Update

Bidik Channel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

MPLS SMPN 9 Kota Bogor, Diisi Materi 9 Nilai Pembentukan Anti Korupsi

KOTA BOGOR - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor Fahrudin memberikan materi 9 Nilai Perilaku Pembentukan Anti Korupsi dihari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ' pada 307 siswa-siswi baru di SMPN 9 Kota Bogor. Rabu, (17/7/2019).

Pada kesempatan itu, Fahmi sapaan akrab Kadisdik Kota Bogor, bertanya kepada seluruh siswa 'siapa diantara kalian yang tidak pernah menyontek?' tanya Fahmi. Ternyata, dari 307 peserta hanya satu anak saja yang mengacungkan tangan, salah satunya Hendro.

Kemudian siswa tersebut disambut oleh Kadisdik untuk mengajaknya berdiri ke depan. Tanpa rasa malu Hendro berdiri menghampiri Kadisdik yang berdiri di hadapan seluruh peserta.

"Hendro apa cita-cita kamu kelak?," tanya Kadisdik kepada Hendro. Spontan Hendro pun menjawab bahwa dirinya ingin menjadi seorang Doktor dalam bidang matematika. Hal tersebut cukup membuat kagum Kadisdik, sehingga Hendro diberi hadiah uang tunai sebesar 100 ribu. Sontak mengundang riuh ramai suka cita suara anak-anak.

"MPLS seperti ini yang kita inginkan selain lebih positif, aman, dan terukur tidak seperti MOS yang seringkali berujung pada 'bullying'. MPLS demikian jauh lebih bermanfaat," ucap Kadisdik.

Kadisdik mengatakan, setiap Sekolah mengisi MPLS oleh materi-materi berbobot seperti halnya pendidikan anti korupsi ketimbang perpeloncoan yang sifatnya tidak mendidik.(Sally)

Tokoh Akademik Kampar Apresiasi Dragon Boat Festival Danau Rusa

KAMPAR - Dr.Elfiandri, M.Si Dosen Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau (UIN Suska Riau), mengapresiasi adanya event dragon boat  festival yang akan diselenggarakan pada 18-22 Juli 2019 di Danau Rusa, Kelurahan Batubersurat, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar.

Menurutnya even yang diikuti sebelas negara itu harus punya kontribusi dimana harus meningkatkan PAD  yang harus berimbalan kepada masyarakat dan juga event ini meningkatkan ekonomi tempatan yang harus dicapai.

"Kita  mengapresiasi  event ini selama bisa memberi kontribusi yang baik, dengan adanya event tingkat nasional ini juga bisa mempromosikan kekayaan budaya kampar juga Pariwista. Karna Kabupaten Kampar kaya dengan keindahan pariwisatanya," tutur Dr. Elfiandri. M.Si Di Kampus Uin Suska Riau, Selasa (16/07/2019).

Tokoh Akademik Kampar ini juga berharap, dengan adanya event ini bisa mempererat persatuan. "Semoga dengan adanya event ini bisa mempererat persatuan kita, dan satu pesan saya kampar adalah kota serambi mekah, dan kita jgn sampai menghilangkan identitas kita, lalu jangan dibenturkan antara budaya dengan agama," imbuhnya.

Senada dengan Dr. Elfiandri.M.Si, Usman.M.Ikom tokoh akademik Kampar ini juga ikut mengapresiasi event tersebut.

" Dengan adanya event ini semoga masyarakat dan para mahasiswa Kabupaten Kampar juga ikut memberikan pelayanan kepada tamu-tamu yang dari luar kota maupun luar negeri. Dan dengan event ini supaya kabupaten kampar lebih maju," ucapnya.

Selain itu, Ia juga mengucapkan selamat datang kepada para atlit - atlit. "Saya ucapkan selamat datang dan berjuang di Tanah Peradaban Kabupaten Kampar, jaga sportifitas," pungkasnya.


Reporter :Rizki
Editor : Gandi

Desa Waringin Jaya Prioritaskan DD Termin Pertama Untuk Penyertaan Modal BUMDes


BOGOR - Berdasarkan Permendesa No. 19 Tahun 2017 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa, salah satu kegiatan atau program yang bisa dilakukan desa dengan dana desa diantaranya mendukung dari sisi permodalan pada pengelolaan usaha ekonomi yang produktif. 

Sesuai Permendesa tersebut, Pemerintah desa (Pemdes) Waringin Jaya, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memprioritaskan dana desa (DD) termin pertama tahun 2019 untuk penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kuntum Mekar, salah satunya dibidang penyewaan alat-alat pesta.

"Selain untuk penyertaan modal BUMDes senilai Rp. 100 juta, dana desa termin pertama dengan total Rp 192.191.241 kita anggarkan juga untuk penambahan alat kesehatan (Alkes) serta sarana dan prasarana Posyandu, seperti alat tensi, timbangan digital, meja, lemari dan bangku dengan total anggaran sebesar Rp80.775.000," papar Sekretaris desa (Sekdes) Waringin Jaya, Rusdi mewakili Kepala Desa Waringin Jaya, Rohmat, SE kepada wartawan, Selasa (16/7/19).

Disamping itu, masih kata Rusdi, guna terlaksananya peningkatan gizi balita dan ibu hamil, Pemdes Waringin Jaya juga mengalokasikan dana desa senilai Rp11.416.241 melalui Pemberian Makan Tambahan (PMT) untuk 14 Posyandu.

Lanjut Rusdi menuturkan, dana desa tahun anggaran 2019 Pemerintah desa waringin jaya menerima pagu anggaran sebesar Rp960.956.205 yang dibagi menjadi 3 (tiga) tahap. "Untuk tahap kedua rencananya akan dialokasikan untuk pembangunan inftastuktur diantaranya, betonisasi jalan diwilayah RW 01 dengan volume 400 x 1,2 x 0,10 serta betonisasi jalan desa di RW 07 dengan volume220 x 3,6 x 0,10 dan jaling di RW 03 sepanjan 400 x 1,2 x 0,10 juga rehab Posyandu diwilayah RW 11," turur Rusdi.

Rusdi menambahkan, terkait dana bantuan dari Provinsi, rencananya akan digunakan untuk penambahan ruangan kantor desa. (IB/GN).

1.963 Desa Di 79 Kabupaten Terdampak Kekeringan

JAKARTA - Hingga hari Senin (15/7), dari data yang berhasil dikumpulkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat sudah 1.963 desa, kecamatan berjumlah 556, kabupaten sejumlah 79 kabupaten terdampak kekeringan diantaranya di Pulau Jawa, Bali, NTB, dan NTT.

Hal itu diungkapkan, Kepala BNPB Doni Monardo dalam keterangannya kepada wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas tentang Antisipasi Dampak Kekeringan, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (15/7) sore.

Menurut Doni, BNPB telah mendapatkan permohonan dari para kepala daerah untuk hujan buatan dalam mengatasi dampak kekeringan. Dan, sesuai arahan Presiden, BNPB untuk menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan bantuan hujan buatan ini.

"Oleh karenanya, BNPB tentu tidak bisa sendirian. Perlu kerja sama dengan beberapa lembaga khususnya BMKG, BPPT, dan markas besar TNI," kata Doni.

Dijelaskan Kepala BNPB, bahwa teknologi modifikasi cuaca ini juga tergantung dari keadaan awan. Apabila awannya masih tersedia maka sangat mungkin hujan buatan masih bisa dilakukan.

Selain itu, untuk jangka menengah dan panjang, Kepla BNPB Doni Monardo mengaku telah melaporkan kepada Presiden tentang perlunya penyiapan bibit pohon agar masyarakat bisa menjaga lingkungan dan juga ketersediaan sumber air. Dari beberapa pengalaman yang ada, menurut Doni, jenis pohon tertentu itu memiliki kemampuan menyimpan air, antara lain adalah sukun.

"Jadi kalau tiap desa punya sukun yang cukup banyak, sangat mungkin akar sukun itu bisa mengikat air sehingga ketika musim kemarau panjang, sumber air di desa itu masih bisa terjaga. Termasuk juga pohon aren," paparnya.

Kebakaran Hutan dan Lahan

Kengenai kebakaran hutan dan lahan, Kepala BNPB Doni Monardo mengemukakan, Presiden menekankan pentingnya pencegahan. "Mencegah jauh lebih baik dibandingkan operasi pemadaman," ujarnya mengutip Presiden.

Menurut Kepala BNPB itu, bantuan dari TNI-Polri ini sangat memberikan arti dalam program pencegahan. Untuk itu,, unsur gabungan baik TNI-POLRI termasuk juga dari unsur-unsur relawan, perguruan tinggi, para ulama, tokoh-tokoh berpengaruh di daerah, budayawan juga akan dilibatkan.

"Setiap provinsi mendapatkan alokasi sekitar 1.512 personel gabungan. Mereka ini nanti melakukan sosialisasi tentang pentingnya upaya pencegahan. Karena dari data-data yang berhasil dikumpulkan, sebagian besar atau 99% kebakaran hutan dan lahan ini karena manusia," terang Doni.

Ia menambahkan, jika hal itu terjadi maka akan sangat sulit dipadamkan ketika sudah menjalar mengingat sebagian besar lahan gambut kita kedalamannya lebih dari 20 meter. "Bahkan ada beberapa daerah yang lahan gambutnya itu mencapai 36 meter," imbuhnya.

Setiap personel yang terlibat dalam satgas ini, lanjut Doni, mendapatkan insentif sebesar Rp145.000 dan mereka bekerja sama dengan tokoh-tokoh yang ada di desa dan mereka bermalam di desa atau menginap di desa. Sehingga diharapkan sekaligus untuk melakukan pendekatan pada masyarakat agar tidak lagi terlibat dalam upaya-upaya pembakaran.

Sementara mengenai penegakan hukum, Kepala BNPB menyebutkan, sejauh ini sudah ada 16 kasus yang diproses oleh kepolisian, dan diharapkan penegakan hukum adalah langkah yang terakhir manakala upaya-upaya pencegahan ini tidak maksimal.

"Sejauh ini sudah ada 5 provinsi yang menyatakan status darurat terkait kebakaran hutan dan lahan, yaitu Provinsi Riau, Provinsi Sumatra Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat," pungkas Doni. (Setkab/Ibra)

Desa Sukatani Bangun Jaling

KAB.BOGOR - Melalui pembanguna infrastruktur Desa Sukatani, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor realisasikan dana desa (DD) tahap pertama tahun anggaran 2019.

Kasi Pelayan Desa Sukatani Gopar mengatakan, anggaran dana desa tahap pertama Desa Sukatani direalisasikan untuk pembanguna Infrastruktur Jalan Lungkungan (Jaling).

"Untuk DD tahap pertama senilai 128.734.000 Rupiah, direalisasikan untuk rehabilitasi Jalan lingkungan di wilayah Kampung Pabuaran RW 005 dengan volume 1000 M X 1 M X 1M," ungkap Gopar mewakili Kepala Desa kepada wartawan ketika di temui diruangannya. Senin, (16/07/19).

Gopar menjelaskan, DD tahap pertama tahun 2019 ini sudah selesai tingal proses pelaporan. "Alham dulilah untuk termin pertama sudah selesai tinggal proses pelaporan, kegiatan ini juga dikejakan oleh TPK yang melibatkan warga setempat. Saya berharap pembanguna yang dilaksanakan pemerintah Desa tidak sia-sia serta masyarakat bisa merasakan dan menjaga atas hasil dari pembanguna tersebut," kata Gopar.

Selain itu, lanjut Gopar, anggaran DD tahun ini akan direncanakan untuk pembangunan fisik dan non fisik. "Prencanaan pembanguna tahun 2019 ini Desa Sukatani telah merencanakan sejumlah pembanguna diantaranya, di RT001/RW 001 jalan lingkungan, RT02/RW 03 saluran irigasi dan untuk turap di RT 01/RW03. Dan, untuk non fisik akan dilaksanakan beberapa pelatihan seperti budidaya jamur tiram , pelatihan hidroponik dan menjahit," pungkasnya.(Bule/GN)