Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

Presiden Jokowi Hadiri Pembukaan KTT ke-33 ASEAN

SINGAPURA - Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menghadiri Pembukaan KTT ke-33 ASEAN di Suntec Convention Centre, Singapura pada Selasa sore, 13 November 2018.

Tiba di Suntec Convention Centre pukul 17.30 waktu setempat (WS), Presiden dan Ibu Iriana langsung menuju ruang tunggu utama. Sebelum memasuki ruang tunggu, Presiden dan Ibu Iriana berfoto bersama PM Singapura Lee Hsien Loong dan Ibu Ho Ching.

Dari ruang tunggu utama, Presiden dan Ibu Iriana bersama para kepala negara/kepala pemerintahan ASEAN menuju Ceremony Hall, Suntec Convention Centre, Singapura untuk mengikuti acara upacara pembukaan KTT ASEAN.

Selepas mengikuti pembukaan, seluruh kepala negara/kepala pemerintahan ASEAN menuju Plenary 2 untuk menghadiri Presentasi ASEAN Business Advisory Council kepada Kepala Negara/Kepala Pemerintahan ASEAN.

Para kepala negara/kepala pemerintahan ASEAN itu adalah PM Singapura Lee Hsien Loong, PM Thailand Prayut Chan-o-cha, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, PM Kamboja Hun Sen, PM Laos Thongloun Sisoulith, PM Malaysia Mahathir Mohamad, State Counsellor Myanmar Aung San Suu Kyi, Presiden Filipina Rodrigo Duterte, dan PM Vietnam Nguyen Xuan Phuc. (Gumilar Abdul Latif/ Edi).

Terjadinya Pencurian di SMPN 17 Akibatkan Lampu Penerangan dan Perlengkapan Keamana Yang Tidak Baik

KOTA BOGOR - Terjadinya aksi pencurian di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN 17) Kelurahan Bojong Kerta, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Beberapa waktulalu, tepatnya pada hari sabtu 03/11/2018 itu, diakibatkan lampu penerangan dan perlengkapan keamana yang tidak baik sehingga memudahkan pencuri untuk masuk dan menggasak barang - barang yang ada di Sekolah.

"Akibatkan lampu penerangan dan perlengkapan keamana yang tidak baik sehingga memudahkan pencuri untuk masuk dan menggasak CVU di gudang," ungkap Dul salah satu petugas keamanan Sekolah SMP N 17 saat di mintai keterangan oleh wartawan. Sabtu (04/11/18).

Dul mengaku insiden tersebut terjadi pada hari Sabtu dinihari sekitar pukul 02 : 00 Wib, dan pelaku di perkirakan lebih dari 2 orang.

"Pelaku di perkirakan lebih dari dua orang karana barang barang yang hilang 22 unit CPU, monitor 12 unit dan 1 buah Qibord merek Yamaha hingga kerugian diperkirakan puluhan juta rupiah," sambung Dul.

Menurutnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor melalui Pemerintah (Pemkot) Bogor perlu mengkaji tentang pengamanan gedung milik Pemerintah tersebut termasuk Sarana Prasarana (Sarpras) Pendidikan Sekolah Tingkat Menengah Pertama (SMP) di Kota Bogor.

Atas kejadian tersebut Dul mengatakan, pihak Disdik melaui Kepala Sekolah SMP N 17 memberi dua pilihan Kepala Sekolah yang keluar dirinya  atau Kepala Sekolah ("Saya yang keluar dari Sekolah apa pak Dul yang keluar dari sini") ungkapnya menirukan pihak sekolah. 

"Ya akhirnya saya yang keluar, karna saya kan bukan PNS. Kepala Sekolah sudah PNS, maunya saya sudah beres persoalnanya, sebagai rasa pertanggung jawaban atas tidak kemampuan menjaga aset pemerintah. Saya akan mengundurkan diri setelah proses hukum selesai.

Lebih lanjut Dul menjelaskan, informasi terakhir katannya kasus ini masih berlanjut dan ditangani Polsek Bogor Selatan," paparnya.

Berkaitan dengan kejadian pencurian di SMPN 17 Bojong Kerta Kadisdik Kota Bogor Fahrudin ketika di konfirmasi langsung di Kantor Kecamatan Bogor Tengah setelah menghadiri acara Raker Pokja Kota Bogor kemarin menyampaikan, Kita tunggu prosesnya dari pihak kepolisian Yang paling bertanggungjawab dalam kejadian ini adalah pihak pengamanan karena tugas dan fungsinya. 

"Minimnya fasilitas pengamanan bukan suatu alasan, karena memang  didaerah agak rawan dan rentan dengan kejadian seperti itu, harusnya fungsi siskamling di maksimalkan kembali. Evaluasinya adalah kalau ada kelalaian nanti harus ada sangsi yang diterima," ucapnya kadisdik, Senin (12/11/18). (GN/DN)

Puluhan Sopir Kembali Melakukan Aksi Demo Penolakan Angkot Modern

KOTA BOGOR - Puluhan sopir angkutan Umum (Ankot) 01 jurusan Ciawi - Baranangsiang dan angkot 09 jurusan Sukasari - Warung Jambu kembali melakukan aksi demo penolakan Angkot Modern di kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Selasa (13/11/18).

Bahkan, para sopir melakukan sweeping terhadap angkot - angkot konvensional yang sedang berjalan dari arah Ciawi ke Sukasari, sehingga mengakibatkan para penumpang yang berada di dalam angkot harus keluar dan berjalan kaki.

Tidak sampai disitu, adanya aksi pun membuat kemacetan arus lalu lintas yang cukup panjang di Jalan Raya Tajur, Kota Bogor.
Sebelumnya, aksi para sopir angkot ini dipicu karena ketidakpuasan para sopir saat mediasi kemarin bersama Dishub Kota Bogor yang dipimpin oleh Sekretaris Dishub, Agus Suprapto didampingi Kabid Angkutan, Jimmy Hutapea serta Kasi Angkutan Dalam Trayek, Ari Priyono.

"Aksi ini kami lakukan kembali karena kami tidak puas atas jawaban dinas kemarin saat mediasi yang mengatakan bahwa semua harus berjalan. Seolah tidak menghargai kami yang saat ini sedang memperjuangkan nasib para sopir," ucap Dudung perwakilan dari para sopir angkot konvensional saat berorasi depan di kantor Dishub Kota Bogor.

Sementara itu, Kabid Sarana dan Prasarana Dishub Kota Bogor, Dody Wahyudin mengatakan, berdasarkan kesepakatan, mobil angkot yang sedang parkir di depan kantor Dishub saat ini sudah berjalan kembali untuk mengurai kemacetan.

"Kami juga menyiapkan truk dari Dishub 3 unit kendaraan, Satpol PP 3 unit dan Yonif 315 3 unit untuk mengangkut penumpang yang terkena dampak sweeping para sopir angkot. Sedangkan Angkot Modern sementara ditahan dahulu untuk menjaga kondisifitas dilapangan," katanya. (MTH)

Diduga Keracunan Makanan, 88 Orang Dilarikan ke Puskesmas Cigudeg dan RSUD Leuwiliang

KAB.BOGOR - Puluhan santriwati - santriwan pondok pesantren Riyadusshalihin, dan warga sekitar kampung Cicopong Rt.02/03 Desa Cigudeg, Kecamatan, Cigudeg Kabupaten Bogor. dilarikan ke-Puskesmas Cigudeg dan RSUD  Leuwiliang,  

mereka (warga) diduga keracunan usai menyantap makanan berupa nasi, sayur nangka, telur semur jengkol, daun singkong yang disediakan oleh panitia acara pengajian bulanan sekaligus maulidan,  Minggu (11/11/2018).  

Menurut salah satu warga yang berada Pukesmas Cigudeg, yang akrab di panggil  Ayah, Melaui Obrolan lewat Watshap Meneramgkan bahwa Jumlah korban mencapai 88 orang, dengan keterangan  sebagai berikut: 15 orang pasien di rawat di pukesmas Cigudeg, 33 orang pasien rawat jalan (dipulangkan) 4 orang pasien dirawat di rumah, 36 orang pasien dirujuk ke RSUD Leuwi Liang, rata-rata pasien mengalami dehidrasi," ungkapnya

Sementara itu pihak RSUD Leuwiliang diwakili oleh Team Pengendali Informasi dan Data (TPID), Agus Komarudin Shaleh mengatakan semua korban (pasien) keracunan akan di bebaskan biaya perawatan, semua akan di tanggung pihak RSUD Leuwiliang, baik yang mempunyai BPJS maupun yang belum mempunyai BPJS.

Ia menambahkan, mengenai informasi sesuai data yang kami terima betul di akibatkan Keracunan makanan, tiem dinas kesehatan kabupaten pun sudah meluncur ke tempat kejadian di cigudeg guna mengambil semple dari makanan yang tersisa untuk di Lab dan di tindak lanjut," ujarnya.

Ditempat yang sama H. Jarkasih selaku orang tua anak dipesantren Riyadusshalihin mengatakan pada awak media bahwa sedikit pun tidak ada kecurigaan, akan terjadinya musibah menimpa para santri dan warga 

selepas acara di mesjid cicopong selasai,  pukul 12.00 Wib, para santriwan santriwati serta warga sekitar, disajikan makanan oleh panitia acara.

lanjut  jam 11 .00 Wib Minggu malam kejadianlah santri pondok pesantren sakit perut, pusing dan mual-mual
 
Ia pun bergegas membawa ke puskesmas terdekat meminta kepada petugas agar lekas disembuhkan serta ingin tau disebabkan oleh apa,"katanya.

Zenal aripin GPMBB Menuturkan bahwa kejadian musibah ini amat luar biasa, menimpa 88 orang warga dan santri itu perlu penangan khusus.

"Kami dari GPMBB ikut prihatin atas kejadian ini dan berharap semua korban segera sehat kembali dan menjadi perhatian. 

oleh sebab itu anggota GPMBB turun ikut serta untuk membantu korban-korban baik di pukesmas Cigudeg maupun di RSUD Leuwi Liang," pungkasnya. (Edi)

Pokjawan Kota Bogor Menggelar Rapat Revitalisasi Kepengurusan dan Program Kerja