Update

Bidik Channel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

Calon DPD RI No.50 Iwan Kusmawan, SH Siap Membantu Memasarkan Hasil Kerajinan Dede Suarno

BOGOR - Menanggapi keluhan dari seorang pengerajin barang bekas, Dede Suarno yang mendaur ulang berbagai macam limbah seperti plastik kresek, bungkus Kopi, botol bekas, koran dan majalah serta banbu menjadi buah tangan menarik.

Calon DPD RI No.50 (Gocap) Iwan Kusmawan Siap membantu pemasaran hasil kerajinannya itu. "Saya siap membantu untuk memasarkan hasil dari buah tangan Dede Suarno," uangkap Kang Iwan sapaan akrabnya ketika mendapat informasi sulitnya memasarkan hasil karya Dede Suarno pengerajin limbah plastik. Rabu, (20/03/19).

Menurutnya, banyak masyarakat merasakan hal yang sama seperti dirasakan Dede. Kondisi seperti ini harus jadi perhatian berbagai pihak khusunya pemeritah, "Saya prihatin dengan masyarakat kita yang notabene memiliki keahlian seperti Dede, dan ini akan mejadi PR saya ketika nanti terpilih menjadi DPD RI," imbuhnya.

Iwan juga mengatakan, selama ini sampah tengah mejadi pehatian berbagai pihak, khususnya sampah plastik. Secara tidak langsung ini membantu program Pemerintah dalamhal mengatasi polemik adanya sampah tersebut.

"Keresahan oleh sampah palstik tentunya akan sangat berkurang bilamana keahlian seperti Dede Suarno ini terus di dorong, karena saat ini Pemerintah Daerah maupun Pusat tengah memprogramkan bebas dari sampah plastik. Tentunya ini sangat membantu tugas pemerintah," katanya.

Keresahan kita kini sudah terjawab dengan adanya pengerajin seperti ini, tinggal bagai mana membantu memasarkan hasil karyanya itu. Selain itu keahlian ini juga menjadi salah satu pendongkrak ekonomi masyarakat, yang mana saat ini masih banyak masyarakat kita kesulitan dalam mecari pekerjaan tanpa memiliki keahlian.

"Dalam waktu dekat ini saya akan berkunjung ke kediaman pak Dede Suarno untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya," pungkasnya.(Gandi)

Dewi Basmala Berpeluang Menjadi Dirut RSUD Kota Bogor

KOTA BOGOR - Dewi Basmala, Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor berpeluang besar untuk memimpin kembali Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.  

Seperti diwartakan, Pemkot Bogor akan segera mengumumkan pendaftaran seleksi terbuka jabatan dirut RSDU Kota Bogor pekan depan. Hal itu seiring masa jabatan Dewi Basmala yang akan berakhir Mei 2019 setelah resmi dilantik oleh Wali Kota Bogor Bima Arya pada 2015. 

"Iya, berdasarkan SK pengangkatan saya ditetapkan pada 4 Mei 2015. Masa jabatan direktur RSUD empat tahun sehingga akan berakhir nanti pada 4 Mei 2019. Di sisa waktu sekitar satu setengah bulan lagi sudah sangat singkat sekali, jadi memang harus dipersiapkan siapapun nanti yang akan memimpin di sini," kata Dewi, Rabu (20/3/19).

Dijelaskan olehnya, bahwa rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan untuk masyarakat sehingga tidak ada jeda waktu. Sehingga konsep dari pelayanan itu harus betul-betul dipahami karena sekarang ini berbeda atas dasar Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 

"Jadi jangan sampai RSUD yang manajemen sudah baik menjadi tidak baik. Kalau pun saya diganti saya berharap sekali seorang pemimpin yang memenuhi persyaratan. Tapi itu diganti atau tidaknya saya tergantung hak prerogatif wali kota," imbuhnya.

Dewi mengungkapkan, dirinya punya mimpi dapat mewujudkan sentra kanker dan jantung di RSUD. "Untuk sentra jantung sudah ada di di sini bisa pemasangan ring per 1 April. Sedangkan sentra kanker memang membutuhkan lahan dan persiapan KSO. Ini PR tapi target saya 3 tahun bisa terwujud," ungkapnya.

Saat dikonfirmasi, Kabag Kepegawaian RSUD Kota Bogor Irwan, membenarkan Dewi Basmala masih berpeluang untuk memimpin RSUD Kota Bogor merujuk pada Permendagri 79/2019 dan PP 49/2019. Jika daftar open bidding direkrut RDUD Kota Bogor melalui Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Di internalnya sendiri, Dewi banyak mendapat dukungan dari jajarannya. Ia dinilai sosok yang berjiwa kepemimpinan dan banyak menorehkan prestasi meski baru seumur jagung atau empat tahun dibawah kepemimpinan Dewi. Terakhir, RSUD Kota Bogor diganjar predikat pelayanan prima se-Jawa Barat dari Kemenpan RB.

Sebelumnya, Sekda Kota Bogor Ade Syarip Hidayat mengatakan, bahwa Pemkot Bogor akan membuka pendaftaran bagi siapapun yang berniat untuk duduk sebagai dirut RSUD Kota Bogor. "Kami membuka pendaftaran untuk siapa saja yang ingin menjadi dirut. Bisa dari luar daerah ataupun dalam," ucapnya.

Lebih lanjut, kata Ade, berdasarkan regulasi jabatan dirut RSUD dapat dihuni oleh dokter fungsional. Ia mengatakan, bahwa pemkot nantinya akan membentuk panitia seleksi (pansel) dirut RSUD. "Ya, nanti akan dibentuk dalam waktu dekat ini," pungkasnya.

Pengusaha Jasa Kontruksi Merespon Positif Adanya Perpres dan Peraturan Pemerintah Baru

KOTA BOGOR - Adanya peraturan peraturan baru dari pemerintah bagi para pengusaha jasa kontruksi, seperti Perpres dan Peraturan Pemerintah lainnya tentang pelaksanaan dan penyelenggaraan pengadaan barang dan jasa pemerintah, direspon positif oleh DPD AKSI Jawa Barat dalam Mukerda yang dihadiri oleh 14 DPD AKSI Kota dan Kabupaten di Jawa Barat. 

Acara yang dilaksanakan di RM De Leuit Ageung, Yasmin, Rabu (20/3/2019), dibuka langsung oleh Ketua DPP AKSI Jawa Barat H. Nuli Rahmat dan dihadiri oleh Ketua DPN AKSI Ir. Veri Sinovel, Sekjen DPN Beni Cahyadi, Bendum DPN Budiansyah Hanafi, Sekum DPP Bustaman dan para ketua ketua dam sekretaris seluruh DPD di Jawa Barat.

Ketua DPN AKSI, Ir. Veri Sinovel mengatakan, agenda Mukerda diantaranya membahas aplikasi sikap LKPP (Lembaga Kebijakan Peraturan Pemerintah), membahas online single submiasion (OSS), membahas SK Kementrian Hukum dan HAM untuk CV.

"AKSI selalu update menyikapi peraturan peraturan pemerintah yang baru terhadap jasa kontruksi, elektronik LPJK dan lainnya. Kami memberikan pemahaman dan informasi agar seluruh pengurus melaksanakan peraturan peraturan baru dari pemerintah tersebut," katanya.

Terpisah, Ketua DPP AKSI Jawa Barat H. Nuli Rahmat menuturkan, perkembangan saat ini dengan era keterbukaan informasi publik dan semakin ketatnya persaingan dengan menggunakan sistem berbasis online, para pengusaha jasa kontruksi dituntut untuk semakin serius dan tidak gagap teknologi. 

"Perkembangan kemajuan teknologi saat ini mewajibkan bagi para pengusaha jasa kontruksi untuk melaksanakan seluruh peraturan baru dari Pemerintah. Saat ini semua sistem di bidang jasa kontruksi sudah berbasis online, jadi kita harus menyesuaikan dan menjalankannya," bebernya.

Dengan adanya Mukerda ini, tambah Nuli, AKSI diseluruh Jabar dan umumnya di nasional semakin solid sesuai dengan motto AKSI yaitu AKSI bersatu AKSI jaya dan AKSI sejahtera. "Semua para pengusaha jasa kontruksi bisa mengaplikasikan peraturan yang baru sehingga memudahkan dalam proses lelang jasa kontruksi," harapnya.

Sementara itu, hasil Mukerja DPP AKSI Jawa Barat ini nantinya akan dibawa ke Mukernas mendatang. Agenda Mukernas dijadwalkan dilaksanakan setelah Pemilu 2019 nanti. (MTH)

Dede Suarno Warga Desa Gunung Geulis Manfaatkan Barang Bekas Jadi Aneka Kerajinan Tangan

KAB.BOGOR - Dede Suarno warga Desa Gunung Geulis, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor manfaatkan barang bekas menjadi aneka kerajinan tangan. Berbagai macam limbah yang ia sulap seperti plastik kresek, bungkus Kopi, botol bekas, koran dan majalah dan bambu menjadi buah tangan menarik. Salah satu hasil karyanya, yakni busana plastik kresek yang pernah digunakan dalam berbagai festival.

Dari hasil karyanya itu, berbagai macam kerajinan tangan yang terbuat dari barang bekas, di antaranya seperti tas tangan, vas bunga dan busana. Sedangkan untuk gelang tangan yaitu terbuat dari bahan kertas majalah.

Dede yang sehari - hari bekerja sebagai tukang ojek di pangkalan itu mengaku menggeluti kerajinannya ini baru sekitar 6 bulan, semenjak adanya Kampung Ramah Lingkungan (KRL) Award Kabupaten Green and Clean 2018, dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor.

"Untuk limbah plastik kresek, hingga kini sudah memghasilkan beberapa kostum. seperti bros, tas, vas bunga, busana dan lain sebagainya. Sedangkan untuk limbah kertas kita buat gelang tangan dan lain - lain," ungkap Dede didampingi istri tercinta Neli Rohayati ketika di kediamannya di Kampung Cobaan RT001/002 Desa Gunung Geulis, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Rabu, (20/03/19).

Dede juga mengakui hingga saat ini masih kebingungan untuk memasarkan hasil dari karyanya itu. Ia berharap ada yang memfasilitasi untuk memasarkan hasil buah tangannya itu.

"Saya berharap Pemerintah Daerah maupun Pusat bisa memfasilitasi hasil kerajinan saya, karena menurutnya selama ini baru Pemerintah Desa saja yang mensupport hasil dari karyanya itu," ujarnya. 

Menurutnya, hingga saat ini yang mampu ia pasarkan hanya gelang yang terbuat dari bahan kertas." Saat ini baru itu saja yang bisa kami jual, dan itu pun hanya sekitaran masyarakat disini saja. Meski bukan mata pencaharian utama, namun hasilnya lumayan bisa membantu buat kedapur," imbuhnya.(Gandi)

Tim Fokus Lakukan Sosialisasi dan Simulasi Tata Cara Pencoblosan