Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

Road Show Dirsatgas BPNPS Pusat dan Jakarta Raya Dengan BPNPS Bogor Raya


Ini Ungkapan Apresiasi Guru PAUD Kepada Joko Purwanto

KOTA BOGOR - Para guru guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan RA se-Kota Bogor yang diajak Nonton Bareng (Nobar) Film berjudul "Terima Kasih Cinta" bersama Caleg DPR RI nomor urut 2 dari PPP, H. Joko Purwanto dan Caleg DPRD Provinsi Jawa Barat nomor urut 2 Rivani Anwar, mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada H. Joko Purwanto.

Perwakilan dari guru guru PAUD dan RA, Rina Watirina selaku Guru RA Sakinah mengucapkan terimakasih kepada Bapak H. Joko Purwanto selaku anggota dewan DPR RI yang sudah memberikan kontribusi kepada guru guru PAUD dan RA berupa nobar, serta kegiatan lainnya seperti studi banding, pelatihan AMT dan sebagainya. 

"Beliau sangat peduli kepada kami. Insyaallah, kami semua siap mendukung Pak H. Joko Purwanto untuk melanjutkan amanahnya sebagai wakil rakyat di periode selanjutnya," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Rina pun berharap, Pak H. Joko Purwanto bisa memprogramkan suatu bentuk pusat sumber belajar untuk semua guru mulai dari guru PAUD, MI, MTS, MA, SD, SMP dan SMA sehingga ada pusat sumber belajar dimana para guru bisa berdiskusi dan sharing untuk meningkatkan kompetensi serta kinerja guru guru itu sendiri.

Senada, Marlina selaku Guru SPS Taman Pintar, menambahkan, dirinya secara pribadi mengucapkan terimakasih kepada Pak Joko Purwanto karena telah memberikan kesempatan untuk menonton film 'Terima Kasih Cinta'.

"Filmnya keren. Saya sampai terharu melihatnya. Sangat menginspirasi sekali. Terimakasih Pak Joko, atas apa yang telah Pak Joko Purwanto lakukan, saya mendoakan mudah mudahan Pak Joko kedepannya bisa menjadi pemimpin yang amanah dan tidak melupakan apa yang telah disampaikan terutama kepada guru guru PAUD sehingga bisa memperjuangkan hak hak kami sebagai guru PAUD," ucapnya.

Sementara, H. Joko Purwanto menerangkan, Ahamdulillah dirinya masih bisa berkumpul bersama guru guru PAUD dan RA sekalipun dalam suasana nonton bersama. Menurut Joko, alur cerita film 'Terima Kasih Cinta' cukup memaknai dan menginspirasi untuk tetap bersyukur atas kehidupan yang telah diperoleh sampai hari ini.

"Dalam film ini, diperlihatkan bagaimana kehidupan dalam sisi lain yakni seorang anak yang mencoba terus berjuang dalam kehidupannya walaupun kemudian dia harus terkena penyakit yang cukup serius. Tetapi karena keteguhan, kesederhanaan, keyakinan dan kebahagiaan yang terus ditanamkan pada dirinya, akhirnya dia selalu yakin untuk bisa terus hidup," pungkasnya. (MTH)

Eksekutif Jaringan Informasi dan Advokasi Masyarakat Berikan Bantuan Hukum Kepada Orang Tua Siswa SMAN 6

KOTA BOGOR - Menyikapi adanya pengaduan dari salah satu orang tua dari 11 siswa yang di keluarkan oleh pihak sekolah SMA Negeri 6 karena terlibat aksi tawuran, Direktur Eksekutif Jaringan Informasi dan Advokasi masyarakat, Iwan Kusmawan,SH akan menyiapkan tim pengacara untuk melakukan pendampingan dan advokasi guna menyelesaikan persoalan itu secara tuntas.

"Sebetulnya dimana titik masalah yang sangat krusial ada 11 anak yang menjadi korban dan salah satu orang tuanya berkali-kali mengadukan hal yang dialamai putranya untuk meminta bantuan advokasi.
Maka kewajiban saya sebagai Direktur Eksekutif Jaringan Informasi dan Advokasi Masyarakat akan memberikan bantuan hukum. Kita akan siapkan tim pengacara untuk memdampingi salah satu dari 11 korban ini," tutur Iwan Kusmawan kepada wartawan, Selasa (22/1/19).

Disamping itu, masih kata Iwan Kusmawan, pihaknya juga akan menelusuri sebab dan akibat dari persoalan tersebut. Karena menurut hasil kajian dan analisanya, ada sesuatu hal yang janggal dan perlu di ungkap secara jelas dan tegas berbagai faktor yang menimbulkan terjadinya persoalan itu.

"Sampai hari ini kita belum menemukan dimana titiknya, oleh karena itu kita akan terus melakukan kajian dan investigasi sehingga titik kordinat dari permasalahan ini bisa ketemu," jelasnya.

Menurutnya, sebagai warga negara yang mempunyai hak yang sama, khususnya berkedudukan diwilayah Kota Bogor, maka tidak boleh lagi ada warga Kota Bogor yang putus sekolah karena faktor apapun. Maka kewajibannya adalah, pemerintah Kota Bogor Pemerintah Provinsi, DPRD Kota Bogor dan DPRD Provinsi harus melihat konteks persoalan ini secara objektif.

"Jangan hanya melihat karena faktor 'X' nya yang akan menjadi korban, tetapi carilah sebab musabab awal kenapa anak ini menjadi korban dan sebagainya. Karena persoalan seperti ini bukan hanya 1 kali, tetapi banyak persoalan yang sama selain ini yang mengadukan kepada kita, tetapi objektifitasnya harus ditunjukan," paparnya.

Ia mengatakan, sebelumnya telah menanyakan kepada orang tua siswa tersebut sebagaimana anaknya itu sudah mendapatkan sangsi, apakah siswa tersebut mempunyai masalah yang sama sebelumnya.

"Ternyata setelah ditanyakan dan ditelusuri tidak punya persoalan apapun sebelumnya, artinya kenakalan remaja ini kategorinya masih bisa dilakukan pembinaan tinggal bagaimana empati dari pihak sekolah, pihak pemerintah dan dari seluruh stek holder kepada anak-anak yang dalam tanda kutip kategorinya adalah nakal," sambungnya.

Iwan menegaskan, seharusnya ketika kenakalan siswa itu terjadi, pihak sekolah tidak lantas serta merta memberikan sangsi, dimana sangsi itu bukan sebuah solusi tetapi sangsi itu adalah sudah berupa hukuman.

"Kalau di ibaratkan sudah jatuh tertimpa tangga. Pilihan yang diberikan kepada orang tua murid itu bukan solusi tetapi adalah pilihan yang mau tidak mau, suka tidak suka harus diambil dan pada ahirnya itu menjadi korban," ungkapnya.

Tetapi, masih kata Iwan Kusmawan, kalau kita bijak menyikapinya di persoalan ini maka pilihan itu adalah harus masuk kepada sebuah solusi, sehingga ketika solusi itu diberikan disitulah ada take and give kepada kedua belah pihak. 

"Misalnya orang tua murid sudah menyadari kalau anaknya ini dikategorikan pada saat itu nakal. Karena ini kenakalan remaja, lalu apa pembinaannya, apakah diarahkan kepada hal-hal yang positif agar tidak terulang lagi, bukan malah justru dihadapkan sebuah persoalan seolah-olah antara hidup dan mati. Saat ini keadaannya setengah mati setengah hidup, karena mau melanjutkan sekolah ada aturan yang memang harus dipenuhi," katanya.

Maka sebagai langkah selanjutnya, pihaknya akan melakukan advokasi dan pemdampingan melalui Jaringan Informasi dan Advokasi Masyarakat.

"Sehingga ada titik balik ketika ada persoalan kenakalan remaja jangan di kedepankan sangsi, tapi di kedepankan persoalan bagaimana cara melakukan pembinaan supaya anak-anak itu berubah menjadi lebih baik yang tadinya nakal, menjadi tidak nakal," pungkasnya.(Red)

Dirsatgas BPNPS Pusat dan Jakarta Raya Gelar Road Show di Dirsatgas BPNPS Bogor Raya

KAB.BOGOR - Direktorat Satuan Tugas (Dirsatgas) Badan Pemenangan Nasional (BPNPS) Prabowo - Sandi Bogor Raya terima Road Show Pembina Dirsatgas BPNPS Pusat Prof Abas Thaha beserta jajarannya dan Ketua Umum Dirsatgas Jakarta Raya Chandra Negara beserta jajarannya, Selasa (23/01/19).


Rombongan Pembina Dirsatgas BPNPS Pusat Prof Abas Thaha dan Ketua Umum Dirsatgas Jakarta Raya Chandra Negara beserta jajarannya diterima oleh Ketua Dirsatgas BPNPS Bogor Raya H.Rahmat Rangkuti beserta jajarannya, dan seluruh ketua Dapil dan Korcam Se-Bogor Raya di Sekretariat Dirsatgas BPNPS Bogor Raya, Jl Cijujung, Kelurahan Cijujung, Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor.


Pembina Dirsatgas BPNPS Pusat sebagai perwakilan Direktur Satgas Pusat Prof Abas Thaha mengatakan bahwa Dirsatgas BPNPS tingkat Provinsi di Indonesia sudah terbentuk, tinggal Provinsi Papua saja yang belum terbentuk.


"Setiap satgas harus terlebih dahulu memahami bahwa tujuan dari Satgas BPNPS itu adalah untuk memenangkan Capres dan Cawapres Prabowo-Sandi," jelasnya.


Dikatakannya, adapun strategi untuk memenangkan pasangan Prabowo-Sandi adalah para ketua, Korcam maupun kordes terus memberikan pemahaman serta menyampaikan visi dan misi Prabowo-Sandi kepada masyarakat. 


"Setelah masyarakat faham, maka timbul rasa senang dan cinta sehingga menjadikan masyarakat memilih pasangan Prabowo-Sandi," katanya.


Prof Abas juga menegaskan, seluruh lapisan masyarakat pendukung Prabowo-Sandi agar turut mengawal dan mengawasi proses pencoblosan pada tanggal 17 april yang akan datang.


Pada kesempatan yang sama, Ketua Dirsatgas Jakarta Raya Chandra Negara mengatakan, bahwa Dirsatgas Jakarta Raya selalu seirama dengan partai pendukung Prabowo-Sandi.


"Dirsatgas Jakarta Raya selalu seirama dengan partai pendukung, kita sama sama memperjuangkan agar Prabowo-Sandi menang pada pencoblosan 17 April nanti," terangnya.


Sementara itu, Ketua Dirsatgas BPNPS Bogor Raya H. Rahmat Rangkuti menuturkan, bahwa satgas untuk tujuh (7) Dapil Bogor Raya sudah terbentuk dan setiap Dapil sudah membentuk Korcam masing-masing.


Selain sudah terbentuknya Korcam di semua Dapil, para Korcam juga sudah membentuk kordes. Bahkan, kordes sendiri sudah menempatkan orang-orangnya di setiap TPS.


"Saya yakin dengan kerja keras para Korcam dan Kordes serta teman-teman yang mengawasi TPS, pasangan Prabowo-Sandi di Bogor Raya akan menang," pungkasnya. (Sally)

Aksi Seru Para Siswa Dalam LKBB Citra Pariwisata Festival 2019