» » » » » » » » » Persoalan Sampah Kali Baru Perlu Dukungan Semua Pihak

KAB.BOGOR-BidikNusantara
Dalam rangka menghindari banjir akibat luapan kali baru, Pemerintah Desa Bojong Gede melakukan normalisasi kali baru dan bahkan dengan dukungan pemerintah Kabupaten Bogor, Jembatan yang melintang Kali Baru di wilayah Kampung Sawah karena dianggap terlalu rendah dan menyebabkan penyubatan air akibat tertahan sampah yang menumpuk.

Untuk melihat langsung kondisi dilapangan Bupati Bogor, Hj Nurhayanti mengujungi lokasi ini, Jum'at (03/03). Dalam kesempatan itu, kepada sejumlah wartawan Bupati menyampaikan untuk menjaga kali tersebut perlu dilakukan oleh semua pihak.

"Kalau diwilayah ini adalah wilayah tengah atau midle, jika hanya dilakukan normalisasi di wilayah midle saja sementara tidak wilayah hulu masih membuang sampah di kali akan percuma. Saya rasa harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari hulu ke hilir,"katanya.

Pantauan Bidik Nusantara, sepanjang Kali baru ini terlihat masih banyak masyarakat yang menjadikan rumpun bambu di bibir kali sebagai Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) tanpa dilakukan pengolahan, akibatnya jika hujan turun sampah sampah ini akan tergerus air terbawa arus air kali.

Pemandangan ini terlihat mulai dari Kelurahan Sukaresmi Kota Bogor di perparah diwilayah dekat stasiun Cilebut yang hampir disetiap bibir kali terdapat penumpukan Sumpah di balik bangunan-bangunan yang berada di bibir kali wilayah ini.

Upaya pencegahan ini, hari sebelumnya yaitu Kamis (02/03) Kepala Bidang Pengolahan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Atis Tardiana yang di dampaingi Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Bogor Raya, Hermawan  mengunjungi pemerintah Desa (Pemdes) Cilebut Barat yang diterima langsung Kades Cilebut Barat, Muhadi.

Adapun maksud kunjungan tersebut dalam rangka mengajak kerja sama kepala desa dalam pengelolaan sampah dengan sistim berbasis masyarakat.

Mendengar pemaparan tersebut, Muhadi menyampaikan bahwa dilingkungan sebenarnya sudah ada sistim pengelolaan sampah dengan sistim bank sampah walaupun belum skala besar. Akan tetapi dengan sistim secara besar disampaikan Muhadi untuk wilayahnya sulit mencari lahan untuk pengolahan.

Lain halnya dengan Hermawan, dirinya optimis program yang ditawarkan yaitu POS PANDAI bisa dijalankan tinggal ada kemauan dari pemerintah desa mengajak masyarakat dengan memberikan pemahaman.

"Masalah lahan gampang, banyak Fasos atau fasum yang bisa di manfaatkan untuk pengolahan. Sekarang tinggal kadesnya mau komitmen apa tidak demi kepentingan bersama,"katanya.

Ketika disampaikan program ini kepada jajaran FKPM Cilebut Barat justru disambut baik, bahkan pihaknya siap membantu sosialisasikan ke masyarakat.

"Selama itu hal yang terbaik untuk masyarakat dan demi lingkungan kami siap membantu dan dilibatkan dalam program ini, tinggal bagaimana kita sampaikan kemasyarakat,"kata ketua FKPM, Sarijo.
Reporter: Sum

About bidiknusantara com

Terima kasih telah mengunjungi Bidik Nusantara, Untuk informasi publikasi, liputan dan iklan hubungi redaksibidiknusantara@gmail.com atau 081317043003
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply