» » » » » » » » » » Lewati Batas Tahun, Proyek Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor Belum Juga Rampung

KAB.BOGOR-BidikNusantara
Pencapaian visi-misi Kabupaten Bogor terus menemui hambatan. Hal itu ditegaskan dengan serapan anggaran dan sejumlah proyek pembangunan belum kunjung rampung meskipun sudah pergantian tahun. Salah satunya proyek pembangunan kantor Kecamatan Sukajaya. Hal ini dikemukakan Djasepudin, Koordinator Jaringan Sahabat Publik (JSP) Bogor melalui siaran persnya yang disampaikan kepada Bidik Nusantara.
                                                         
Menurut Djasepudin, proyek senilai lebih dari Rp. 6 miliar setengah itu dalam lelang pada tahun lalu dimenangkan oleh PT Daksina Persada. Perusahaan yang berkantor di Menteng, Jakarta Pusat itu harus mengerjakan proyek pembangunan di puncak bukit di Desa Pasirmadang. Dalam bahasa Sunda pasir berarti bukit.

"Menentukan membuat kantor di puncak bukit adalah sebuah pilihan lokasi yang terlalu berani dan dipaksakan. Ketika saya kunjungan langsung ke lokasi hembusan angin memang sangat besar. Pantas saja, di sekeliling kantor proyek banyak berdiri kolecer, semacam baling-baling terbuat dari bambu, kayu, dan dedaunan. Selain angin kencang, puncak bukit itu pun rawan terjadi longsor. Sebab jika terjadi hujan otomatis tanah mudah terkikis,"ungkap Djasepudin.                                                                    
Djasepudin juga menegaskan. alasan keterlambatan apapun susah diterima akal sehat. Sebab proyek itu sudah direncanakan sejak pertengahan tahun lalu serta biaya penuh dari APBD Kabupaten Bogor. Jadi, tidak perlu ada alasan karena geografis, hujan, atau transportasi. Sebab hal itu sudah mesti diantipasi sejak jauh-jauh hari. 

"Karena terlambat, sejatinya pelaksana, konsultan, dan pengawas proyek yang didanai duit rakyat Kabupaten Bogor itu harus dikenai denda harian, sesuai dengan jumlah hari keterlambatan. Sebab, jika dibiarkan, ini menjadi penegas asumsi aturan memang untuk dilanggar. Itu bahaya. Rakyat pula yang dirugikan. Jika ada pembiaran, itu pun menegaskan bahwa iklim pembangunan dan usaha konstruksi di Kabupaten Bogor masih sakit,"tukasnya..                                                                     
Kejanggalan lain dari proyek ini lanjutnya, adalah di bagian depan proyek tidak ada papan pengumuman terkait pengerjaan proyek. Belakangan, ada papan pengumuman yang ditempel di bedeng/rumah sementara kuli bangunan. "Tetapi ini pun aneh. Sebab jumlah dana ditulis tangan (tulisan lain dicetak/diprint). Di papan pengumuman pun tidak tercantum titi masa kapan mulai dan akhir pembangunan proyek. Ini pun mengindikadikan tiadanya akses transparansi dan keternukaan,"jelasnya.                                                   
Karena kurang terbuka pula kata Djasepudin, sejumlah pegawai bangunan itu tidak tahu apa-apa terkait rincian hal ihwal proyek. Sedangkan pengawas dan konsultan di lokasi proyek sulit ditemui. 

"Ternyata, proyek pembangunan Kantor Kecamatan Sukajaya itu pun kurang peka sosial. Sebab kuli bangunannya sebagian besar didatangkan dari luar warga Bogor. Sedangkan warga Sukajaya itu sendiri beberapa yang saya temui tidak tahu apa-apa,"urai Djasepudin.                          

Dia juga menjelaskan, ketika memerhatikan kondisi bangunan dan luasannya, "Saya berpikir, konstruksi seperti itu terlalu mahal memakan biaya lebih dari 6 miliar setengah rupiah. Lazim di konstruksi umum, permeter biasanya hanya perlu dana Rp 3.000.000. Sedangkan proyek Kecamatan Sukajaya, berlipat-lipat dari harga normal. Dengan demikian, kami mendesak Pemkab Bogor agar berbuat yang bijak, cepat, dan tepat. Harus diberi tindakan dan hukuman kepada pemenang proyek tersebut. Sebab hal itu terkait langsung dengan pelayann masyarakat dan keteraturan pemerintahan. Selanjutnya, karena ini uang rakyat, sebaiknya dan seharusnya aparat hukum di daerah dan pusat bahu-membahu proaktif dan progresif untuk menelisik, menyelidik, dan menyidik proyek Kecamatan Sukajaya hingga tuntas secara utuh dan menyeluruh,"pungkasnya menegaskan
Reporter: Sumburi 

About bidiknusantara com

Terima kasih telah mengunjungi Bidik Nusantara, Untuk informasi publikasi, liputan dan iklan hubungi redaksibidiknusantara@gmail.com atau 081317043003
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply