Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

Warga Kelurahan Baranangsiang Desak Pemkot Bogor Mencabut Izin Adamar Asian Resto

KOTA BOGOR - Warga Jalan Binamarga RT 04/RW 11, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mencabut izin Adamar Asian Resto. Hal itu lantaran restoran tersebut diduga telah menyalahi perizinan.

Salah seorang warga, Asrie Yuniaty mengatakan bahwa ia beserta keluarganya hampir satu tahun tak nyenyak tidur lantaran suara gaduh yang berasal dari dalam restoran. 

"Tiap malam saya selalu nelepon manajernya agar suara musik dikecilkan. Bahkan di tempat tersebut juga jual miras. Anak saya tiap hari telat terus sekolah, karena rumah kita bersebelahan," ungkapnya kepada wartawan, Minggu (21/10).

Awalnya, kata Asri, pihak Adamar meminta izin untuk membuat restoran, namun seiring waktu berjalan tempat tersebut justrru berubah menjadi diskotek. "Terus terang kami merasa terganggu dengan adanya tempat tersebut," imbuhnya.

Ia mengaku telah empat kali melayangkan surat kepada Pemkot Bogor yang ditujukan kepada walikota, yang ditembuskan ke Satpol PP, Polsekta Bogor Timur, dan Camat Bogor Timur.

"Sudah empat kali, dua kali saat Pak Usmar menjabat sebagai Plt Walikota dan kedua kalinya saat Bima Arya kembali aktif menjabat sebagai walikota," paparnya.

Kendati demikian, tambah dia, hingga kini belum ada tanggapan apapun dari Pemerintah Kota Bogor terkait surat tersebut. 

"Sampai sekarang belum ada action. Intinya kami minta tempat itu ditutup, sebab kami merasa dibohongi. Izin awal restoran mengapa menjadi diskotek," ucapnya.

Hal senada diungkapkan oleh sang suami, Deni Eka Jaya Putra. Menurutnya, keberadaan tempat tersebut sangat mengganggu kehidupan keluarganya. 

"Karena kan rumah kami bersebelahan dengan tempat tersebut," ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP, Danny Suhendar menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap pengelola Adamar. 

"Kami akan segera melakukan pemanggilan dalam waktu dekat. Tetapi sebelumnya kita mau kroscek semua perizinannya," jelas Danny.

Danny juga mengaku bahwa sebelumnya sudah ada pengaduan serupa terkait tempat tersebut. "Sudah pernah ada pengaduan, dan kami datangi. Saat itu mereka berjanji takkan mengulangi," katanya.

Seharusnya, sambung Danny, apabila perizinannya restoran, tempat tersebut harus beroperasi seperti seharusnya. "Kalau restoran, ya harus beroperasi layaknya restoran," pungkasnya.(MTH)

PANITIA PILKADES LEUWEUNGKOLOT SOSIALISASIKAN VISI MISI LIMA CALON KEPALA DESA

KAB. BOGOR - Pemilihan Kepala Desa Leuweung Kolot, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Yang tinggal sepekan lagi tepatnya 28 oktober 2018, kesibukan panitia semakin padat dalam melaksanakan tahapan dari mulai prehelatan hingga Hari pemungutan, penghitungan dan hasil penetapan calon terpilih. Seperti yang tengah dilaksanakan di gedung SDIT Rahmatan Lil Alamin desa Leuweung Kolot, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Lima Calon Kepala Desa Leuweungkolot yang menyampaikan visi misi yaitu
1. JUMAT SAPUTRA. S.Kom.I
2. SUWARDI
3. KOMARIAH. S.Ip
4. JATMIKA FAJAR SASMITA
5. INDRA KUSUMA DINATA. S.H
yang didampingi masing masing tim sukses sebagai suporter, dihadiri oleh tokoh masyarakat serta masyarakat setempat.

Penyampaian visi misi ini dilaksanakan untuk menunjukan kepada masyarakat Desa Leuweung Kolot tetap kondusif, serta bagaimana cara mencoblos agar dalam melakukan hak pilih sah," hal itu diungkapkan Ketua panitia Iwan.S.Pd, kepada wartawan. Minggu, (21/10/2018).

Iwan menuturkan, ini kita lakukan sebagai pembuktian bahwa Desa Leuweungkolot, sangat kondusif, seperti tadi visi misi calon umum nya ingin bagaimana Desa Leuweungkolot ini maju dan sejahtera.

kami juga sebagai panitia harus memberikan sosialisasi seperti apa mencoblos surat suara yang sah dan tidak sah, serta surat suara yang di stempel dan ditanda tangani, serta nanti di TPS akan di buat kan tiga pintu, pintu A, yang surat suaranya di tanda tangani Ketua, Pintu B sekretaris dan Pintu C oleh wakil ketua," pungkasnya. (Iyas)

Maju di Dapil Bogor Selatan, Oentoeng Suhartono Siap Menangkan Pileg 2019

KOTA BOGOR - Pertarungan meraih kursi DPRD Kota Bogor pada Pileg 2019 ini, di ikuti oleh para Calon Legislatif (Caleg) dari berbagai kalangan dengan memiliki latar belakang berbeda beda. Seorang pengusaha grosir sepatu Oentoeng Suhartono membulatkan tekad ikut bertarung dalam pesta demokrasi lima tahunan ini dengan maju sebagai Caleg DPRD Kota Bogor dari Partai Demokrat Dapil 3 Bogor Selatan.

Pria yang malang melintang di usaha grosir sepatu khas Ciomas, Cikaret dan Ciapus ini, terjun ke dunia politik dan maju di Pileg, karena ingin membawa kemajuan bagi Kota Bogor kearah yang lebih baik, terutama mengangkat kemajuan para Pedagang Kaki Lima (PKL).

"Saya ingin membawa itikad baik untuk kemajuan masyarakat Kota Bogor agar lebih baik lagi. Semua bisa berhasil, bisa gagal, tergantung dari bagaimana kita menjalankannya. Jangan sampai kita menjadi 'sebuah tikus yang mati di lumbung padi' karena kita selama ini berada di Kota Bogor, tetapi tidak merasa memiliki Kota ini, makanya banyak hal hal yang terbuang percuma," ucap Oentoeng, Minggu (21/10/18).

Caleg nomor urut 6 yang sudah memiliki 3 orang anak buah pernikahan dengan Etty Imbarpratiwi ini memiliki sejumlah motivasi maju di pertarungan Pileg. Diantaranya mengukur potensi serta idealisme untuk berbuat lebih baik dan lebih luas bagi seluruh masyarakat Kota Bogor. Kalau selama ini yang dilakukan hanya sebatas satu wilayah, tetapi sekarang lebih luas mencakup 16 Kelurahan di Kecamatan Bogor Selatan sebagai Dapil di Pileg.

"Selama ini kita hanya mengurus atau memperhatikan 100 sampai 200 orang saja, namun sekarang berbeda, ribuan orang akan menjadi perhatian untuk berbuat baik, menampung aspirasi, mengadvokasi atau memperjuangkan masyarakat dintingkat bawah atau kalangan lemah agar diperhatikan pemerintah. Sebenarnya orang orang seperti kita bisa banyak berbuat karena kita ini praktisi dan karena kita berangkat dari pengusaha itu kan berarti kita orang yang bergerak langsung," jelasnya.

Oentoeng juga memohon doa restu dan dukungannya dari seluruh masyarakat di wilayah Kecamatan Bogor Selatan. Saat ini, ia juga terus melakukan sosialisasi dan kampanye dengan membuat simpul simpul kantong suara ditingkat Kelurahan, RW dan RT.

"Saya menargetkan menang dengan meraih suara terbanyak. Untuk meraih kemenangan itu, saya maksimalkan turun langsung menemui warga," pungkasnya. (MTH)

Erni Rohaini Perkuat Peta Politik Bersama Salah Satu Caleg Kabupaten Bogor

KAB. BOGOR - Berbagai upaya untuk meraup suara masyarakat dan mendapatkan kursi di Pemilihan Legislatif (Pileg) terus dilakukan oleh masing - masing Calon Legislatif (Caleg), seperti hal nya yang dilakukan oleh Erni Rohaini.

Caleg DPRD Provinsi Jawa Barat nomor urut dua dari partai Nasional Demokrat (Nasdem) dapil Kabupaten Bogor ini, terus melebarkan sayap silaturahmi dan memperkuat sosialisasi peta politik dengan caleg Kabupaten Bogor dapil VI, Manuar Manurung.

Erni mengatakan, melakukan mitra atau tandem dengan caleg wilayah bertujuan mensolidkan usulan - usulan program dalam kampanye nanti langsung dengan putra daerah, karena mereka yang lebih faham kultur dan elektoralnya sehingga dirinya mampu menyikapi dan menjalankan program serta mensejajarkan keinginannya dengan keinginan caleg wilayah, supaya bisa mengatur waktu mengingat dirinya sebagai caleg provinsi, sehingga raupan suaranya harus lebih banyak dari caleg tingkat kabupaten.

"Jadi kedepannya nanti akan bersinergi dengan kaum ibu karena alasan kuat kaum ibu-ibu cukup senang dengan acara sosialita, seperti pengajian maupun kumpul bersama melakukan senam dan lainnya. Kabupaten Bogor ini wilayah sangat besar dan memiliki 40 kecamatan, serta memiliki Dapil antara enam sampai tujuh. Karenanya, saya harus tandem dengan Caleg wilayah untuk berbagi ide, waktu, tenaga dan pikiran karena karakteristiknya berbeda - beda antara masing-masing," ucapnya saat konsolidasi di salah satu resto, Kabupaten Bogor, Sabtu (20/10/2018) sore.

Erni menuturkan, setelah terjun langsung di wilayah Kabupaten Bogor, akan terus berusaha sampai berhasil mendapatkan kursi di Parlemen Jabar, dengan menggendol visi perioritas akan memperhatikan masalah pendidikan, terutama bagi wanita yang memang masih cukup jauh dalam starata di bidang pengetahuan. 

Tidak hanya pendidikan formal saja, lanjutnya, namun pendidikan non-formal seperti hal nya kejuruan atau kursus profesional. Semisal, kursus kejuruan menjadi pekerja sosial atau hukum yang akan membantu masyarakat lebih lanjut. 

"Kita siapkan nanti Balai Latihan Kerja (BLK)-nya dan dari segi itulah saya harus sejajarkan kebijakan bupati dan gubernur di Eksekutif serta kami di Legislatifnya. Program BLK itu berlaku juga untuk kaum pria/bapak," jelas wanita bergelar akademisi Sarjana Hukum ini.

Wanita yang hampir 21 tahun berprofesi sebagai notaris itu menambahkan, dirinya bergabung dengan Nasdem karena merupakan partai baru yang belum terlalu banyak intrik dan polemik, dengan niatan dirinya terjun dan menjalani sebagai seorang politikus baru, untuk menjemput takdir dengan menjalin kesabaran dan menyebar silaturahmi, dengan harapan memperoleh hasil lebih baik. 

"Intinya kita menyambut baik adanya pesta demokrasi ini, jangan sampai ada konflik atau bentrokan antar partai dan lebih damai, karena goalnya semua sama untuk kesejahteraan bangsa dan kemajuan negara," pungkas Masters of Business Administration, University of San Diego, USA ini. (MTH)

Mr.Kan : Bu Menkes, Apakah Orang Sakit Ditentukan Atas Kemauannya Sendiri ?

JAKARTA - Mr.Kan Pengamat Hukum, mengkeritisi pernyataan Menteri kesehatan Nila Moeloek yang telah menyampaikan dan meminta agar rakyat jangan sakit, "kalau bisa janganlah sakit" 

"Maaf Ibu Nila yang terhormat , Apakah ada orang yang sakit atas kemauan dirinya sendiri ? Semua manusia pasti dapat mengalami sakit. Mana ada orang yang mau sakit? Terkadang orang hidup yang menjalankan pola hidup sehat juga tetap bisa sakit," ungkap Kan Hiung melalui pesan singkat WhatsAp messenger yang di terima redaksi. Sabtu, (20/10/18).

Ia menegaskan, BPJS Kesehatan adalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan yang merupakan Badan Hukum Publik yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden dan memiliki tugas untuk menyelenggarakan jaminan Kesehatan Nasional bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama untuk Pegawai Negeri Sipil, Penerima Pensiun PNS dan TNI/POLRI, Veteran, Perintis Kemerdekaan beserta keluarganya dan Badan Usaha lainnya ataupun rakyat biasa.

"Seperti yang kita ketahui, rakyat Indonesia yang ingin mendapatkan jaminan kesehatan dari BPJS harus mendaftarkan diri dan setiap bulan harus membayar premi seperti layaknya asuransi jiwa yang bersifat komersial ada kelas 1, 2 dan 3. Untuk melakukan klaim BPJS tidak semudah asuransi yang bersifat komersial. Prosedur BPJS lebih rumit. Penyakit tertentu dan obat-obatan pun tidak semua ditanggung," tegasnya.

Mr. Kan juga mempertanyakan , apakah di dalam praktek, BPJS sudah menjalankannya fungsi dan manfaatnya yang sesuai profile dan visi misi yang sebagaimana mestinya? Saya rasa masih agak jauh.

"Jadi berdasarkan pengamatan saya, Ibu Nila sebagai seorang menteri kesehatan tidak patut minta orang jangan sakit, emangnya ada orang yang mampu menghindar dari sakit ? Sekali lagi, apakah orang yang sakit dapat ditentukan dari kemauan dirinya sendiri ? Tentu tidak, semua orang hidup yang waras pasti berdoa berharap dirinya dan keluarganya sehat walafiat atau berharap agar tidak sakit-sakitan," imbuhnya.

Menurutnya, Sepatutnya Ibu Nila sebagai seorang menteri kesehatan turut mendesak BPJS agar sistem keuagannya segera diperbaiki, agar kedepannya BPJS tidak lagi terus menerus mengalami defisit dan agar BPJS tetap dapat menjamin kesehatan seluruh rakyat Indonesia dan dengan pelayanan yang lebih baik," punkasnya.

Sumber rilis : Mr.Kan Pengamat Hukum.