Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » » SDN Sukaresmi Kota Bogor Belajar Pengolahan Sampah Ke KSM Rangga Mekar

BOGOR KOTA-BidikNusantara
Dalam rangka memberikan pemahaman kepada dunia pendidikan terhadap pengelolaan sampah yang di sebut dengan generasi PANDAI LINGKUNGAN dengan HATI, KSM Rangga Mekar menerima kunjungan murid-murid SDN Sukaresmi.

Kehadiran para murid SDN Sukaresmi Kota Bogor ini mendapat pengarahan dari PJ TPS 3 R KSM Rangga Mekar, Ahmad yang memandu para Generasi PANDAI LINGKUNGAN dengan HATI dalam memanfaatkan Sampah Non Organik bernilai ekonomis menjadi kerajinan tangan ekonomi kreatif guna menambah nilai ekonomisnya dan dapat dimanfaatkan di Rumah Kreatif 3 R Nusantara dalam Taman Interaksi Warga dan Arboretum Ranggamekar sehingga mengurangi sampah yang dibuang ke ALAM / TPA.

Generasi PANDAI LINGKUNGAN dengan HATI dari SD Sukaresmi diajarkan cara-cara memanfaatkan kompos dari TPS 3 R dan hasil panen dari LRB / 3 bulan untuk media tanam dan memanfaatkan sampah non organik bekas minyak sebagai pengganti polybag dalam rangka "KITA JAGA ALAM dan ALAM JAGA KITA".

Menurut Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Konservasi dan Perubahan Iklim pada DLH Kota Bogor, Dian Herdiawan, dalam melaksanakan kegiatan Pengendalian dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Berbasis Masyarakat  bersinergi dengan Dinas Pendidikan Kota Bogor dan bergabung dengan TP UKS Kota Bogor dalam mewujudkan Sekolah Bersih Indah Sehat Asri / BISA Kota Bogor.

"Dalam setiap bulannya rata-rata ada 2 sekolah yang belajar bareng dalam pengelolaan sampah dimana para generasi PANDAI LINGKUNGAN dengan HATI diajarkan bagaimana memanfaatkan sampah menjadi sumbersaya dengan cara sampah dipilah sesuai jenisnya di sumber agar mempunyai nilai lingkungan dan nilai ekonomi serta mengurangi sampah dibuang ke alam atau TPA,"katanya.

Dian mengungkapkan, para Generasi PANDAI LINGKUNGAN dengan HATI diajarkan, pengelolaan sampah organik setelah dipilah dimanfaatkan untuk memfungsikan Lubang Resapan Biopori / LRB atau dikomposkan di skala rumah tangga dengan komposter.

"Sampah non organik bernilai ekonomi di tabung ke Bank Sampah. Residu dibuang ke TPS terdekat,"tuturnya.

Lanjut Dian Herdiawan mengatakan, sampah adalah salah satu pencemaran lingkungan yang paling dominan sehingga kita perlu memanfaatkan sampah sebagai sumberdaya sesuai amanat UU 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah dengan ruhnya yang diantaranya :

1. Sampah manjadi tanggung jawab bersama (perintah, swasta dan masyarakat) terutama masyarakat sebagai sumber sampah dan swasta sebagai pembuat produk yang akhirnya menjadi sampah).

2. Sampah adalah sumberdaya yang dapat mempunyai nilai lingkungan (kompos) dan nilai ekonomis (sampah non organik).


3. Sampah akan menjadi sumberdaya apabila dipilah sesuai jenisnya disumber.
Reporter: Sumburi

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply