» » » » » » » » Budayawan Mudah Bogor Dukung Program Logam Cerdas

Penemuan tekhnologi yang disebut oleh penemunya "Logam Cerdas" membuktikan alam Indonesia sangat kaya akan sumber daya alam  yang dimiliki dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia, alam yang memiliki banyak kandungan mineral, logam dan lainnya sebagai bahan baku energi.

Adalah tim "Kesatria Muda teknologi Holistik Indonesia" yang merupakan gabungan dari berbagai kalangan untuk energi  alternatif yang mereka sebut sebagai teknologi "Logam cerdas", penemu nya adalah  Dicky Zainal, teknologi ini mampu menghasilkan energi listrik dengan memanfaatkan air atau buah atau daun sebagai bahan utama pembangkit listriknya.

Untuk air bisa dipergunakan berbagai jenis  air seperti; air mineral, air kopi, air kelapa, air teh, air berkarbonat. Untuk buah contohnya adalah jeruk, pepaya dan semangka. Produk dari logam cerdas berupa produk pembangkit listrik mini  yang berfungsi sebagai penerangan, dan bisa juga dipergunakan untuk Batrei mobil dan lain-lain sesuai ukuran dayanya.

Menurut Argha Aditia, saat di jumpai di stand pameran Wirausaha Muda Mandiri (WMM) yang di selenggarakan di IPB Convention Center, sabtu (11/2) menjelaskan, semua unsur yang digunakan merupakan unsur dari alam.

"Bahan dasar masih di rahasiakan, ini  menjadi batrei 20 ampere bisa untuk cas hape, atau 54 Ampere untuk Accu Mobil dengan bantuan batuan karbon beranomali magnetik 200 mm mikrotesla,"katanya.

Saat ditanyakan, apakah sumber energi ini dapat dipasarkan secara luas, dikatakannya bahwa sumber energi yang berbahan  logam cerdas ini bisa di produksi secara masal.

"Namun saat ini target kami adalah untuk peningkatan ekonomi masyarakat dalam mewujudkan 2000 desa mandiri melalui teknologi berbasis energi rakyat yaitu Logam cerdas, air dan listrik, begitu tutur Argha aditia,  Finalis Nasional WMM 2017 dengan nama Usaha -Ksatria Muda teknologi Holistik indonesia, kategori Teknologi non digital.


Sementara itu, Budayawan muda Ali Khan yang aktif di berbagai komunitas, seperti  Komunitas SADA JAGAD , JCI BC, HMB, paguyuban BAKATUL dan lain-lain yang juga tim dalam proyek ini dalam keterangannya mengatakan bahwa budaya adalah pembentuk peradaban, ada 7 unsur pembentuk suatu peradaban disebut berbudaya
1. Religi (ritual-spiritual )
2. Teknologi. 
3. Sosial kemasyarakatan  
4. Ilmu pengetahuan umum  
5. Ekonomi 
6. Bahasa ,dan 
7. Kesenian  
Jadi, teknologi termasuk bagian dari 7 unsur Budaya.


Setiap wilayah kata Ali Khan, punya ciri budaya masing-masing, baik cara ritualnya, bahasanya, teknologinya, dan lainnya, semua punya ciri masing-masing yang sesuai dengan alam setempat dan manusia nya.

"Hasil budaya kearifan lokal itu pasti selaras frekwensinya dengan alam dan manusianya, makanya teknologi logam cerdas ini salah satu jalan untuk mengenalkan kembali pada kekayaan sumber daya alam sunda-land kita yang ramah lingkungan,"papar sosok yang biasa disapa Wan Ali ini.

Lanjut Wan Ali menyebutkan, teknologi Sunda itu teknologi super canggih namun ramah lingkungan, peneliti barat pun mengakui, bahwa Sunda-land adalah peradaban awal di muka bumi ini.

"Teknologi yang mau di angkat oleh tim 'Kesatria Muda Tekhnologi Holistik Indonesia' ini berbasis dari kajian-kajian teknologi sunda purwa yang sebetulnya sudah sangat super canggih, salah satunya logam cerdas ini,"jelasnya.

"Mari kita buka mata, buka pikiran dan buka hati, banyak yang bisa kita lihat dari peninggalan-peninggalan kuno/purba, yang sampai saat ini manusia sekarang tidak mampu membuatnya, level teknologi manusia saat ini pun masih bingung untuk mengimbangi pembuatan peninggalan-peninggalan tersebut," tambah Ali Khan.

Ali memberikan contoh di Gunung padang –cianjur (jawa Barat-Indonesia), batu-batu berpola  dan menumpuk, peneliti sudah memuat sketsanya bahwa  tumpukan batu itu sampai ke bawahnya, adalah salah satu jenis Piramida, yang bahkan lebih tua puluhan ribu tahun  dari piramida di mesir. Batu-batuan yang menumpuk di atasnya pun unik, batu yang mengandung logam, batu ini berpola, seperti gamelan yang bila dipukul akan mengeluarkan SADA atau bunyi yang manusia saat ini pun belum mampu membuatnya, batu-batu itu jelas buatan tangan, bukan terbentuk secara alamiah karena di sekitaran sana batu-batunya tidak seperti itu.


"Saat pembuatannya pasti memakai teknologi metalurgi yang lebih canggih dari manusia saat ini, mereka mampu memadukan batu dan logam dalam satu bentuk berpola. Itu hanya contoh kecil, kalau kita cermati masih banyak peninggalan-peninggalan purbakala yang unik juga apik bentuknya di berbagai bagian dunia kita, apalagi di negri kita ini (sunda-land) sebagai pusatnya, yang  jika manusia modern saat ini membuatnya bahkan masih belum mampu, jadi kami para Budayawan Muda Bogor, siap dan mendukung kajian dan temuan teknologi sunda ini,"pungkas Ali.
Reporter: Sumburi

About bidiknusantara com

Terima kasih telah mengunjungi Bidik Nusantara, Untuk informasi publikasi, liputan dan iklan hubungi redaksibidiknusantara@gmail.com atau 081317043003
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply