» » » » » » » » » » Tak Mampu Bayar Biaya Rumah Sakit Rp. 126 Juta, Bayi Malang Di Rumpin Butuh Bantuan

KAB.BOGOR-BidikNusantara
Nasib malang menimpa Arya Bima Cahya, bayi berjenis kelamin laki-laki berumur sekitar 5 bulan. Anak dari pasangan Agus Murdianto (25) dan Uum Umdah (22), warga Kampung Cijengir RT 03/01 Desa Cipinang, Kecamtan Rumpin, Kabupaten Bogor Jawa Barat hanya bisa tergolek lemas selama tiga (3) bulan di RS Eka Hospital Tanggerang Selatan. 

Pasalnya, bayi malang tersebut sejak lahir dalam kodisi tidak normal yaitu memiliki penyakit jantung bawaan PDA yang diketahui setelah berumur 1 bulan. Meskipun sudah dua kali melakukan tindakan ligasi jantung namun kondisinya tidak kunjung membaik ditambah dengan kondisi paru sebelah kiri yang tidak mampu mengembang secara sempurna di karenakan ada indikasi penekanan pembuluh darah.

Agus, ayah dari bayi malang tersebut menuturkan, pihak Rumah Sakit telah menyarankan untuk segera melakukan bedah CABG terhadap putra pertamanya itu agar permasalahan pada jantung dan parunya bisa teratasi dan bisa lepas dari alat bantu ventilator, karena arya sudah terlalu lama menggunakan alat bantu ventilator dan di khawatirkan akan terkena infeksi akibat terlalu lama menggunakan ventilator yang dapat memperburuk kondisinya.

"Kondisi arya untuk saat ini sudah optimal untuk dilakukan tindakan operasi tahap dua. Namun operasi belum bisa dilakukan karena kami terbentur dengan masalah biaya operasi, biaya untuk operasi bedah sendiri sebesar Rp 126.000.000," urainya.

Masih kata Agus, sedangkan biaya perawatan Arya yang terakhir yaitu pada tanggal 07 Januari 2017 sudah mencapai Rp 225 Juta rupiah. "Saya orang tua bekerja sebagai staf elektrikal dengan gaji 3,2 juta perbulan dan sekarang harus di potong 1 juta perbulan untuk mencicil biaya perawatan yang sedang berjalan," ungkapnya dengan nada sedih.

Atas kondisi yang dialaminya, kini kedua orang tua bayi malang tersebut hanya bisa berharap ada pihak-pihak yang memberikan perhatian ataupun membantu biaya pengobatan terutama pada Pemerintah Kabupaten Bogor. 

"Kami orang tua Arya sangat mengharap bantuan dari para dermawan agar anak saya bisa segera melakukan tindakan operasi CABG, supaya arya bisa lepas dari alat bantu ventilator dan bisa segera sembuh serta bisa berkumpul bersama adik kembarnya Arya Bima," harap Agus.

Terpisah, Uce selaku Ketua RT setempat membenarkan bahwa warganya itu di Rawat di RS Eka Hospital Tanggerang Selatan. Ia juga sudah berusaha membantu untuk proses pembuatan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari Pemerintah Desa dan Pemerintah Kecamatan, karna menurutnya, RS Eka Hospital tidak dapat menggunakan BPJS.

"Iya bener nama Bayi Arya sedang di Rawat di RS Eka Hospital Tang Selatan, saya juga sudah membuatkan surat keterangan tidak mampu karna RS Eka Hospital tidak bisa pakai BPJS. Nama yang bersangkutan kerja dan ngontrak di BSD, jadi lebih dekat ke RS Eka Hospital," jelasnya.

Untuk diketahui, Patent Ductus Arteriosus (PDA) merupakan suatu kelainan jantung bawaan. Duktus Arteriosus, sebentuk saluran yang menghubungkan antara arteri pulmonalis yang berasal dari bilik kanan jantung ke paru dengan aorta yang berasal dari bilik kiri jantung dan membawa darah kaya oksigen ke seluruh tubuh tidak menutup setelah bayi dilahirkan. Jadi, saluran duktus tidak menutup. Jika keadaan normal, saluran duktus tersebut buka tutup.
Reporter: Ozos/Ibra/Tadin

About bidiknusantara com

Terima kasih telah mengunjungi Bidik Nusantara, Untuk informasi publikasi, liputan dan iklan hubungi redaksibidiknusantara@gmail.com atau 081317043003
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply