Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » » Mr.Kan: Ahok Gubernur Terbaik Se-Asia?? Itu Bohong

Sering membaca berita yang menyatakan bahwa Ahok adalah Gubernur Terbaik Se-Asia membuat dirinya bingung dasarnya dari mana penilaian tersebut.


"Saya sering kali membaca kiriman kabar berita dari beberapa teman bahwa Ahok Gubernur terbaik se - Asia, Saya sangat bingung ya, berdasarkan pengamatan saya DKI Jakarta selama lima tahun di pimpin Ahok itu gagal total dan tetap berantakan dimana-mana (baca media online konfrontasi.com judulnya Ahok gagal pimpim Jakarta, ini buktinya, jelas sekali disana), katakanlah ada beberapa kali sungai aliran air yang terdahulu kotor banyak sampah kini bersih di bawah kepemimpinan Ahok, sudah membangun puluhan RPTRA tempat mainan anak - anak dan sedikit - sedikit lainnya, tapi masih sangat - sangat banyak lainnya diwilayah DKI Jakarta itu sangat berantakan, menurut pengamatan saya dengan jumlah APBD DKI Jakarta yang sebesar (+-) Rp. 350 Triliun rupiah selama lima tahun hasil Gubernur Ahok itu tidak sesuai sama sekali atau tidak sebanding sama sekali,"ungkap Mr Khan seperti di sampaikan kepada redaksi bidiknusantara.com, Selasa (28/03).


Dia menyimpulkan bahwa Gubernur Ahok gagal total, dirinya tidak tahu sumber dasar dari mana bisa memberitakan Gubernur Ahok terbaik se - Asia, itu sangat tidak jelas.

"Kalau memang begitu caranya, teman - teman saya juga bisa dong membantu saya menuliskan bahwa Mr.Kan manusia terbaik di dunia, tapi apakah benar penulisan itu ? Kadang saya sangat kecewa dan prihatin di saat membaca penulisan kabar berita yang tampak seakan ada sesuatu unsur yang tidak pantas dan tidak jelas asal usul isinya dalam penulisan tersebut, Saya menduga kuat seperti itu,"paparnya menegaskan.

Dia juga menyebutkan, ada juga kadang teman-teman mengabarkan bahwa banyak berita-berita penyebaran kebencian, itu ada yang benar dan ada yang tidak benar sehingga kita bisa diskusikan kembali.

"Contohnya kalau ada berita tentang kekurangan atau kegagalan Gubernur Ahok sering kali kabar burung bahwa adanya pembalasan dari kabar berita itu menuding kita telah menyebarkan kebencian, Intoleransi, dikriminalisasi, berpihak radikal, dipolitisir, kampanye hitam, isu sara serta hoax, takut kalah, hanya koruptor yang mau Ahok masuk penjara. Khusus hal ini justru saya mengamati selama dibawah kepemimpinan Gubernur Ahok banyak terjadi korupsi dan dugaan korupsi di DKI Jakarta yang mana pemberantasannya masih jauh dari kalimat tuntas, dan ada beberapa kasus korupsi dan dugaan korupsi yang mana proses pemberantasannya dan hasilnya tidak masuk akal sama sekali atau tidak dapat diterima oleh akal sehat kita yang waras dan lain sebagainya, disini justru banyak sekali terjadi korupsi,"urainya.

Menurut Mr Khan, balasan kabar berita semua ini banyak yang tidak benar, karena tidak sesuai dengan fakta dan kenyataannya. "Justru menurut saya kemungkinan besar ada oknum dan  pihak-pihak yang tidak bertangung jawab yang ingin berusaha memutar balikkan fakta dan kenyataan, ini yang saya sebut kabar berita pembodohan, kita jangan mau jadi korbannya,"tegasnya.

Disebutkannya, kita harus mengamati dan memahami perbedaan antara penyebaran berita kebencian dan berita positif, jelas keduanya ini sangatlah berbeda. Yang namanya penyebaran kebencian itu adalah isi utamanya bisa melanggar dugaan pelanggaran Undang - Undang ITE (Informasi Transformasi Elektronik) yang mana umumnya isi beritanya HOAX, sehingga mengandung unsur penyebaran kebencian, akan tetapi jika penyebaran berita positif itu adalah penyebaran kabar berita apa adanya atau memberitakan secara jujur dan adil (Jurdil) yang mana kabar beritanya telah memberitakan sesuai fakta dan kenyataan. Contohnya kata Mr Khan, di Televisi ada berita tentang dugaan korupsi, korupsi, daftar nama di panama papers, maling, pembohongan, penipuan, penggelapan, pembunuhan dan lain sebagainya ini tentunya berita di televisi kita bukan memberitakan kebencian kan, akan tetapi berita di televisi kita telah memberitakan kabar berita apa adanya yang sesuai fakta dan kenyataan.

"Seperti contoh kampanye hitam dan kampanye negatif itu berbeda, kampanye hitam dilarang sedangkan kampanye negatif itu diperbolehkan (buka internet baca semua jelas ada disana), kira-kira seperti itu lah perbedaan penyebaran berita kebencian dan berita positif yang sesuai fakta dan kenyataan itu harus bisa kita bedakan, jangan disamakan,"jelasnya.

Dia juga mengingatkan, siapa pun dia jika sampai dengan sengaja membuat berita pembohongan untuk pembodohan maka dia pasti berdosa dan bertanggung jawab setelah di akhirat nanti, sering kita sebut hidup ini ada karma dosa atau tabur tuai.


"Solusinya dari saya khusus untuk hal ini, Saya sangat menyarankan saudara-saudara dan teman-teman yang terhormat semuanya kalau membaca berita harus betul - betul sedikit lebih cerdas untuk mengamatinya, dan bisa memahami ketiga pemahaman ini yakni : Anality, Faktuality, Solutif dan harus coba memahami sedikit banyak tentang hukum dan Undang - Undang yang berkaitan di setiap permasalahan yang kita baca atau yang kita bahas. Maaf ya,  jika tidak saya sangat khawatir ada oknum - oknum yang tidak bertanggung jawab dapat sampai terjadinya terus-menerus memberitakan berita HOAX, jika sampai terjadi dengan sengaja mengabarkan berita HOAX itu artinya sengaja melakukan pembodohan, jadi kita jangan sampai mau menjadi korban memakan isu-isu berita HOAX,"pintanya.
Reporter: Sumburi

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply