon pelanggaran tersebut? Apapun jasa angkutan itu bila tidak menghormati hak-hak penumpang, kenyamanan, aman, murah, pelayanan yang berkualitas kita harus tolak,"tegasnya.

Hal serupa juga di ungkapkan Dent Apit, angkutan yang seperti iti sudah merampas hak kenyamanan baik angkutan online apa umun karena penumpang tetap membayar.

"Di rampas itu hak kenyamanannya, mau angkutan online apa umun, tetap saja bayar,"ujarnya dengan logat sunda.
Hal lain juga disebutkan Adi Prabowo, kondisi ini ditambah dengan pemangku kebijakan melakukan pemutusan tanpa mengindahkan kekurangan dan kebusukan izin trayek-trayek angkot yang sudah tidak layak.

"Viralkan, sudah saatnya kita galang Rapat Akbar Penumpang Se-Bogor Raya di stadion Pakansari dan stadion padjadjaran. Jumlah angkutan umum busuk dengan rakyat penumpang banyak mana massanya ??? Apa perlu di baledog di tengah jalan ???. Pak Walikota harus arif dan bijaksana jangan mengeluarkan kebijakan karena tekanan, pikirkan rakyat penumpang yang terdzholimi,"geramnya.

Adi Prabowo juga mengungkapkan, mereka (angkuta-red) sudah keterlaluan mengabaikan keselamatan nyawa penumpang.

"Sekalian saja demo selamanya tidak usah ada angkot sakalian. ganti dengan angkutan BBG, AC, Nyaman, murah dan aman. Buat angkutan wara wiri dengan kartu berbayar, cara tersebut bisa mengantisipasi transportasi online. Buat Walikota Bogor, belajar secara melekat dengan turun ke masyarakat. jangan blunder membela kepentingan pengusaha transportasi busuk gemar demo memaksa menurunkan penumpang ditengah jalan. Silahkan demo sekeras-kerasnya ke pemerintah pusat, pemprov, pemkot dan pemkab, tapi jangan seenaknya menurunkan penumpang ditengah jalan. mikiiirrrrr ....kami ini penyambung nyawa anda wahai pengisaha jasa transportasi,"kecamnya dengan nada geram.

Sementara Sunyoto menyebutkan, intinya masyarakat butuh transportasi yang aman, nyaman, manusiawi dan murah. Apapun judulnya. Mau online kek , offline kek atau softlens.


"Adanya demo angkot di Bogor, bagaimana kondisi jalanan di kota bogor? Lancar dan nyamankah?,"ucapnya bertanya.
Reporter: Sumburi

About bidiknusantara com

Terima kasih telah mengunjungi Bidik Nusantara, Untuk informasi publikasi, liputan dan iklan hubungi redaksibidiknusantara@gmail.com atau 081317043003
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply