Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » Temukan Keunikan Masyarakat Baduy Bersama Tim Wisata Halimun


Perjalanan tim Wisata Halimun melakukan perjalanan menembus perkampungan Baduy beberapa waktu lalu tidak lain adalah untuk merasakan keindahan, keunikan serta kehidupan masyarakat Baduy yang hingga kini masih mempertahankan adat istiadat yang dimiliki. Hasil perjalanan ini bukan hanya untuk dinikmati oleh tim Wisata Halimun saja melainkan untuk para wisatawan yang ingin mengunjungi masyarakat Baduy tentunya dengan dipandu oleh tim Wisata Halimun yang akan siap memanjakan anda wisatawan bila berkunjung ke tempat ini.

Berikut sekilas cerita berjalanan tim Wisata Halimun yang ditulis oleh  M. Faizal mengisahkan hasil perjalanannya.

Selamat datang di batas bentangan kabel listrik, batas moda transportasi modern yang ada hanya kaki sendiri untuk berjalan. Babakan Jaro adalah gerbang pertama sekaligus kampung terluar masyarakat adat urang Kanekes yang berbatasan langsung dengan Ciboleger (bukan baduy). Berubahnya arsitektur rumah modern menjadi rumah panggung bermaterial alam.Serta jalan paving blok di kawasan Ciboleger yang masih bisa dilalui kendaraan bermotor menjadi jalan setapak berbatu merupakan tanda telah masuk diareal wisata sapa budaya yang berada di dalam kawasan adat Urang Kanekes yang lebih dikenal dengan istilah suku Baduy.

Kampung Babakan Jaro merupakan pusat pemerintahan adat urang Kanekes juga menjadi sentral wisata etnik Baduy Kanekes. Terdapat rumah Jaro yang selain menjadi rumah dinas Jaro atau kepala desa, juga digunakan sebagai tempat mengisi data masuk dan keluarnya wisatawan atau tamu yang berkunjung ke kawasan adat Urang Kanekes. Segala aturan adat yang diberlakukan untuk tamu akan disampaikan secara lisan di rumah Jaro ini. Bagi tamu yang akan bermalam, sebagian besar rumah panggung di Babakan Jaro telah siap dan bisa digunakan untuk homestay.

Biasa dikenal dengan sebutan Kadu Ketug 1, kampung Babakan Jaro menjadi sentral niaga bagi masyarakat Kanekes sekaligus menjadi pasar tradisional yang menjajakan oleh–oleh asli Baduy untuk wisatawan. Kearifan lokal yang manis lagi nyata bisa dipelajari di Babakan Jaro, dimana tidak ada masyarakat yang memajang barang dagangannya di halaman apalagi di bahu jalan. Masyarakat Kanekes di Babakan jaro menggunakan teras rumahnya sendiri untuk berjualan . 

Dengan begitu kesemrautan tidak tampak seperti pasar – pasar tradisional pada umumnya. Saat golok, pisau, koja, kempek, gelang teurep, lomar, kain tenun dan kriya etnik juga hasil hutan asli Baduy lainnya dipajang rapih di atas teras bilik bambu dan di bawah naungan daun Kirai akan tampak lukisan indah yang digurat oleh tangan – tangan pemegang kearifan lokal Baduy Kanekes.


Tidak hanya menjual buah karya asli Baduy. Seperti pada masyarakat Kanekes di Baduy Luar lainnya, masyarakat Baduy Luar di Babakan Jaro pun memproduksi sendiri kriya etnik asli Baduy. Dimana setiap rumah di Baduy Luar termasuk di Babakan Jaro, terdapat seperangkat alat tenun. Selain bisa memiliki pernak – pernik asli Baduy wisatawan yang berkunjung bisa mengetahui bahkan ikut belajar bagaimana caranya memproduksi kriya etnik asli Baduy Kanekes.

Bukan hal yang sia – sia bila menyapa budaya Baduy Kanekes. Gudang ilmu, cermin kehidupan, keharmonisan dalam hidup tampak nyata di setiap sudut kampungnya. Saat hari terang, Babakan Jaro akan penuh dengan interaksi sosial yang damai. Dan bila malam datang, keheningan bersama kegelapan menjadi selimut yang hangat bagi siapa saja yang bermalam di Kanekes. 
Reporter: Bidik Nusantara bersama Tim Wisata Halimun

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply