Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » » » Komite Warga Sentul City Tuding PT. Sentul City Menghindar Dari Kunjungan Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor

KAB.BOGOR-BidikNusantara
Sesuai dengan surat pemberitahuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor melalui Komisi III DPRD tertanggal 17 Maret 2017 nomor:172/103-DPRD yang ditujukan kepada Pengurus Komite Warga Sentul City (KWSC) dan di tandatangani oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor H Iwan Setiawan,SE untuk kunjungan kerja dalam menindaklanjuti persoalan yang menjadi tuntutan warga Sentul City kepada Management PT.Sentul City Tbk dibatalkan oleh pihak PT. Sentul City dengan alasan Presiden Direktur (presdir) sedang berada di luar negeri.

Dalam surat tersebut, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor ingin melakukan kunjungan kerja ke Kantor PT.Sentul City Tbk guna menindak lanjuti terkait surat pengurus Komite Warga Sentul City (KWSC) terkait bangunan dan pengelolaan tentang prasarana, sarana, utilitas perumahan dan pemukiman yang di keluhkan warga kepada PT.Sentul City Tbk.

Menurut Pengurus KWSC, Kunarso saat di konfirmasi terkait masalah ini mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti adanya penolakan oleh pihak PT Sentul City. Tbk.

"Saya tidak tahu kenapa ! Justru pengen tahu dari wartawan,"ujar Kunarso melalui pesan Whatsapp nya, Senin (27/03).

Kunarso mengatakan, bila dilihat dari urutan tanggal surat dari DPRD yang ingin melakukan kunjungan kerja pada tanggal 22 Maret 2017 dan dibalae dengan surat penundaan dari PT.Sentul City sehari sebelumnya tanpa penjelasan kapan akan dijadwalkan kembali.

"Lihat urutan tanggalnya, tanggal surat 17 Maret 2017 untuk kunjungan kerja tanggal 22 maret, sementara Surat balasan penundaan dari Sentul City sehari sebelumnya. Terus siapa yang akan menentukan waktunya ? Sentul City luar biasa berani menolak kunjungan DPRD tetapi anehnya pihak DPRD tidak merasa di lecehkan atas penolakan tersebut,"tukasnya.

Kunarso mengatakan bahwa  warga menganggap itu sebagai pelecehan PT Sentul City terhadap wakil rakyat. Kunarso juga mendengar alasan pihak Sentul City karena Presdirnya sedang ke luar negeri dan justru mempertanyakan kapan akan di agendakan tidak ada yang tahu karena dalam surat nomor:101 CORCOMM-SC/III-2017 yang ditujukan kepada DPRD Kabupaten Bogor Tanggal 22 Maret 2017 di tandatangani oleh Coorporate Communication Dept Head PT Sentul City Tbk, Budi Pruwanto prihal penundaan kunjungan kerja DPRD Kabupaten Bogor ke Kantor PT. Sentul City dan dalam keterangan surat dikarenakan Direksi dan tim teknis tidak berada di tempat.

"Itu alasan bohong, lihat urutan tanggalnya 17 surat DPRD untuk Kunker tanggal 22, Surat Penolakan SC sehari sebelumnya. Apakah Surat Penolakan sudah diterima pada tanggal yang sama ? Terus siapa yang akan menentukan waktunya ? Masa DPRD seolah-olah disuruh menghadap Sentul City kalau SC ada waktu. Warga menganggap itu sebagai pelecehan SC terhadap wakil rakyat,"katanya.

Saat ditanyakan, apakah baru ada agenda kunjungan dari DPRD semenjak warga melakukan aksi demo beberapa waktu lalu di kantor Bupati Bogor, Kunarso mengatakan bahwa memang baru ada agenda kunjungan itupun awalnya di tolak DPRD.

"Betul, itupun ditolak dulu. Selanjutnya, kapan dan apa lagi , gak ada yang tahu," tuturnya menanyakan.

Padahal kata dia, jika DPRD jadi datang, warga ingin menyampaikan beberapa poin tuntutan.


"Kami ingin menyampaikan beberapa hal antara lain: 
1. PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor menjual air ke SC dengan harga jauh lebih murah dari harga PDAM ke pelanggan masyarakat Bogor. Ini namanya PDAM memberikan subsidi kepada Perusahaan yang  notabene profit oriented. Contoh, PDAM jual ke SC Rp.3.000 permeter kubik, padahal PDAM jual ke masyarakat Rp. 7.200 permeter kubik. SC masih ambil untung lagi, jual ke warga SC Rp. 9.200 permeter kubik, 2. SC belum menyerahkan Fasum Fasos , padahal udah 20 tahun selesai,"paparnya.


Sementara itu, pihak PT. Sentul City melalui Coorporate Communication Dept Head, Budi Pruwanto mengakui adanya surat penundaan kunjungan kerja DPRD yang di tujukan kepada DPRD sehari sebelum waktu yang di tentukan.

"Iya pak, surat itu benar dan memang sebenar-benarnya karena Direksi dan tim teknis pada tanggal tersebut sedang tidak ada di tempat, kita sudah koordinasikan dengan DPRD agar bisa secepatnya bertemu lagi pak,"katanya tanpa menjelaskan secara detil waktunya.

Budi menjelaskan bahwa terkait penundaan kunjungan kerja DPRD tersebut karena direksinya sedang berada di luar negeri. Dijelaskan pula bahwa terkait hal itu diketahui sehari sebelumnya.

"Presdir sedang ke luar negeri, saya tahunya sehari sebelum kunjungan, penundaan masih dalam koordinasi cari waktu yang pas, kita kan menunda bukan menghindar,"kilahnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD, H Iwan Setiawan saat dikonfirmasi mengenai hal ini, membenarkan penundaan kunjungan kerja tersebut dari pihak PT Sentul City, namun politis Partai Gerindra ini belum bisa menjabarkan alasan dan bahkan pihaknya mengakui belum menerima surat penundaan tersebut.

Ketika diminta keterangan lebih lanjut terkait masalah tersebut, dikatakannya belum ada dan apakah sudah menerima surat penundaan dari PT. Sentul City akan di tanyakan ke Sekretaris Dewan (Sekwan).


"Belum kang, suratnya saya tanyakan ke Sekwan,"tuturnya singkat melalui pesan Whatsapp (Senin 27/03) dan hingga berita ini di turunkan belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak DPRD.
Reporter: Sumburi

















«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply