Bidik Nusantara

Kamis, 27 Februari 2020

Ciptakan Posyandu Mandiri, Kader Posyandu Desa Waringinjaya Dibekali Peningkatan Kapasitas

KAB.BOGOR - Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) yang dikelola dari, oleh, untuk, dan bersama guna memberdayakan serta memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar.

Sebagai perwujudan dari peran serta masyarakat tidak serta merta hadir dan bergerak dengan sendirinya, dukungan pemerintah desa terhadap keberadaan dan kesinambungan posyandu terus diupayakan. Seperti yang dilakukan Pemerintah desa (Pemdes) Waringin Jaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. 

Berbagai kebijakan telah dibuat oleh Pemerintah Desa Waringin Jaya, melalui bermacam kegiatan dan program yang telah dilaksanakan, agar posyandu tetap eksis dan menjadi gerbang terdepan pemberdayaan masyarakat, salah satunya melalui kegiatan peningkatan kapasitas Kader Posyandu yang dilaksanakan di Aula Kantor desa Waringinjaya, Kamis (27/2/2020).

Kepala Desa Waringinjaya, Rohmat,SE melalui Rusdi selaku Sekretaris desa menuturkan, kegiatan peningkatan kapasitas kader posyandu diikuti oleh 80 orang peserta dari 14 posyandu yang ada di Desa Waringinjaya.

"Posyandu merupakan salah satu sarana kesehatan berbasis masyarakat seperti layanan kesehatan ibu dan anak, peningkatan kapasitas ini sangat penting untuk memberikan pengetahuan tentang tugas dan peran kader posyandu disamping pemahaman terkait pelayanan terhadap masyarakat, juga dari sisi administrasi agar lebih baik lagi," tutur Rusdi saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurutnya, ketika seluruh kader sudah meningkatkan kapasitasnya, maka akan sangat berdampak pada peningkatan kesejahteraan di sekitar posyandunya masing-masing. Disamping tugas dan peranan, para peserta (Kader Posyandu) diberikan materi tentang bagaimana cara untuk meningkatkan strata posyandu, dari Posyandu Madya ke Posyandu Mandiri dengan menghadirkan Pokja desa, pihak dari Puskesmas Kemuning dengan pemateri dari Posyandu dan Pokjanal Kecamatan Bojonggede.

"Karena komitmen kita, di tahun 2020 ini harus bertambah 1 Posyandu Mandiri. Saat ini di desa waringin jaya telah memiliki 14 Posyandu dan semuanya memiliki gedung sendiri," paparnya.

Ia berharap, hasil dari kegiatan ini dapat diaplikasikan serta memberikan motivasi dan meningkatkan kapasitas para kader posyandu, mulai dari pencatatan buku KIA hingga laporan pendanaan yang sehat. (IB)

Pemdes Dan Warga Tarikolot Kompak Perbaiki Jalan Industri Secara Swadaya

KAB.BOGOR - Gerah dengan kondisi jalan rusak dan menungu perbaikan dari Pemkab Bogor yang belum tentu kapan terealisasi Pemdes bersama warga Tarikolot kompak perbaiki jalan industri secara swadaya pada malam hari. Rabu, (26/2/2020).


Kepala desa Tarikolot menjelaskan aksi kompak kerja bakti warga untuk memperbaiki Jalan Industri yang rusak milik pemkab Bogor itu, karena rasa ketidak sabaran menunggu perbaikan entah kapan terealisasi dan menjaga jatuh korban dari pada pengendara yang melintas.

"Aksi Swadaya Pemdes dan warga Tarikolot mendapat suport dari PT Ricky Group memperbaiki jalan Industri dengan menimbun batu makadam sesuai dengan rekomendasi dari PUPR" jelas WK sapaan Wawan Kurniawan saat melaksanakan kerja bakti.

Menurutnya, masalah jalan Industri yang berlubang dan rusak parah sebelumnya ramai menjadi perbincangan di media sosial(medsos) terutama Fb, yang hanya melihat kondisi jalan rusak terletak di depan kantor desa Tarikolot.

Dengan banyak keluhan warga di medsos mengenai kondisi jalan Industri Ketua BPD Tarikolot Sri Purwadi menegaskan kepada warga, untuk menyampaikan keluhannya ke Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bukan melalui media sosial.

"Jika warga ada permasalahan atau keluhan, baiknya disampaikan kepada BPD supaya jelas, jangan menyampaikan permasalahan atau keluhan di medsos," tegas Sri Purwadi.(Din)

Tiga Toko di Kota Bogor Hangus Terbakar

KOTA BOGOR - Tiga Toko di Jalan Klenteng Kelurahan Bababakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, hangus terbakar.

Informasi yang di himpun api yang menghanuskan tiga ruko tersebut berasal dari konsleting listrik.

Salah seorang warga, Oban (58) Tahun menerangkan sekitar pkl. 04.00 WIB mendengar seperti suara petasan dari dalam rumah toko. "Saya mendengar bunyi seperti petasan berturut-turut dari dalam rumah/Toko Sembako milik Bpk. Dani kemudian Ada percikan api makin lama makin membesar dan api merambat ke toko sebelah," ucapnya.

Ia menjelaskan, petugas Damkar datang pada pkl. 05 00 WIB untuk memadamkan api, namun kebakaran sudah menghanguskan tiga Toko. " 

"Alhamdulilah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, api dapat dipadamkan dengan mengerakan enpat unit damkar Kota Bogor dibantu  Sat Pol PP Kota Bogor," ujar Oban. (Doy)

Rabu, 26 Februari 2020

Majukan Desa, Unesa Surabaya Kolaborasi Bersama Pemdes Poko

PONOROGO - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melakukan penjajakan kerjasama dengan sejumlah desa yang ada di Bumi Reyog Ponorogo.

"Kunjungan hari ini ke Desa Poko, Kecamatan Jambon merupakan penjajakan Kerjasama Unesa dengan desa mitra di Kabupaten Ponorogo untuk kegiatan Pemberdayaan Masyarakat," kata Lutfi selaku Dosen Unesa Surabaya, Rabu (26/2/2020).

Kades Poko Khoirul Huda mengucapkan terimakasih kepada Dosen dari Unesa Surabaya yang sudah mau berkunjung ke wilayahnya dalam rangka penjajakan kerja sama Kuliah Kerja Nyata (KKN) berkelanjutan antara Desa Poko dan Unesa Surabaya. "Yang jelas kami mewakili masyarakat sangat mendukung program ini," katanya.

Kades termuda di Ponorogo bagian barat itu juga menjamin keamanan mahasiswa selama melaksanakan KKN di Desa Poko. "Kami pastikan nanti mahasiswa dan mahasiswi dari Unesa Surabaya yang melakukan KKN di Desa Poko dapat tempat tinggal yang aman dan tentunya gratis," ungkap Khoirul.

Ia berharap KKN Unesa Surabaya memberi manfaat dan kemajuan bagi masyarakat. "Harapan saya dengan adanya KKN Unnesa nanti bisa memberikan maanfaat bagi Pemerintah Desa Poko dan masyarakat Desa Poko,"imbuhnya.

Selain itu, lanjut Khoirul, melalui KKN Unesa bisa diketahui potensi Desa Poko yang nantinya bisa dikembangkan. "Sehingga bisa digali pontensi-potensi yang ada di Desa Poko baik dari segi ekonomi pendidikan maupun kebudayaan dan tentunya untuk perubahan serta kemajuan Desa Poko," pintanya.

Pihaknya menaruh harapan besar kepada Unesa, Karena kata dia, banyak kerjasama dalam berbagai bidang. "Ke depan Desa Poko bisa terus bekerja sama dengan Unesa tidak hanya melalui KKN saja tapi juga bisa kerja sama di bidang pendidikan misalnya pemuda pemudi Desa Poko yang kuliah di Unesa dapat keringanan, bahkan mungkin bisa gratis," harap Khoirul.

Solikin selaku Ketua Karang Taruna Cempaka Muda Desa Poko mengaku siap bekerjasama dengan Unesa. "Saya mewakili teman-teman Karang Taruna Cempaka Muda selalu siap bekerja sama dengan mahasiswa dan mahasiswi Unesa yang melaksanakan KKN," katanya.

Ia meminta peserta KKN bisa ikut memberdayakan masyarakat. "Selain itu kami minta prioritaskan untuk program KKN nanti bidang pemberdayaan masyarakat sehingga masyarakat Desa Poko bisa berdaya menuju Desa Poko yang bangkit dan maju," pungkas Solikin.(NC)

MENDAMBAKAN KEADILAN SOSIAL

Oleh : Jaya Suprana

Syukur Alhamdullilah, saya beruntung tergolong warga Indonesia yang bisa menikmati nikmatnya kemerdekaan Indonesia. Namun sayang setriliun sayang, tidak semua sesama warga Indonesia seberuntung saya. Masih banyak warga Indonesia belum bisa menikmati nikmatnya kemerdekaan Indonesia. 

Kenyataan tersebut merupakan bukti tak terbantahkan bahwa sila ke lima Pancasila yaitu Keadilan Sosial Untuk Seluruh Rakyat Indonesia belum terejawantahkan di persada Nusantara masa kini. Untuk sementara ini Keadilan Sosial hanya hadir secara terbatas untuk sebagian kecil rakyat Indonesia.

KEBERPIHAKAN
Berdasar dukungan dari para sahabat  seperti Prof. Frans Magnis Suseno, Prof. Mahfud MD, Prof. Salim Said, Dr. Yasonna Laoly, aktivis senior Haryono Kartohadiprojo S.H, pejuang kemanusiaan Ignatius Sandyawan Sumardi, pejuang kebudayaan Aylawati Sarwono dll, saya sempat mencoba ikut berpihak kepada para warga yang belum menikmati nikmatnya kemerdekaan Indonesia. Maka saya berupaya ikut mencegah jangan sampai warga Bukit Duri digusur secara sempurna melanggar hukum. 

Namun kemudian saya harus menghadapi kenyataan bahwa diri saya cuma seorang insan manusia yang tidak berdaya apa pun. Terbukti pada tanggal 28 September 2016, saya tak berdaya mencegah warga Bukit Duri digusur secara sempurna melanggar hukum akibat  de facto  mau pun  de jure  tanah dan bangunan yang digusur masih dalam proses hukum di Pengadilan Negeri mau pun PTUN. 

Tidak kurang dari Prof Mahfud MD dan DR. Yasonna Laoly menegaskan bahwa tanah dan bangunan yang masih dalam proses hukum dilindungi undang-undang agar jangan disentuh apalagi digusur dengan alasan apa pun juga. Jika nekad digusur berarti penggusur melakukan pelanggaran hukum secara sempurna. 

PN & PTUN
Namun rasa sedih yang menyelinap ke lubuk sanubari saya agak terhibur setelah kemudian PN mau pun PTUN resmi memenangkan gugatan warga Bukit Duri. Saya berbesar hati bahwa keadilan telah dipersembahkan kepada warga Bukit Duri yang telah terlanjur jatuh menjadi korban penggusuran secara sempurna melanggar hukum atas nama pembangunan. 

Meski kemudian para pendukung kebijakan penggusuran rakyat gigih melancarkan serangan jurus public relations demi pembunuhan karakter warga Bukit Duri rame-rame dihujat sebagai para pemberontak yang subversif melakukan perlawanan terhadap kebijakan pemerintah. 

Malah saya sebagai pihak yang berpihak kepada rakyat tergusur juga tak ketinggalan ikut habis-habisan dihujat sebagai tua bangka botak buncit bau tanah ingin melestarikan kemiskinan. Bahkan kemudian pihak tergugat melakukan naik banding ke Pengadilan Tinggi. 

PENGADILAN TINGGI
Ternyata Pengadilan Tinggi juga sepaham dengan Pengadilan Negeri dan PTUN untuk memenangkan gugatan rakyat kecil. Maka rasa bersyukur saya bertambah dengan rasa bangga bahwa negara saya ternyata merupakan negara hukum yang menjunjung tinggi keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga hukum idak tajam ke bawah sambil tumpul ke atas. 

Saya bangga bahwa bangsa Indonesia telah mempersembahkan keadilan secara adil sesuai sosok patung Dewi Keadilan memegang neraca keadilan dengan mata tertutup sehingga tidak pandang bulu terhadap siapa pun juga yang dianggap melanggar hukum apalagi secara sempurna. Namun pihak tergugat tetap gigih tidak mau menyerah kalah maka kembali naik banding kali ini ke Mahkamah Agung. 

MAHKAMAH AGUNG
Kali ini, saya benar-benar kena batunya! Ternyata Mahkamah Agung sama sekali tidak sepaham dengan Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi mau pun Pengadilan Tata Usaha Negara. Secara sempurna bertolak belakang dengan vonis PN, PT dan PTUN, ternyata MA memenangkan pihak tergugat yang sudah divonis bersalah oleh majelis hakim PN, PTUN dan PT. 

Vonis MA disambut dengan sorak-sorai gegap-gempita oleh para pendukung kebijakan menggusur rakyat namun di sisi lain disambut deraian air mata para warga miskin yang telah kehilangan tempat bermukim akibat digusur secara sempurna melanggar hukum atas nama pembangunan.  

BANJIR
Pada musim musibah banjir, juga tampak jurang kesenjangan sosial. Ada warga yang beruntung karena kebetulan bermukim di kawasan yang bebas banjir namun ada pula yang kurang beruntung akibat kebetulan bermukim di kawasan berlangganan banjir. Yang kurang beruntung masih terbagi menjadi dua nasib. Yang bernasib kurang beruntung kebanjiran namun kebetulan bernasib cukup berada bisa langsung mengungsi ke hotel. 

Yang bernasib kurang beruntung kebanjiran sambil juga kebetulan bernasib miskin terpaksa harus pasrah tidak bisa mengungsi ke hotel.  Segenap fakta itu makin meyakinkan saya bahwa Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia sebagai sila Pancasila memang belum terwujud.  

Saya bersyukur sebagai warga negara Indonesia beruntung dapat ikut menikmati nikmatnya kemerdekaan bangsa, negara dan rakyat Indonesia. Namun saya merasa prihatin bahwa belum semua warga Indonesia seberuntung saya. Masih banyak sesama rakyat  Indonesia belum dapat ikut menikmati nikmatnya kemerdekaan bangsa, negara dan rakyat Indonesia. Sila ke lima Pancasila untuk sementara ini masih berbunyi Keadilan Sosial Untuk Sebagian Kecil Rakyat Indonesia saja. 

Insha Allah, kita semua sebagai warga bangsa Indonesia segera menghentikan perilaku saling membenci, saling melecehkan, saling menghujat, saling memfitnah demi bersatupadu dalam gigih berjuang mengejawantahkan sila ke lima Pancasila menjadi kenyataan di persada Nusantara nan gemah ripah loh jinawi, tata tenteram kerta raharja. MERDEKA !

Penulis : Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

(MTH)

Satlantas Polres Barut Laksanakan Kegiatan Kampung Pelopor Berlalu Lintas

Muara Teweh – Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Kabupaten Barito Utara, Polda Kalteng melaksanakan kegiatan korve dalam rangka pembuatan gapura "Kampung Pelopor Keselamatan berlalu lintas.

Kegiatan tersebut berdasarkan Surat Telegram Kapolda Kalteng yang ditujukan ke Kapores jajaran tentang pembuatan "Kampung Pelopor Keselamatan Berlalu lintas", jelas Kasatlantas AKP Asdini Pratama Putra S.IK, mewakili Kapolres Barut, AKBP Dodo Hendro Kesuma.

Satlantas Polres Barut melakukan kordinasi kepada Ketua RT.20A yang ditunjuk / contoh sebagai Kampung Pelopor Keselamatan berlalu lintas

Sehubungan hal tersebut diatas Personel Satlantas Polres Barut menindak lanjuti apa yang menjadi perintah. Sebagai tindaklanjut telegram tersebut, Polres Barut mengambil langkah – langkah sebagai berikut saling bahu- membahu dan berterima kasih dengan Satlantas Polres Barut dengan kegiatan yang dimaksud.

Kegiatan Satlantas Polres Barut 25/2/2020 dengan cara bergotong royong bersama warga membangun gapura dan umbul-umbul,  rambu-rambu serta pembuatan marka jalan di jalan Mawar Kel.Melayu Kec.Teweh Tengah Kab.Barut, guna untuk  meningkatkan
Kesadaran Berlalu Lintas

Peserta kegiatan Kasatlantas Polres Barut, KBO Sat Lantas Polres Barut, Kanit Patroli Satlantas Polres Barut, Kanit Regident Sat Lantas Polres Barut, Kanit Dikyasa Satlantas Polres Barut, Anggota Sat Lantas Polres Barut, Ketua RT.20A H.EDDY KURNIE dan warga.

Sat Lantas Polres Barut juga mengajak agar warga yg berada disekitar dapat mematuhi aturan dan tata tertib berlalu lintas serta menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.

"Kami mengajak warga agar warga yang berada disekitar dapat mematuhi aturan dan tata tertib berlalu lintas serta menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Kegiatan selesai sekitar  jam 11.00 wib Selama kegiatan berlangsung  aman dan tertib," kata AKBP Andini Pratama Putra S.IK selaku KasatLantas. (Hison)

Budi Murdika: RUU Omnibus Law Sanagat Menyesatkan Para Buruh

KOTA BOGOR - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Bogor melaksanakan aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kota Bogor, Rabu (26/02/20).

Ketua DPC SPN Kota Bogor, Budi Murdika mengatakan, aksi demo tersebut untuk menolak RUU Omnibus Law dan Penegakan Supremasi Hukum Ketenagakerjaan.

"RUU Omnibus Law sanagat menyesatkan para buruh, upah pekerja dihitung perjam, pekerja dikontrak seuumur hidup, dan tidak ada perlindungan hukum untuk para pekerja (red-buruh) oleh karena itu kita menolak RUU Omnibuus Law," kata Budi saat orasi.

Dirinya menganggap RUU tersebut akan menyengsarakan para pekerja dan lebih parah dari yang sebelumnya.

Selain hilangnya upah minimun, pesangon dan outsorcing seumur hidup serta karyawan kontrak seuumur hidup. Waktu kerja juga eksploitatif.

"Tenaga kerja asli minim skill atau buruh kasar, berpotensi masuk ke-Indonesia. Dan, jaminan sosial hilang dengan adanya outsourching seumur hidup," jelas Budi.

Tentunya, kata dia, dengan karyawan kontrak seuumur hidup, PHK sudah pasti dipermudah. Dan yang paling parah adalah hilangnya sanksi pidana unuk pemilik usaha diganti dengan sanksi administratip," ungkap Budi mengakhiri orasinya.(GN)