Curug Leuwi Hejo Salah Satu Destinasi Wisata Kabupaten Bogor

Curug Leuwi Hejo Salah Satu Destinasi Wisata Kabupaten Bogor

Bidik Nusantara
Kamis, 23 Oktober 2014

www.bidiknusantara.com
BOGOR – Bidik Nusantara
Kabupaten Bogor merupakan daerah yang memiliki kekayaan alam sangat tinggi, kekayaan alam, wilayah Kabupaten Bogor yang merupakan daerah perbukitan sehingga memiliki panorama alam yang indah, tidak salah jika Kabupaten Bogor memiliki sejumlah destinasi wisata alam yang sangat banyak tersebar di beberapa wilayah kecamatan di seluruh Kabupaten Bogor.

Salah satu obyek wisata yang saat ini menarik perhatian wisatawan domestic adalah salah satu destinasi wisata yang berada di Kampung Wangun Cileungsi RT 01 RW 11, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Tempat ini menjadi buah bibir wisatawan karena memiliki daya tarik yang luar biasa yaitu Air Terjun Hijau (Curug Hejo) yang berada di Kaki Bukit Hambalang dan di area Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) Perhutani.

Menurut salah satu warga Kampung Wangun Cilengsi RT 01 yang bernama Engkos, awal mula Curug ini dikenal oleh masyarakat luas ketika ada sejumlah siwa dan guru-gurnya dari Bekasi yang datang untuk camping kenaikan kelas dan mereka mandi di Curug Tersebut. Foto-foto dari para pelajar tersebut terunggah di sejumlah Sosial Media (Sosmed) baik Facebook maupun Twitter sehingga mengundang perhatian masyarakat luas untuk mengunjungi tempat ini. “Dari situ pak mulai banyak yang berkunjung ke Curug Leuwi Hejo ini,” uajr Ogel sapaan akrabpnya.

Ogel menjelaskan, melihat banyak pengunjung itu yang pada akhirnya masyarakat berinisiatif memperbaiki jalan yang menuju Curug tersebut agar pengujung nyaman ketika berkunjung, walaupun masih berbentuk tanah merah. Tetapi untuk sementara bisa dilewati oleh pengunjung yang akan berwisata ketempat tersebut. Dia juga menuturkan bahwa sebenarnya nama aliran sungai tersebut adalah sungai Cileungsi, karena pancaran air ketika terkena sinar matahari berwarna hijau maka di sebut Leuwi Hejo dan kebetulan berada jauh dibawa kaki bukit Kecil. “Kamipun sangat senang dengan adanya kunjungan wisatawan ketempat tersebut sehingga dapat berdampak nilai ekonomi bagi masyarakat disini,” ujar Ogel.
Tetapi Ogel mengharapkan, pemerintah sudah harus mengatur regulasi pengelolaan tempat ini agar bisa memberi manfaat bagi masyarakat, karena jika dibiarkan akan memnculkan oknum-oknum yang mengatasnakan masyarakat dengan menarik retribusi menuju Leuwi Hejo. “Saya berharap Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Camat Babakan Madang dan Kepala Desa Karang Tengah membetuk pengelolaan oleh masyarakat tentunya bekerja sama dengan pihak perhutani agar keberadaan obyek wisata ini tertata dengan baik,” harap ogel.
Untuk menuju ke obyek wisata Curug Hejo, pengunjung harus menempuh jarak lebih kuran 15 kilometer dari pintu gerbang Sentul City hingga menuju kampung Wangun Cileungsi, Pengujung dapat menitipkan kendaraan baik roda dua maupun roda empat di rumah Ogel atau warga lainnya dan menempuh jalan kaki dengan jarak lebih kuran 3 kilo meter menuju Curug Leuwi Hejo. Bagi kendaraan roda dua bisa juga membawa kendaraannya hingga tempat parker tempat retribusi yang biasa di jaga oleh beberapa warga, tetapi jalan yang menuju kearah ini masih berbentuk tanah merah dan berbatu dan rikan terhadap kecelakaan.

www.bidiknusantara.com
Sebelum masuk menuju curug, pengunjung harus merogok kocek Rp. 5000 perorang kepada sejumlah warga yang menjaga dan ketika membawa kendaraan roda dua untuk penitipan parker di patik Rp. 5000, dari sini pengunjung harus kembali berjalan sekitar 500 meter untuk sampai obyek yang di tuju.

Salah satu pengujung Yosi Herdiana Sofyan yang di temui oleh Bidik Nusantara dilokasi menuturkan, seharusnya Pemerintah Kabupaten Bogor lebih jeli melihat obyek wisata seperti ini karena merupakan aset yang harus dipelihara yang akhirnya bisa menjadi target PAD, tetapi sepertinya masih acuh-acuh saja. “Saya saja mendengar dari rekan saya orang Bekasi yang memberitahukan bahwa ada obyek wisata yang bagus di wilayah ini, sayapun berkunjung dengan teman dan melihat sangat bagus namun belum di kelola dengan baik. Ini saya kali kedua berkunjung kesini membawa tempan-teman sekantor karena mendengar cerita saya hingga akhirnya pengen kesini,” tutur warga Arzimar Kelurahan Tegal Gundil Kota Bogor ini.

Wanita yang juga merupakan anggota Backpacker Bogor ini menyatakan, penarikan retribusi wajar jika retribusi jelas peruntukannya, seperti untuk membangun fasilitas, seperti memperbaikin jalan, kamar bilas dan tempat sampah sehingga tempat ini masih bisa terjaga dengan baik dan tetap terlihat natural. “Ya, kita juga sebagai pengunjung harus mawas diri jika mebawa makanan ataupun minuman berbahan plastic jangan di buang sembarangan agar tempat ini tetap terjaga kebersihanya dan tidak tercemar,” pesannya.


www.bidiknusantara.com
Namun ketika Bidik Nusantara hendak menemuai Kepala Desa Karang Tengah H. Suhandi Widiapranata sedang tidak ditempat begitupun dengan Sekdesnya H. Mulyadi Anwar. Satu lagi pesan bagi pengujung, jika musim penghujan diharapkan tidak mengujungi lokasi ini karena rawan kecelakaan, hal ini dikarenakan jalan yang menuju obyek masih labil dan tanah merah juga dikahwatirkan banjir bandang yang tiba-tiba mengahadang. (Sum)