Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

Kejari Bogor Tetapkan Status Kasus Dugaan Korupsi Di KPU Kota Bogor Menjadi Penyidikan

KOTA BOGOR - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor menetapkan status Penyidikan atas kasus dugaan korupsi di KPU Kota Bogor. Setelah melakukan Penyelidikan sekitar dua minggu, Kejari akhirnya menaikan status ke Penyidikan dan akan segera mengumumkan tersangka yan terlibat dalam kasus tersebut. 

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bogor, Yudi Indra Gunawan mengungkapkan, dalam penanganan kasus dugaan korupsi di KPU, Kejari fokus menjaga dan mengamankan serta menyelamatkan KPU dari oknum oknum yang tidak bertanggung jawab. Kasus yang ada di KPU merupakan tindakan yang dilakukan oleh oknum oknum, sehingga merugikan keuangan negara.

"KPU akan melaksanakan kerja sangat berat yaitu Pilpres dan Pileg, dan tindakan koruptif yang terjadi di KPU akan kita bersihkan. Saat ini kasus dugaan korupsi di KPU itu sudah naik ke Penyidikan. Mungkin dalam waktu dekat akan segera diumumkan tersangka dari kasus itu," ungkapnya.

Sementara, Kasi Intelijen Kejari, Widiyanto Nugroho menjelaskan, selama penyelidikan, tim penyidik sudah mengundang berbagai pihak, dari mulai pihak KPU hingga pihak ketiga yang berhubungan dengan berbagai kegiatan di KPU. "Sekarang status sudah penyidikan dan kasus itu masih dalam penanganan," terang Widi.

Dalam penyidikan, lanjut Widi, belum ada pihak pihak yang di undang dan masih menunggu informasi dari tim penyidik.  "Kita tunggu informasi lanjutan dari tim penyidik," jelasnya. (MTH)

Diduga Tiga Oknum Anggota Polisi Polsek Bojonggede Melakukan Penganiayaan

KAB.BOGOR – Tiga oknum anggota polisi Polsek Bojonggede diduga melakukan penganiayaan dan pemerasan terhadap dua orang warga tanpa ada alasan yang jelas. Korban RH (33) dan H  tinggal di Kampung Parakan Jati RT 1/RW 3 Desa Susukan, Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor .

Berdasarkan penuturan korban, peristiwa yang terjadi pada Rabu (05/12/18) sekira pukul 17.30 WIB itu berawal ketika RH (korban) beserta temannya kedatangan tamu yang hendak menitipkan kendaraan sebagai jaminan untuk meminjam uang.
Namun saat itu dana RH tidak mencukupinya,"Ada yang mau pinjam uang, dengan menjaminkan kendaraannya, tapi saya tidak pegang uang cukup, saya tanya relasi untuk bisa bantu", kata RH ketika ditemui sejumlah wartawan di bekas lokasi kejadian, Senin (10/12/18).

Tiba-tiba lanjut RH, datanglah inisial M (pemuda setempat) menghampiri RH dan menyuruh RH keluar dari rumah proyek yang saat itu dia kerjakan, setelah RH keluar, ditemui ada tiga orang yang diduga oknum Polisi berinisial (L), (T) dan (T) dan mempertanyakan terkait kepemilikan kendaraan yang hendak dijaminkan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa kendaraan tersebut milik temannya, "Itu punya teman saya, dia mau pinjam uang, kendaraan ini sebagai jaminannya", ujar RH.

Namun, masih kata RH, oknum tersebut malah meminta kunci kendaraan tanpa memberikan penjelasan oknum polisi tersebut langsung memukul RH dengan menggunakan gagang pistol dan menganiaya sampai RH tersungkur tergeletak di tanah.

"Dalam kondisi setengah sadar karena kepala saya pusing setelah dipukul pakai gagang pistol, akhirnya saya menyerahkan kunci mobil kepada oknum polisi tersebut," ungkapnya.

Usai menerima kunci, lanjut RH, oknum Polisi sempat dihadang warga yang menyaksikan adanya peristiwa tersebut, namun warga malah ditodong dengan menggunakan pistol. "Saya dan warga (H) dibawa ke kantor Polisi untuk di BAP, sesampainya disana kami dimintai keterangan," imbuh RH.

Setelah itu, tambah RH, oknum Polisi melakukan penggeledahan seluruh badan, dompet, hingga jaket yang berisikan uang senilai Rp 3.850 ribu rupiah dan kendaraan tersebut disita, begitupun (H) yang menyaksikan peristiwa tersebut dirampas handphonenya tanpa dikembalikan.

"Dompet, uang Rp 3.850 ribu sama Hp (H) disita dan sampai sekarang belum dikembalikan, sementara untuk kendaraan pas saya keluar dari polsek kendaraan itu sudah tidak saya lihat," paparnya.

Kamis, (6/12/18) RH mendatangi Rumah Sakit yang berada di Citayam dengan tujuan untuk melakukan visum guna melaporkan tindakan arogansi oknum polisi ke Propam Polres Depok. "Tapi pihak Rumah Sakit  sebelumnya meminta Surat Pelaporan dari Kepolisian terlebih dahulu  agar bisa proses visum," katanya.

Akhirnya RH demi mencari keadilan atas tindakan arogansi oknum anggota kepolisian itu, dirinya ditemani salah seorang warga bertekad untuk melaporkan ke Propam Polres Depok.

"Namun Propam Polres Depok memberikan opsi untuk bermusyawarah secara kekeluargaan dengan oknum polisi pelaku penganiayaan, tanpa memberikan Surat Tanda Laporan (STL)," tukasnya.

Ia berharap kepada pihak berwajib agar mengusut tuntas kasus ini dan memberikan sangsi kepada oknum anggota tersebut sesuai hukum yang berlaku.

Senada dengan RH, HM kakak ipar korban yang juga pemilik proyek tempat korban bekerja mengatakan, akibat kejadian tersebut pihaknya merasa sangat kecewa dan dirugikan baik secara moril maupun materi.

"Dengan kejadian ini, dia (korban) tidak bisa kerja. Jadi proyek saya tertunda pekerjaannya, benar-benar luar biasa saya juga merasa dirugikan," ungkapnya.

Menurutnya, hingga saat ini pihak Polsek Bojong Gede masih tertutup dalam menangani masalah ini. Karena itu, HM meminta pertanggungjawaban pihak berwajib atas penganiayaan dan pemerasan yang dilakukan oleh oknum anggotanya.

"Saya serahkan semua kepada yang berwajib dan meminta pertanggungjawaban mereka dari mulai menganiaya sampai pemerasan uang yang diambil tanpa alasan dengan jumlah tersebut dan Hand Phone teman saya yang tidak tau masalahnya diambil juga, sampai sekarang masih di Kantor Polisi," ungkap HM.

Saaat sejumlah awak media hendak mengkonfirmasi hal tersebut ke Polsek Bojong Gede, Kanit Reskrim dan Kapolsek tidak ada yang dapat ditemui. "Kanit Reskrim sedang keluar, Pak Kapolsek mungkin sedang makan siang," kata salah satu staf Reskrim.

Sementara itu, hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam pemeriksaan Propam Polres Depok. Dan Propam Polres Depok sedang melakukan pemeriksaan kepada korban serta sejumlah saksi di lokasi,

Saat di konfirmasi oleh sejumlah awak media dilokasi, pihak Propam Polres Depok belum bisa memberi kan keterang apapun terkait hal tersebut. (red)

Marak Penyakit DBD, Faisal Alatas Lakukan Fogging Di 11 Kelurahan

KOTA BOGOR - Aksi penyemprotan dengan insektisida atau fogging yang dilakukan anggota DPRD Kota Bogor, Faisal Alatas, sudah menjadi agenda rutin bulanan.

Faisal yang sekaligus caleg incumbent DPRD Kota Bogor ini juga mengaku sudah melakukan fogging di 11 kelurahan dari 16 kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Bogor Selatan.

Menurut Faisal, aksi yang melibatkan beberapa warga ini sebagai bentuk keprihatinan sekaligus pencegahan terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD).

"DBD ini kan penyakit berbahaya dan mematikan, maka upaya pencegahannya dengan fogging. Selama ini, saya dan beberapa warga atau tim sudah melakukannya di 11 kelurahan yang ada di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor," kata Faisal, usai melakukan fogging di Cikaret, RW 09, Kelurahan Cikaret, Kota Bogor, Minggu (09/12/2018) pagi.

Faisal menambahkan, upaya lain yang bisa dilakukan guna mencegah penyakit berbahaya dan mematikan ini, maka masyarakat diminta agar menjaga kebersihan lingkungannya.

"Saya juga terus melakukan sosialisasi ke warga agar tetap menjaga kebersihan lingkungan. Karena, antara menjaga kebersihan lingkungan dan fogging ini harus berjalan dan sinergi," pungkas politisi partai Hanura ini.(MTH)

11 Kecamatan di Kabupaten Bogor Peringati HUT PGRI ke-73

KAB. BOGOR - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bogor menggelar Peringatan HUT ke-73 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) 2018,Minggu, (9/12/18).

Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan perkebunan teh cianten Desa Purasari Kecamatan Leuwiliang ini mengusung tema wujudkan guru sebagai penggerak perubahan menuju indonesia cerdas berkarakter dalam revolusi industri 4.0.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor H.Wasito.S.Hut, Ketua PGRI Provisi Jawa Barat, Drs H.Edi Permadi MM Pd, Ketua YPLP PAUD dan DIKMAS Provisi Jawa Barat, Zaini Ujla Ketua Cendikia Muda Provisi Jawa Bara bersama Istri, Ketua PGRI Kabupaten Bogor H.Dadang Sutana, Ketua PGRI di Sebelas Kecamatan serta anggota, Tripika Kecamatan Leuwiliang.

Panitia Kegiatan HUT PGRI, Endang Darmawan.Spd MM. mengatakan, kegiatan ini di ikuti 3000 orang peserta dari sebelas Kecamatan Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini bertujuan untuk menambah erat tali silaturrahmi antar guru, dan saling mengenal satu dengan yang lainnya agar lebih kompak," ungkap Endang kepada wartawan.

Dengan terlaksananya kegiatan ini Endang pun Mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan semua teman teman PGRI, Ketua Komisi IV DPRD Kab.Bogor, Ketua PGRI Provisi Jawa Barat, Tripika Kecamatan Leuwiliang, dan sponsor Doorvrize Berupa 2 Unit Sepeda Motor, Payung, Mejikom, Komporgas, Dispenser, Dvd Sepeker Aktif," sambungnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor H.Wasito.S.Hut berharap, dengan adanya kegiatan ini guru semakin kompak semakin menyadari tentang pentingnya kebersamaan dalam mendidik anak (siswa) perlu kosentrasi keras, ketulusan serta sepenuh jiwa raga untuk menjadikan generasi anak bangsa indonesia semakin cerdas, lebih maju, mengahadapi indonesia emas di 2045," harapnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Provisi Jawa Barat, Drs H.Edi Permadi MM Pd mengucapkan terimakasih dan merespon baik kepada 11 PC PGRI Kabupaten Bogor, serta seluruh anggota PGRI dimanapun bertugas dengan doa agar pengabdian senantiasa menjadi amal ibadah. Sesuai dengan tema"wujudkan guru sebagai penggerak perubahan menuju indonesia cerdas berkarakter dalam revolusi industri 4.0."

"Jangan sampai di era tekhnologi industri 4.0, kita sebagai guru ketinggalan tahu tetang canggihnya tekhnologi oleh anak-anak didik kita disekolah. PGRI Provinsi akan memperjuangkan guru guru honor, sukwan, agar mendapat perhatian dari pemerintah pusat," pungkasnya. (Edoy/Ipay)

Lurah Katulampa Terima Penghargan Adhitya Karya Mahatva Yodha Award

KOTA BOGOR - Lurah Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. Menghadiri acara HUT Karang Taruna ke-58, Hari Pahlawan dan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional Tahun 2018, bertempat di Horison Bandung Hotel Krakatau Ballroom Jl. Pelajar Pejuang 45 No.121, Turangga, Lengkong, Kota Bandung. Minggu, (09/12/ 2018).

Lurah Katulampa TB Taufik Rahman mengatakan, Pengurus Karang Taruna Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Acara Bulan Bakti Karang Taruna (BBKT) tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2018.

"Alhamdulilah dalam kesempatan kegiatan tersebut, Pengurus Karang Taruna Provinsi Jawa Barat memberikan penghargaan kepada kepada Saya dalam bentuk Adhitya Karya Mahatva Yodha Award,"ungkap Taufik melaui pesan singkat Whatsapp mesenger. Minggu (09/12/18).

Ia menjelaskan, Adhitya Karya Mahatva Yodha Award adalah Kategori Pembina Umum Karang Taruna Desa atau Kelurahan Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2018, yang selama ini telah membangun kemitraan dengan Pengurus Karang Taruna Kelurahan.

"Alhamdulilah Kelurahan Katulampa di percaya mejadi salah satu Kelurahan yang melakukan pembinaan dan pemberdayaan dengan sangat baik, baik dari segi koordinasi, kerjasama program, peningkatan kapasitas, komunikasi serta dukungan moril dan materil," jelasnya.(Gnd).