» » » » » » » » Lagi-Lagi Sopir Guide Wisatawan Timur Tengah Mendapat Diskrimanatif Dari Petugas Bandara Soekarno-Hatta

Kehadiran Raja Salman ke Indonesia tidak membuat oknum Bandara Internasional Seokartno Hatta berbaik hati kepada wisatawan asal Timur Tengah. Contohnya beberapa hari belakangan masih ada saja tindakan yang tidak menyenangkan terjadi lagi di pintu kedatangan bandara internasiaonal Soekarno Hata.

Hal ini disampaikan oleh salah satu anggota Ikatan Pramu Wisata Puncak, Rahlchmat Saleh Meko Tonda kepada Bidiknusantara.com menyampaikan keluhannya, Kamis (09/03).

Menurut M. Tonda, peristiwa ini terjadi setelah petugas bandara mempertanyakan legalitas si pengemudi yang menurut mereka (petugas Bandara) telah melanggar tata aturan yang di terapkan di Bandara.

"Sementara  kami pengemudi telah menyatakan kalau kami bukan sopir yang sengaja mencari tamu disini tapi kami telah di telpon dari beberapa minggu sebelumnya dan antara kami dan si tamu sudah saling kenal, namun walaupun udah ber argumentasi tetap aja petugas memaksa untuk menurunkan tamu di parkiran dan mempersilahkan tamu menggunakan taksi yang sengaja atau taksi yang memang utusan dari Bandara,"katanya.

Lanjut M Tonda menjelaskan, yang sangat disayangkan kenapa para pengemudi puncak atau guide puncak tidak boleh mengambil atau menjemput tamunya sendiri di Bandara. Apa bedanya tamu yang di jemput dengan jemputan pribadi ini yang di pertanyakan.

"Apa emang Bandara milik segelintir pejabat sehingga para pengusaha rumahan tidak di perkenangkan mengambil atau mengantar tamu ke bandara,"tuturnya.

Sopir lain juga mengatakan "Kalau memang kami tidak boleh mengantar atau menjemput lalu apa salah kami dan kenapa kami saja yang di rajia kenapa tidak semua pengantar atau penjemput di rajia,"tutur pengemudi dilokasi.

Yang membuat para pengemudi kecewa, kenapa yang menahan atau merajia justru dari oknum aparat TNI dan Sekuriti.


"Bahkan ada kawan kami yang disiksa dan di aniaya seperti PKI bahkan sayapun pernah disiksa beberapa bulan lalu dengan menyuruh menggelinding roda dan pust up seperti penjahat dan sekarang saya mau minta keadilanya,"ucap M. Tonda yang katanya Ikatan Peramu Wisata Puncak di bawah naungan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon.
Reporter: Sumburi

About bidiknusantara com

Terima kasih telah mengunjungi Bidik Nusantara, Untuk informasi publikasi, liputan dan iklan hubungi redaksibidiknusantara@gmail.com atau 081317043003
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

2 komentar :

  1. Seharusnya para sopir guide timur tengah itu diberikan kemudahan untuk mencari rezekinya,,,, bukan malah dipersulit.... Sungguh PAYAH APARAT NEGERI INI

    BalasHapus
  2. Ini harus segera di laporkan ke Panglima TNI, krn byk aparat TNI yg terlibat

    BalasHapus