Update

Bidik Channel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

Pemersatu Insan Pers Menjadi Komitmen FPII Kabupaten Morut

SULTENG - Segenap Awak Media di Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah, telah sepakat untuk membentuk dan mengembangkan organisasi Forum Pers Independent Indonesia (FPII) didaerahnya.

Hal ini ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan yang diberikan oleh Anggota Dewan Penasehat FPII Setwil Sulteng, Rudy Andi Mairi kepada Ketua Korwil FPII Morut, Eu K Lenta, S.Sos, di warkop Kota Kolonodale, Selasa (17/9).

Rudy Andi Mairi, dalam amanatnya mengatakan bahwa penyerahan SK kepengurusan FPII ini jangan hanya dilihat dari sisi nama-nama yang tertera dalam SK, namun yang utama adalah menjaga Marwah FPII berdasarkan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang PERS serta menjujung tinggi Kode Etik Jurnalistik.

"Penting bagi kita menjaga marwah organisasi, dan sebagai insan pers harus tetap memjunjung tinggi ketentuan UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik, " ucapnya.

Pria yang sudah puluhan tahun menjalani profesi kewartawanan ini juga mengatakan dalam usianya yang sudah memasuki usia 65 tahun, dirinya berpesan kepada seluruh jajaran insan yang tergabung di FPII untuk tetap menjaga semangat juang dalam menjalankan profesi kewartawanan..

Sementara itu, Ketua FPII Morut, Eu K. Lenta, S. Sos mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang ditandai dengan penyerahan SK pengangkatan pengurus FPII Kabupaten Morowali Utara. Ia bertekad bersama seluruh jajarannya akan bersedia melanjutkan perjuangan FPII di Kabupaten Morowali Utara Sulawesi tengah.

"Komitmen kami akan menjadikan FPII sebagai wadah pemersatu insan pers didaerah kami, " tegasnya. (Red)

Sumber : FPII Korwil Kab. Morowali Utara, Sulteng

Desa Sentul Salurkan Bantuan Pembangunan RTLH

KAB.BOGOR - Pemeritah Desa Sentul salurkan bantuan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Kepala Desa Sentul Nurajiji mengatakan, RTLH tersebut pengajuan Tahun 2018 yang direalisasi di tahun 2019 ini. Dengan jumlah12 unit rumah.

"Di Tahun ini ada12 rumah dan tersebar di beberapa RT dan RW diantaranya, RT 02/03, RT 02/02, RT 04/06, RT 03/05, RT 05/01, RT 04/05 RT 05/01, RT 04/06, RT 04/02, RT 02/02, RT 05/02 dan RT 05/06," Kata Kades kepada wartawan, Senin (16/09/19).

Ia menjelaskan, dana bantuan perbaikan RTLH tersebut bersumber dari dana APBD Pemerintah Kabupaten Bogor yang disalurkan melalui Pemerintah Desa Sentul.

"Penyalurannya ini kami serahkan secara langsung kepada penerima manfaat. Masing-masing KK menerima bantuan sebesar Rp 10 juta rupiah, dengan harapan bisa membantu meringankan beban masyarakat, khususnya bagi warga desa sentul," tuturnya.

Salah satu penerima manfaat, Siti Rohimah warga RT 04/02 mengucapkan terima kasih kepada pemerintah khusnya desa sentul.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada pak kades sudah membantu meperbaiki rumah saya, semoga apa yang sudah di berikan menjadi amal kebaikan buat bapak dan, semoga pak kades tepilih kembali menjadi kepala Desa Sentul," katanya.

Sementara itu, Ketua RT 01 Feri berharap pengerjan pembanguna RTLH bisa cepat selasai dan tidak ada kendala apapun," singkatnya. (GN/IB/ Wan)

Nurajiji Siap Lanjutkan Pembangunan di Desa Sentul

KAB.BOGOR - Nurajiji, Kepala Desa (Kades) Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, siap melanjutkan pembangunan desa selama enam tahun ke depan. Setelah sukses di periode pertama, akan kembali maju menjadi Calon Kades Sentul yang akan dilaksanakan serentak pada 3 Nopember 2019 mendatang.

Ia mengatakan, alasan kuat yang mendorong dirinya untuk maju kembali, menjadi Cakades, karena berkeinginan untuk melanjutkan pembangunan di Desa sentul, yang dirasanya masih banyak kekurangan dan perlu dibenahi.

"Saya ingin melanjutkan pembangunan, tentu saat ini belum selesai untuk memajukan desa Sentul," ungkap Nur Ajiji saat ditemui di kediamannya, Senin (16/9/19).

Ia memaparkan dalam melaksanakan pembangunan desa yang sangat diprioritaskan adalah pembangunan infrastuktur dan RTLH, serta sarana dan prasarana yang di butuhkan masyarakatnya.

Selain itu, Ia juga berkomitmen ingin melanjutkan berbagai program lain yang masih tertunda diantaranya dibidang kesehatan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

"Berkat dukungan dan dorongan masyarakat desa yang cukup tinggi, saya menyatakan siap dengan niatan ikhlas dan amanah untuk membangun Desa Sentul ke depannya," papar Nur Ajiji.

Disamping itu, pihaknya juga akan meningkatkan pelayanan masyarakat desa lebih maksimal dengan cara mengoptimalkan kinerja perangkat desa sesuai dengan tupoksi masing – masing, dan meningkatkan transparansi, kejujuran dari segala hal.

"Masih banyak gagasan dan ide-ide, yang ingin dilakukan dalam pembangunan Desa Sentul. Saya tidak mau banyak berjanji kepada masyarakat, namun bekerja secara nyata untuk membuat Desa Sentul maju di segala bidang," kata Kepala Desa yang dikenal oleh masyatakatnya sedikit bicara, banyak bekerja.

Semangat membangun yang selalu ia gaungkan seakan menjadi spirit bagi seluruh bawahannya, rasa kekeluargaan juga begitu kental terlihat antar aparatur desa dan masyarakat bahu membahu dalam semangat kebersamaan juga menjadi modal para jajaran pemerintahan desa Sentul, guna mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi warganya.

"Meski hanya bermodal Dana Desa (DD) serta Alokasi Dana Desa (ADD), kami yakin mampu mewujudkan pembangunan di desa yang kami pimpin," terang kepala desa definitif ini dan menambahkan bantuan dari pemerintah daerah maupun pusat selalu mengalir tiap tahunnya.

Ia berharap apa yang telah di lakukan selama dirinya menjabat sebagai kepala desa, menjadi aspirasi bagi masyarakat dan dapat melaksanakan kembali pembangunan agar bisa dirasakan oleh masyarakat. "Untuk itu, saya mohon doa dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat desa Sentul," pungkasnya. (Ib/Gn/Wan)

DKM AL-Barokah bersama Masyarakat Kampung Babakan Lebak Santuni Anak Yatim

KOTA BOGOR - DKM AL-Barokah bersama masyarakat Kampung Babakan Lebak melaksanakan santunan Anak Yatim yang dilaksanakan di lingkungan RW 06 dan 05 Kelurahan Balumbangjaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Minggu, (15/09/19)

Pada kesempatan itu, ketua panitia Darsim mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak.

"Saya ucapkan terimakasih kepada Rt/Rw, tokoh masyarakat, ibu-ibu pengajian dan remaja mesjid sehingga bisa terlaksananya acara ini," ucapnya.

Menurutnya, aantunan untuk kali ini di berikan kepada 37 Anak Yatim yang masing-masing mendapatkan 850.000 per anak Yatim.

"Alhamdulilah Tahun ini ada peningkatan, sehingga jumlah total yang kami berikan sebesar RP : 31.450.000 adapun saldo kas uang santunan yang ada di panitia santunan anak yatim tersisa sebesar  40.891.100," ucap Darsim.

Sementara itu, Ustadz Hermansyah dalam tausiyahnya menjelaskan, ada 4 hal yang harus di ingat jikalau ingin selamat.

"Kalau kita ingin selamat dunia akhirat yaitu, ilmu yang di amalkan, anak-anak yang soleh, kampung yang soleh dan rezeki yang halal. untuk itu kita harus niatkan dengan hati yang tulus serta jangan pantang menyerah," imbuhnya.

Tari Widari salah satu orang tua yang anaknya mendapatkan santunan mengaku senang dan mengucapkan terimakasih kepada panitia dan juga DKM AL-Barokah

"Alhamdulilah kami sangat senang sekali dan Berterima kasih kepada panitia juga DKM AL-Barokah yang sudah memberikan santunan kepada anak saya semoga kedepannya akan terus lancar dan bisa terus berbagi dengan anak-anak yatim," ujarnya.

Dalam acara tersebut hadir diantaranya, Tokoh Masyarakat, Tokoh Ulama, Remaja Mesjid, Ibu-ibu Pengajian, Ketua DKM Al Hidayah, Ketua Musholah AL Mubarokah.Ketua mushola Al Amin, Mushola AL ikhlas, Atip Ilyasa Petugas PLKB/PKB dan perwakilan Kelurahan Balumbang Jaya, serta tamu undangan lainnya. (Agus)

Komunitas ARTA Gelar Ririungan di Monas

JAKARTA - Puluhan anggota Komunitas Anak Rantau Tasikmalaya (ARTA) menggelar kopi darat bertempat diarea Monumen Nasional (Monas) Gambir Jakarta Pusat, Minggu (15/09/19).

Dengan mengenakan seragam hitam dan kuning puluhan anggota yang hadir ini berkumpul sejak dari pukul 09.00 pagi, yang tersebar dari berbagai wilayah kerja dan usahanya di area Jabodetabek, bahkan dari wilayah Bandung.

Pembina Komunitas ARTA Dadang, mengatakan acara kopdar tersebut sebagai ajang silaturrahmi.

"Beda lembur tetep dulur, makanya kita laksanakan acara kopdar ini sebagai ajang silaturrahmi dan tatap muka dengan saudara saudari satu daerah yaitu dari wilayah Tasikmalaya," katanya.

Ia mengaku bangga dengan teman-temannya bisahadir dalam ririungan tersebut.

"Saya sangat bangga dengan saudara-saudara saya yang bisa hadir dalam ririungan kali ini, dan menyempatkan hadir bersilaturrahmi dari berbagai wilayah di Jabodetabek yang mempunyai profesi serta usaha berbeda-beda tentunya," ungkapnya.

Dadang menjelaskan, dalam acara kali ini ada beberapa hal yang dibahas yaitu terkait pembuatan legalitas dari Komunitas ARTA itu sendiri dan juga pembahasan acara puncak deklarasi atau pengesahan Komunitas diwilayah Tasikmalaya pada awal Januari mendatang.

Menurutnya, ARTA adalah sebagai wadah untuk para perantau yang berasal dari Tasikmalaya dengan visi misi meningkatkan dan memelihara ikatan silaturrahmi yang erat antar warga Tasikmalaya diseluruh wilayah Indonesia. Dan, sebagai wadah penyalur aspirasi dan inspirasi sesuai kepentingan anggota Anak Rantau Tasikmalaya.

"Komunitas ARTA pun sudah beberapa kali melakukan kegiatan sosial, salah satunya dalam bentuk membantu pengobatan untuk salah seorang warga Tasikmalaya yang menderita penyakit Kaki Gajah beberapa waktu yang lalu," ujarnya. (Sally)

Kasihhati Berpesan Pelantikan FPII Sulteng Dipersiapkan Secara Matang

SULTENG - Guna membahas persiapan pengukuhan pelantikan akbar pengurus FPII Sulawesi Tengah (Sulteng), Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Setwil Sulteng, melaksanakan rapat perdana yang terdiri atas pengurus Sekretariat Wilayah (Setwil) Sulawesi Tengah serta Pengurus FPII tingkat Kordinator Wilayah (Korwil) dari 13 Kabupaten di Sulawesi Tengah, Sabtu (14/9/19).

Rapat perdana yang juga dihadiri oleh Ketua dan Anggota Dewan Pembina Teddy Salawati, SH dan Ir.Gufran Ahmad serta unsur Dewan Penasehat masing-masing diantaranya Ikbal Borman, SH, Dr. Jimmy Dumanauw, Ir.Sukriah, MM serta Rudi Andi Mairi. Dari rapat tersebut, berhasil menetapkan struktur KSB untuk kepanitiaan pelantikan, yakni Kasmin Saputra, SH (Ketua Panitia), Jaya Marhum (Sekretaris) serta Sam A Kasese selaku Bendahara. 

"Ini adalah awal yang baik, dengan terbentuknya kepanitian untuk pelantikan, tentu mencerminkan keseriusan kita untuk mempersiapkan agenda pelantikan secara baik," kata Ketua Dewan Pembina FPII Sulteng, Teddy Salawati. 

Pada kesempatan yang sama, Ketua FPII Setwil Sulteng Irfan Denny Pontoh mengatakan, peristiwa pelantikan pengurus FPiI se-Sulteng nantinya akan menjadi momentum bagi organisasi FPII untuk lebih berkembang kedepan.

Irfan juga menegaskan, penting untuk selalu menjaga kebersamaan dan saling percaya antar sesama jajaran pengurus FPII, sehingga semua program kegiatan FPII terkait pelantikan dapat dilaksanakan sesuai rencana yang ditetapkan. 

"Kita bangun kebersamaan dan saling percaya atas prinsip transparansi dalam pengelolaan organisasi, sehingga agenda pelantikan dan kegiatan apa pun dapat kita lakukan sesuai dengan rencana," tegas Irfan.

Sementara itu, ketua Presidium FPII, Kasihhati dalam amanatnya yang disampaikan melalui telepon terbuka kepada seluruh jajaran FPII Sulteng, menekankan pentingnya jajajaran FPII Sulteng untuk menjaga marwah organisasi. "Jaga marwah organisasi, kekompakan sesama pengurus dan tetap satu komando," tegas Kasihhati yang akrab disapa Bunda itu.

Terkait agenda pengukuhan/pelantikan Setwil Sulteng beserta Pengurus Korwil FPII di 13 Kabupaten di Sulawesi Tengah,  Bunda Kasihhati juga berpesan agar benar-benar dipersiapkan secara matang. "Lakukanlah persiapan secara matang,  agar hasilnya baik," pesan Bunda Kasihhati. (Red)


Sumber : FPII Sulteng

Comments System

blogger