» » » » » » » » » » » » 100 Pelajar SMP Dan SMA Di Kabupaten Bogor Ikuti Aksi Tolak Jadi Target Rokok Di Monas

Sebanyak100 pelajar SMP dan SMA dari 10 sekolah asal Kabupaten Bogor mengikuti aksi "Tolak Jadi Target" di Gerbang Monumen Nasional (Monas) Jakarta, Sabtu, 25/2/2017.

Mereka bergabung bersama ratusan pelajar dari 90 kota di Indonesia untuk menuntut  agar sekolah, sebagai Kawasan Tanpa Rokok benar-benar bersih dari rokok dan iklan rokok. Hal ini disampaikan Lisda dari Yayasan Lentera koordinator kegiatan ini.

Memurutnya, aksi ini adalah salah satu rangkaian acara yang sudah dimulai sejak bulan September 2016. Para pelajar penolak iklan rokok di KTR mendapat binaan oleh Yayasan Lentera Anak. 

Dari mulai sosialisasi berbagai aturan, pemberian wawasan terkait industri rokok dan dampak negatif jauh lebih besar ketimbang positifnya.


"Aksi dukungan tolak iklan rokok di KTR kepada masyarakat, penurunan iklan rokok di KTR, hingga aksi puncak Tolak Jadi Target yng berlngsung di Monas,"katanya.
           
Sementara pembimbing dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, Susilawati Kasi SMP pada Disidik mendampingin murid-murid SMP dan SMA dari 10 Sekolah yang di Kabupaten Bogor dalam mengikuti kegiatan Tersebut.

Terkait dengan Kabupaten Bogor,Djasepudin,Koordinator Jaringan Sahabat Publik sekaligus Pendidik ini mengatakan,sejatinya Bogor selangkah lebih maju ketimbang kota/kabupaten lainnya. Sebab di Kabupaten Bogor sudah keluar Perda Nomor 8 Tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Ini bisa menjdi payung hukum untuk meminimalisasi jumlah pengguna dan korban dari rokok dan iklan rokok.


Sayangnya kata dia, seperti perda-perda yang ada, Perda No. 8/2016 pun nyaris mati suri. Bagai kerakap di atas batu, hidup segan mati tak mau. Bagaimna tidak, sejak perda itu lahir dan resmi ada nyaris semua masyarakar tidak tahu. Bahkan, ketika saya tanya ke sejumlah PNS di lingkungan Pemkab Bogor banyak yang tidak tahu.

"Ini sebuah keironisan. Aparat pemerintahnya saja nyaris tidak peduli, bagaimana dengan warga yang mesti dilayaninya,"tukas pria yang akrab disapa Djadjas ini.

Dikatakannya, lalu bagaimana pula terkait sosialisasi dan implementasi. 
                        
"Dalam tataran ini, bagi saya, hal itu menununjukkan kepada kita, bahwa generasi tua, terkhusus aparat pemerintahan kurang peduli pada nasib anak-anak di masa kini dan akan datang,"tutur Djadjas.

Sebab itu kata dia, rokok dan industri rokok dengan berbagai kamuflasenya menjadikan pelajar dan anak-anak sebagai target regenerasi pecandu rokok.


"Dengan demikian saya, kami semua mendesak aparat pemerintah, termasuk di Kabupaten Bogor untuk lebih serius dalm membunyikan Perda KTR,"pungkasnya.
Reporter: Sumburi

About bidiknusantara com

Terima kasih telah mengunjungi Bidik Nusantara, Untuk informasi publikasi, liputan dan iklan hubungi redaksibidiknusantara@gmail.com atau 081317043003
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply