Bidik Nusantara

Senin, 01 Juni 2020

Ditengah Pemkab Bogor Gencar Lakukan Pencegahan Covid-19 dan PSBB Tempat Wisata Terbuka Untuk Umum

KAB.BOGOR – Disaat Pemerintah Kabupaten Bogor gencar dalam melakukan pencegahan Covid-19 dan melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih saja ditemukan tempat wisata terbuka untuk umum.

Salah satunya, Chevilly Resort & Camp yang berlokasi di Desa Banjar Sari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Kamis, (28/05/2020).

Ketika di konfirmasi, David selaku pemilik tempat wisata Chevilly mengatakan, kegiatan pengujung yang masuk ketempat wisata ini sudah berjalan lama sebelum terjadi covid-19 dan terjadi peningakatan pengujung setelah lebaran.

"Dengan kondisi persatu atau perdua meter satu orang kurang lebih disini bisa nampung puluhan ribu (pengunjung).
Tamu disini paling banyak H+2 lebaran. Total 1.000 lebih pengunjung," terangnya.

Ia menuturkan, bahwa sebelumnya sempat beberapa pihak Muspika mendatangi tempat wisatanya untuk survei dan melakukan sosialisasi "New Normal. "Tadi sudah diperiksa sama dari Pak Camat, Pak Kapolsek dan Kepala Satp PP. Nah itu saya gak ngerti , Dia survei lalu tanya berapa luasan disini, dan saya jawab luasan disini adalah 3,7 hektar. Dengan kondisi kalau permeter satu orang atau perdua meter satu orang itu kurang lebih bisa nampung sampai puluhan ribu," tuturnya.

Disisi lain, David menegaskan bahwa dirinya tidak pernah Berkoordinasi intansi setempat. "Saya sebenarnya tidak koordinasi, saya juga gatau tiba-tiba, kemarin pak lurah (Kades) ngecek kesini. tadi pagi pun saya lagi duduk tiba-tiba dateng rame banget saya pikir ada apa, ini lalu ada juga pak Agus dia pake mic melakukan sosialisasi ke tamu-tamu," imbuhnya.

Saat ditanya terkait dengan aturan PSBB, David menjelaskan bahwa dirinya sudah membicarakan kepada pihak terkait seperti Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor. lalu untuk pengujung yang akan masuk lokasi pihak pengelola wisata memberlakukan setiap pengujung yang akan masuk kelokasi di wajibkan untuk memakai masker dan cek suhu badan," ucapnya.

Pada kesempatan yangsama Sutris Bhabinkamtibmas Polsek Ciawi wilayah Desa Banjar Sari yang diundang pemilik tempat wisata untuk hadir untuk mejelaskan aturan "New Normal" dalam ruang pertemuan dengan para awak media mengemukakan bahwa sebelumnya sudah beberapa pihak rekan media yang datang untuk konfirmasi. "Ini orang kelima yang datang, banyak wartawan yang datang," terang sutris saat sapa para awak media

Menurut Sutris, New Normal dilaksanakan terbilang mulai Rabu, (27/5/20) sore diamanatkan oleh Kapolres Bogor melalui Vicon (Video Converence).

"Sesuai dengan New Normal yang dilaksanakan pada hari Rabu (27/5/20) pada pukul 16:15 oleh Kapolres Bogor, itu dimulainya New Normal. Artinya, kata dia menjaga protokoler kesehatan. Contohnya, pola hidup sehat, jaga jarak, pakai masker, cuci tangan dengan air mengalir dan lainnya," jelas Sutris, Kamis (28/05/2020).

"Tadi juga pagi karena mulai new normal kemarin Jam 16.15. Sesudah apel pagi mulai Jam 8 sosialisasi petugas gabungan dengan Sat Pol PP, Pihak Kecamatan Polsek Ciawi untuk sosialisasikan pada warga masyarakat khususnya di wilayah Ciawi," sambungnya.

Disela-sela kegiatan jurnalistik, ketika para awak media yang salah satunya adalah mempertanyakan beberapa pertanyaann kepada pihak terkait agar mendapatkan berita yang akurat dah demi menjunjung tinggi kode etik. Salah satu anggota Bhabinkamtibmas Polsek Ciawi wilayah Desa Banjar Sari itu malah melontarkan kalimat pertanyaan yang terkesan tidak menghargai profesi jurnalistik. "Terus memang kenapa Bapak tanya sampai seperti itu? Memangnya kenapa?. Apa trik mediasi apa trik medsos atau bagaimana?." kata dia dengan lantang.

Dan, Sutris kembali mempertegas pertanyaannya kepada para awak media. "Trik medsos apa triknya wartawan?, Saya tau kok trik-trik sampean, termasuk orang gak bilang saya wartawan. Setelah ini kan pasti dimediakan, di publikasikan nah udah itu, namanya media sosial juga," tegas Sutris.

Menurutnya, Babinmas itu kan merangkap intel merangkap pengayom, pelindung masyarat, bahkan kata dia, selembar daun jatuh pun kalau bisa dirinya harus tahu," imbuh Sutris.

Diakhir David pemilik Chivilly. Dalam kesempatan tersebut ia memberi keterangan bahwasanya tempat wisata Chivilly tidak pernah tutup. "Gini, kita dari dulu tidak pernah tutup, tetap beroperasi walau ada pandemi covid-19. Tapi kalau tamu datang itu kan kita ga mungkin melarang," jelasnya.

Keputusan Gubernur Jabar

Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443/Kep287-Hukham/2020 Tentang Perpanjangan PSBB yang menyatakan Untuk wilayah Botabek ( Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi selama 6 (enam) hari terhitung mulai tanggal 30 mai 2020 sampai dengan tanggal 4 Juni 2020

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK. 01.07/Menkes/289/2020 tentang penetapan pembatasan PSBB di wilayah provinsi Jawa Barat Dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 dan di tindak lanjuti oleh Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 40 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pengenaan sanksi Prelangaran pelaksanaan PSBB dalam penangulangan covid 19 di daerah Kabupaten Bogor, Kota Bogor , Kota Depok ,Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi Pasal 7 mengatakan
Setiap penanggung jawab restoran/rumah makan/usaha sejenis yang selama pemberlakuan pelaksanaan PSBB tidak melaksanakan kewajiban:
a. membatasi layanan hanya untuk dibawa pulang secara langsung (take away), melalui pemesanan secara daring dan/atau dengan fasilitas telepon/layanan antar; dan
b. penerapan Protokol Pencegahan Penyebaran Covid-19,

Dijelaskan dalam regulasinya bahwa setiap pelaku usaha harus mematuhi ketentuan apa yang tertuang di dalam keputusan Gubernur, Bila pelaku usaha tidak mematuhi akan di kenakan sanksi sesuai apa yang tertuang di dalam putusan.

Dari Keputusan Menteri Kesehatan maupun Peraturan Gubernur di pertegas kembali dengan Peraturan Bupati Bogor Nomor 32 Tahun 2020 Tentang Pedoman Penenaan Sanksi Terhadap Pelanggaran PSBB Dalam Penanganan Covid 19 Di Kabupaten Bogor pada bagian ketiga Pembatasan Aktivitas Bekerja di Tempat Kerja Pasal 7 Ayat 1 Setiap penanggung jawab hotel yang selama pemberlakuan pelaksanaan PSBB tidak melaksanakan kewajiban : meniadakan aktivitas dan/atau menutup fasilitas layanan hotel yang dapat menciptakan kerumunan dalam area hotel dan menerapkan protokol pencegahan covid 19.

Pernyataan Satpol PP

Melalui Kepala Bidang Penertiban Umum, Satpol PP Kabupaten Bogor, Ruslan saat dikonfirmasi mengatakan, setiap tempat wisata harus ditutup terlebih lagi mengundang keramaian. "Kita semua mengacu kepada regulasi yang ada baik dari Perbub sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Bogor No.32 tahun 2020 dan sebaginya" tegas Ruslan melalui percakapan telekomunikasi.

Fase New Normal dalam tahap persiapan

Dilansir dari situs Diskominfo Kabupaten Bogor tanggal terbit 28 Mei 2020. https://diskominfo.bogorkab.go.id/bupati-bogor-terus-mantapkan-persiapan-new-normal-di-kabupaten-bogor/

Ade Yasin Wanita nomor satu di Kabupaten Bogor itu mengatakan, "Kajian ini sangat penting sebagai upaya kita dalam mempersiapkan fase new normal di Kabupaten Bogor. Dua hari kedepan ini jadi persiapan kami untuk memasuki fase new normal. Karena kita harus sesuaikan dengan Peraturan Presiden (Perpres) kaitan dengan new normal. Persiapan harus dilakukan dengan matang dengan kajian yang optimal dan ketat. Karena dalam kondisi pandemi covid-19 ini, supaya pemberlakuan new normal ini jangan sampai menambah kenaikan kurva covid-19 di Kabupaten Bogor,".

(Tim)

Minggu, 31 Mei 2020

Halal Bihalal Padepokan Cimande Balad Lima

KAB.BOGOR - Setelah jeda latihan selama bulan Ramadhan, Padepokan Cimande Balad Lima melakukan halal bihalal dan menandakan mulai kembali rutinitas latihan.

Halal bihalal tersebut, dilakukan dengan sederhana di padepokan Cimande Balad Lima Kampung Cigeger Desa Citeureup Kecamatan Citeureup dan di pimpin langsung Guru besar Ki Hasan Basri. Sabtu, (30/05/20)

Ketua Padepokan Balad Lima Aji Permana mengatakan, acara tersebut di gelar untuk mempererat silaturahmi anggota padepokan Balad Lima dan menandakan dimulai kembali rutinitas latihan.

Pada kesempatan tersebu Aji Permana sekaligus menjelaskan alasannya mendirikan Padepokan Cimande Balad Lima. Yaitu, kata dia, guna melestarikan kebudayaan seni beladiri khas daerah Bogor yang hampir kalah saing dengan seni bela diri lain nya.

"Padepokan Cimande Balad Lima saya dirikan untuk melestarikan kebudayaan Sunda dan mengenalkan seni beladiri asli Bogor kepada generasi penerus," jelasnya.


Padepokan Cimande Balad Lima, kata Aji, sudah berdiri dua tahun dan sudah mulai di digemari anak-anak muda di Kampung Cigeger Desa Citeureup.

Ia berharap di padepokannya tersebut menjadi cikal bakalnya para pemuda kebali tumbuh akan cinta seni bela diri khas sunda itu. (Din)

Sabtu, 30 Mei 2020

427 KK Warga Sukaraja Dapat Bantuan Beras dari Kabupaten Bogor


KAB.BOGOR - Sebanyak 12,810 kilogram beras di salurkan Pemerintah Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, kepada 427 Keluarga. Sabtu, (30/5/20).

Pjs Kepala Desa Sukaraja H. Saeful Bachri Dian mengatakan, beras tersebut adalah bantuan sosial (Bansos) dari Kabupaten Bogor bagi warga yang terkena dampak Coid-19.


"Bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bogor dan kami langsung salurkan kepada masyarakat," kata Dian di wakili Abdulah Kepala Dusun (Kadus) satu Desa Sukaraja.

Ia berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat yang selama ini terkendala ekonominya akibat dari merembaknya virus corona.

"Mudah-mudahan batuan tersebut bermanfaat, dan saya berharap ekonomi masyarakat segera pulih dan hidup normal kebali," harapnya.

Dalam penyaluran bantuan tersebut disaksikan langsung oleh Pjs Kepala Desa, BPD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, TP PKK, Staf Desa, dan RT RW setempat.


(GN)

Pemdes Cilebut Barat Distribusikan Bansos Daerah Ke Masyarakat

KAB BOGOR, Bidiknusantara - Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor mendistribusikan bantuan kepada masyarakat Desa Cilebut Barat, ditengan Pandemi Covid -19, sebanyak 25, 68 ton beras langsung didistribusikan kemasyarakat melalui para ketua RT masing - masing. 

Dimana ada 865 rumah tangga miskin dan rentan miskin  penerima bansos sesuai data yang diterima Pemdes Cilebut Barat.

"Bansos yang berasal dari Pemkab Bogor ini berupa sembako, yang sedang didistribusikan ke 865 keluarga penerima, dimana masing - masing KK mendapatkan 30 Kg beras" terang Kades Dasuki, ( 30/5).

Namun data yang diterima Pemdes adalah data tahun 2010, ini yang menjadi kendala dilapangan, sehingga data tersebut tidak sesuai dengan yang ada dilapangan, dimana masyarakat miskin dan rentan miskin dilapangan bertambah akibat persoalan Pandemi Covid -19, dan tentunya sebagai upaya pemdes Cilebut Barat juga memberikan BLT dari Dana Desa.

" Sementara bagi masyarakat yang belum mendapatkan bantuan apapun kita datangi kerumahnya, kita jelaskan hingga mereka mengerti dan paham, sehingga tidak menimbulkan gejolak kecemburuan sosial dimasyarakat " paparnya.

Kades Dasuki berharap masyarakat tetap bersabar, berdo'a dan berikhtiar, agar kebutuhan rumah tangga bisa tercukupi, terlebih sama - sama berdo'a agar virus Corona bisa cepat berlalu, sehingga masyarakat bisa beraktifitas kembali.(Yat)




Selama Covid-19, Partai Demokrat Salurkan Lebih Dari 190 Miliar

JAKARTA - Hampir dua bulan semenjak pandemi Covid-19, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melalui kader-kadernya di seluruh Tanah Air secara konsisten memberikan bantuan kepada tenaga kesehatan dan masyarakat yang membutuhkan. AHY mengeluarkan Instruksi Ketua Umum Partai Demokrat nomor 01 tentang Gerakan Nasional Partai Demokrat Lawan Corona pada tanggal 23 Maret 2020, dan dilanjutkan dengan Instruksi Ketua Umum Partai Demokrat nomor 03 tentang Gerakan Nasional Partai Demokrat Peduli dan Berbagi pada 25 April 2020.

Sampai dengan Kamis, 28 Mei 2020, rekapitulasi jumlah bantuan Partai Demokrat di 34 provinsi hingga 28 Mei 2020 yang sudah didistribusikan berjumlah lebih dari 190 miliar rupiah.

Melalui kader-kader Partai Demokrat, partai besutan SBY telah menyumbang APD senilai Rp. 7.333.750.000, masker medis senilai Rp. 105.330.000, micro ventilator senilai Rp. 13.500.000, masker non-medis senilai Rp. 11.921.032.000, hand sanitizer senilai Rp. 25.149.400.000, sabun cuci tangan senilai Rp. 2.985.360.000, wastafel portable senilai Rp. 2.765.520.000, sarung tangan senilai Rp. 100.101.000, vitamin senilai Rp. 3.125.320.000, alat semprot disinfektan senilai Rp. 2.225.600.000, penyemprotan disinfektan senilai Rp. 21.561.000.000, dan cairan disinfektan senilai Rp. 22.533.870.000. Sementara untuk paket sembako, Partai Demokrat tercatat telah menyalurkan senilai Rp. 85.763.800.000, serta uang tunai senilai Rp. 6.024.150.000.

Lebih lanjut, AHY berpesan agar seluruh komponen  bisa bekerjasama agar pandemi ini segera berakhir. "Sudah semestinya kita bahu-membahu dalam membantu sesama. Semoga wabah ini dapat segera berakhir dan kita bisa kembali beraktivitas secara normal seperti sedia kala," tutur AHY.

Terakhir, AHY tak lupa mengucapkan terima kasih atas dedikasi, semangat, serta kerja keras seluruh kader Partai Demokrat di 34 provinsi, yang turun langsung memberikan bantuan tersebut kepada masyarakat. "Terima kasih kepada kader-kader Demokrat yang tak kenal lelah turun membantu masyarakat," tutup AHY. (NC)

Jumat, 29 Mei 2020

Kabupaten Cianjur Siap Hadapi New Normal


CIANJUR - Kabupaten Cianjur menjadi salah satu kabupaten di Jawa Barat yang menjadi wilayah zona hijau. Sehingga,  Cianjur bersiap dengan adanya new normal atau adaptasi kebiasaan baru.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, pihaknya bersyukur dengan ditetapkannya Cianjur menjadi zona hijau.


"Alhamdulillah, setelah melakukan vicon dengan Pak Gubernur Jabar, Cianjur menjadi zona hijau kita akan melakukan hidup baru new normal atau adaptasi kebiasaan baru," kata bupati seusai vicon dengan Gubernur Jabar dipendopo Kabupaten Cianjur,  Jumat (29/5/2020).

Herman berharap,  masyarakat Cianjur jangan terburu-buru dengan ber-evoria atas kondisi cianjur sekarang ini.


"Kita ingin ada tahapan tahapannya, Seperti Wisata, Sekolah dan lainnya akan dibuka lagi, tapi harus dengan protokol kesehatan," ujarnya.

Langkah pertama, kata dia, pihaknya bersama forkopimda akan melakukan dan membahas Perbup. "Kita akan bahas, apa saja yang akan kita lakukan," katanya.

Sementara itu, Dandim 0608/Cianjur, Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani menambahkan,  pihaknya bersama forkopimda akan melaksanakan pengendoran disejumlah pos-pos perbatasan. "Setelah ada informasi zona hijau, kita akan kendorkan penyekatan disejumlah perbatasan," ujarnya.

Meski begitu, kata dia,  pihaknya bersama forkopimda juga akan melakukan pengetatan dan pendisiplinan kepada masyarakat di sejumlah tempat keramaian.

"Kita akan selalu mengingatkan kepada masyarakat dengan menggunakan pengeras suara agar disiplin, untuk memutus mata rantai corona di Cianjur, " ujarnya. (E. Junaedi)


(Pendim 0608)

Soroti Dugaan Pungli, Ormas Benteng Padjajaran Desak Kejaksaan

KAB.BOGOR - Baru-baru ini Organisasi Benteng Padjadjaran (BP) telah melayangkan Press Realese ke beberapa Media Massa, baik cetak, Televisi dan online atas kasus dugaan pungutan liar oleh oknum di Pemerintahan Desa Cijujung di Kabupaten Bogor, Jumat, (29/05/2020).

Menurut Samson, hal ini menindak lanjuti surat pelaporan yang sebelumnya pernah dilayangka oleh pihak BP pada tanggal, 11dan 14 Mei 2020.

Berikut isi rilisan dari Organisasi Benteng Padjadajaran kepada Media elektronik, cetak maupun televisi.

Kami Organisasi Benteng Padjajaran sesuai amanat Undang-undang No. 17 Tahun 2013 tentang organisasi masyarakat sebagai sosial kontrol dan sesuai amanat peraturan Presiden No.87 Tahun 2016 tentang syber pungli. Maka dari itu Oramas BP melaporkan dugaan pungli Kades Cijujung terkait :

1. Surat edaran THR ke beberapa perusahaan yang ada di Desa Cijujung Kecamatan Sukaraja, adapun surat edaran THR tersebut disertai kwitansi yang sudah di patok besarannya, variasi antara 1 juta hingga 3 juta rupiah, jelas kami menduga kades cijujung telah melakukan pungli ke beberapa perusahaan yang ada di desa Cijujung kecamatan Sukaraja, bukti bukti terlampir

2. Terkait pembangunan tower di RW 13 desa Cijujung kecamatan Sukaraja, dimana kontraktor tower dimintai 200 lampu penerangan jalan, jika ingin mendapatkan tanda tangan dari kepala desa cijujung, sedangkan banyak warga sekitar yang menolak pembangunan tower tersebut, kami melakukan investigasi terkait harga lampu penerangan tersebut harga @ Rp 200 ribu rupiah, tetapi disanggupi oleh kontraktor tower hanya 170 lampu penerangan ( 200 X 170 ), berikutnya pemilik lahan ketua RW 13 juga dimintai 100 buah mcb dan 15 kabel roll yang mana sesuai keterangan yang di berikan pemilik lahan sangat keberataan dengan cara cara yang dilakukan oleh kades cijujung, kecamatan Sukaraja. Kami pun mengecek harga mcb dan kabel roll, yang paling murah harga mcb @ Rp 40 ribu rupiah ( 40 X 100 ) dan harga kabel per roll @ Rp 300 ribu ( 15 X 300 )

Maka dengan ini Ormas Benteng Padjajaran melaporkan dugaan Pungli oleh Kepala Desa Cijujung Kecamatan Sukaraja ke Kejaksaan, agar Kepala Desa Cijujung Kecamatan Sukaraja segera diperiksa dan dimintai keterangan terkait dugaan pungli tersebut, jadikan hukum sebagai Panglima.

Demikian press release dari kami Ormas Benteng Padjajaran

Bogor 29 Mei 2020,
Hormat kami

Sumber : Doelsamson Sambarnyawa Ketua Umum Benteng Padjajaran