» » » » » » » Damkar Tak Mau Berdesakan Dengan Kantor BPBD, Kadis Damkar Curhat Ke Bupati

KAB.BOGOR-BidikNusantara
Terkait dengan keberadaan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan yang masih satu atap dengan BPBD, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Epi Rupali mengakui bahwa kapasitas ruangan serta lahan untuk kendaraan yang masuk kurang memadai dan dipaksakan meski pun harus berdesak-desakan. 

"Jika kita melihat dari kapasitas ruangan memang tidak memungkinkan sebetulnya, dengan jumlah kendaraan besar yang masuk kurang lebih 13 unit damkar diantaranya 4 unit damkar besar dan 9 unit damkar yang kecil. Begitu juga dengan kapasitas ruangan, maju kena, mundur kena. Jadi maju kita susun mejanya kena juga beradu," paparnya di hadapan Bupati saat menghadiri peresmian dan petingatan HUT BPBD Kabupaten Bogor Ke 6, Di Gedung BPBD Kabupaten Bogor, Jalan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Rabu (11/1/17).

Meski demikian, di gedung yang baru ini pihaknya tetap melakukan optimalisasi tugas pokok dan fungsi yang sudah dijalankan."Karena kami merasa bahwa Dinas Pemadam dengan BPBD adalah sebagai saudara kembar, jadi dimana ada BPBD disitu ada dinas Damkar,"ujarnya.

Makmur menambahkan, untuk sementara sebagian Petugas Damkar saat ini masih siaga di gedung yang lama. Hal itu juga dikarenakan alat komunikasi atau nomor telepon yang digunakan oleh tim masih di gedung yang lama. "Kemungkinan hari Kamis akan dialihkan dan semua kendaraan sudah dipindahkan ke gedung baru ini," imbuhnya. 

Menanggapi hal itu, dalam arahannya Bupati Bogor, Nurhayanti meminta agar kedua dinas yakni BPBD dan Dinas Damkar menyikapi hal tersebut dengan arif. Perubahan SOTK ini merupakan satu keharusan sesuai dengan Permendagri nomor 18 tahun 2016. "Ketika kita membangun gedung ini dinas damkar masih satu kesatuan dari BPBD, tetapi dengan adanya SOTK baru mengharuskan damkar menjadi dinas. Saya minta ini bisa disikapi dengan arif oleh kedua dinas yang sama-sama memberikan pelayanan kepada masyarakat," tegas Bupati.

Bupati mengatakan, dalam hal itu Pemkab Bogor masih mencarikan solusi serta merencanakan akan membangun gedung baru untuk Dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan. "Mudah-mudahan di tahun 2018 sudah terwujud, dan semua dinas di Kabupaten Bogor sudah memiliki gedung sendiri,"kata Nurhayanti.

Dalam kesempatan itu, Nurhayanti juga mengapresiasi kinerja BPBD dalam penangganan bencana di Kabupaten Bogor. Menurutnya, dalam penanganan bencana yang dilakukan BPBD Kabupaten Bogor selama ini jauh lebih cepat dan lebih dirasakan manfaatnya oleh para korban bencana.

"Saya juga mengucapkan terima kasih, relokasi korban bencana dengan menyediakan bangunan tipe 36 dengan luas tanah 100 meter untuk masing-masing korban bencana sudah dapat dilaksanakan di 3 lokasi, salah satunya di Pangleseuran,"ungkapnya.

Dikatakannya, staf yang ada di BPBD dan Staf di Dinas Pemadam Kebakaran tetap satu rumpun. "Karena damkar terlahir dari BPBD. Disamping itu BPBD dan Dinas Pemadam merupakan armada yang siap untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,"pungkas Nurhayanti. 

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor Koesparmanto mengungkapkan, bergabungnya Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan di gedung BPBD, pihaknya tetap menganggap dinas tersebut adalah bagian dari keluarga besar BPBD. "Kami tidak membeda-bedakan dan tetap melakukan kerjasama sesuai tupoksi masing-masing,"singkatnya.
Reporter: Ibra

About bidiknusantara com

Terima kasih telah mengunjungi Bidik Nusantara, Untuk informasi publikasi, liputan dan iklan hubungi redaksibidiknusantara@gmail.com atau 081317043003
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply