Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » » » » DLH Kabupaten Bogor Dan CSR Indocement Kunjungi Pengolahan Sampah UPK Sawargi Sadaya 45

KAB.BOGOR-BidikNusantara
Kepala Bidang Pengolahan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup Kbupaten Bogor, Atis Tardiana mengunjungi kegitan pengolahan sampah kelompok kegiatan UPK Sawargi Sadayana 45 yang berlokasi di Kampun Cigeger, RW 05 Desa Citeureup, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Rabu (29/03).

Dalam kunjungan tersebut, DLH Kabupaten Bogor juga didampingi oleh jajaran CSR PT Indocement yang diterima oleh Ketua RW 05, Sunarji Permana serta seluruh anggota kelompok kegitan di wilayah tersebut. Agenda kunjungan ini pula merupakan dalam rangka untuk mengetahui secara langsung kegiatan pengolahan sampah yang dilaksanakan oleh masyarakat yang tergabung dalam UPK Sawargi Sadaya 45 agar bisa mengetahui apa saja yang perlu difasilitasi kelompok ini oleh pemerintah Kabuupaten Bogor untuk memperlancar kegiatannya.

Manager CSR PT. Indocement, Dedi yang ketika itu didampingi oleh beberapa staffnya mengatakan, UPK Sawargi Sadaya ini merupakan salah satu dari 12 wilayah desa binaan melalui CSR PT Indocement

“Kami dari PT Indocement memiliki 12 Desa Binaan, salah satuny yaitu Desa Citeureup dan kebetulan di Desa Citeureup ada salah satudesa  yang berdekatan atau yang bersingggungan langsung dengan kita namanya Kampung Cigeger RW 05, dimana anak-anak muda disini dengan inisiatif sendiri mendirikan kelompok UPk Sawargi Sadayana 45 ini berupaya mengolah sampah sama air bersih,”kata Dedi saat dimintai keterangan.

Dedi mengatakan, begitu melihat anak-anak muda mempuyai keinginan seperti itu dan sudah terbentuk odengan sendirinya pihak Indocement masuk dan men-supprt guna memperbaiki fasilitas baik itu untuk pengolahan sampah maupun untuk sarana air bersih.

“Alhamdulillah dari tahun 2010 terus berjalan yang tadinya cuma 50 Kepala Keluarga (KK) penerima manfaat, sekarang pada tahun 2017 kurang lebih 300 KK penerima manfaat dipengolahan sampah dan sekitar 50 KK disarana air bersih, jadi perkembangannya cukup pesat di UPK ini. Yang kita gembira memang kemandirian mereka tinggi, jadi kita hanya memfasilitasi dan mereka tidak bergantung baik itu ke Indocement maupun pemerintah tetapi mereka terus berjalan sampai sekarang, tinggal kita tingkatkan lagi kapasitasnya dimereka tentang penguatan kelompoknya dan mungkin kita promosikan mereka lebih jauh supaya pengakuan dari pemerintah, dari pihak-pihak lain stake holder ke UPK ini meningkat,”tuturnya.

Tapi yang lebih penting kata Dia,  program ini bermanfaat dan terasaa oleh warga sekitar , kalau kunci suksesnya itu.  “Kalau mereka merasakaan manfaat untuk mereka dari program ini, program akan sukses tapi kalau tidak berarti program tidak bisa dikatakan sukses,”katanya dengan berharap kehadiran DLH dalam membimbing kelompok ini akan lebih berkembang dan dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat yang lebih luas,”ucapnya.

Sementara itu, Ketua RW 05, Sudarji Permana menceritakan, awal mula kampung ini pada saat tahun 2010 saat dirinmya mulai menjabatsebagai Ketua RW  belum seperti sekarang. Kegiatan ketika itu kata Sunaji hanya bergerak menlaksanakan pembangunan-pembangunan yang sudah menjadi tugas pokok dari pelayanan pemerintah.

“Awal di bentuk lingkungan hijau ini yaitu pada tahun 2010 di UPK Sawargi Sadaya 45 ini, kita mencoba menata masyarakat tentang membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan dan UPK Sawrgi Sadaya 45 ini belum memiliki bangunan dan lain sebagainya. Kita menggunakan bahan seadanya, dari pergerakan anak-anak muda yang tergabung di UPK Sawargi Sadaya 45 ini , mereka mengambil sampah dari masyarakat dan dikelola secara manual dengan pemahaman kita seadanya saja. Lalu masuk lirikan bantuan dari PT.Indocement  melalui CSR dengan membangun tempat yang layak, tadinya hanya beratapkan rumbia kalau sekarang mempunyai bangunan yang cukup layak,”tuturnya mengenang.

Dari situ lanjut Ia menuturkan,  sampah sudah dikelola, air bersih sudah dikelola tapi lingkungan belum hijau dan asri, pada saat pemerintahan RT berganti baru program ini dilaksanakan satu tahun kemarin dengan mengajarkan masyarakat dengan ruang lingkup yang sempit tetapi mempunyai tanaman, tanaman sayuran, obat-obatan, palawija dan tanaman hias.

“Awalnya kami ditolak karena kalau nananam itu di lahan pak RW, Pak RT tidak bisa di pekarangan, namun kami dengan ketua RW, Ketua RT dan Ketua UPK mencoba mengedukasi masyarakat dengan memiliki pekarangan yang sempit kita bisa menanam tanaman yang bermanfaat bagi masyarakat. Alhamdulillah, tahun ini adalah tahun gemar tanaman, jadi kronologis cerita berdirinya UPK Sawrgi Sadayanan berdiri dan sampai bisa Kampunng Cigeger RT 04 RW 5 ini bekerja sama dengan PT. Indocement, Ketua UPK Sawargi Sadayanan 45 dan MNC 45 Kampung Cigeger menjadi kampung kunjungan. Alhamdulillah kemarin dari Kalimantan sudah datang studi banding kesini dan dari Jawa Tengah sudah datang kesini dan tahun ini kita mengikuti lomba Praksa Prasada 2017 Tegar Beriman Award tingkat Kabupaten Bogor mewakili kecamatan Citeureup,”tuturnya semangat.

Dia juga menceritakan,  dari awal berdiri kegiatan ini penuh dengan perjuangan dan tidak mudah seperti membalikan telapak tangan, perlu kesabaran, perlu kekuatan mental, karena mengedukasi masyarakat itu tidak mudah tapi dengan seiring waktu semua berjalan sesuai rencana.  Masyaraakat yang sadar, masyarakat yang cinta dengan lingkungan, masyarakat yang tidak membuang sampah sembarangan dan bagaimana sampah menjadi teman dan bagaimana sampah menjadi barang yang bernilai, mengubah sampah menjadi kompos, sampah plastik menjadi uang. Walaupun kita dalam tahap ini juga masih membutuhkan uluran tangan atau bantuan dari pemerintah Kabupaten Bogor khususnya Desa Citeureup. Kita berharap ada bantuan karena kita butuh pelatihan, kita butuh tambahan ilmu tentaqng tanaman dan bagaimana mengolah limbah menjadi uang,”jelasnya.

Tahun ini atau 3 bulan lalu terangnya,  pihaknya sudah  membuka Bank Sampah namanya Bank Sampah MNC 45 dan sudah memiliki nasabah  sekitaR 40 orang lebih. “Kita laksanakan Migsih atau minggu bersih sebagai penggiatnya anak-anak muda. Jadi kalau hari minggu mereka bersih-bersih kampung sambil mengumpulkan sampah dan sampahnya di bawa ke Bank Sampah untuk di tambung. Target kami adalah Kampung Cigeger harus menjadi Kampung kunjungan wisata, maka dari itu kamiterus melakukan innovasi dan terus menambah ilmu pengetahuan tentang pengelolaan sampah, lingkungan dan sebagainya,”pungkasnya.
Reporter:Sumburi

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply